3 Hari Masa Kritis AS - Iran, Hingga Perang Meletus Kembali

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:17 WIB
3 Hari Masa Kritis AS - Iran, Hingga Perang Meletus Kembali
Serangan udara beruntun militer Amerika Serikat ke wilayah Iran menewaskan seorang petugas keamanan. (media sosial)
baca 10 detik
  • Gencatan senjata hancur total setelah Amerika Serikat memberlakukan kembali blokade laut terhadap Iran.

  • Pertempuran sengit menggunakan rudal dan drone di Selat Hormuz menelan korban jiwa awak kapal.

  • Presiden Donald Trump menerapkan sanksi kargo tambahan sebesar 20 persen untuk menekan Iran.

Suara.com - Blokade Selat Hormuz resmi diberlakukan kembali oleh militer Amerika Serikat di pelabuhan-pelabuhan Iran mulai Selasa pukul 16.00 waktu setempat. Langkah agresif ini diambil setelah kesepakatan gencatan senjata antara kedua negara hancur total dalam tiga hari terakhir.

Konflik yang kian membara ini dipicu oleh aksi saling serang yang melibatkan drone dan rudal. Akibatnya, sekutu regional Washington kini harus bersiap menghadapi potensi gempuran udara susulan yang lebih masif.

Goncangan di jalur maritim global ini langsung menghentikan upaya diplomasi damai yang tengah diupayakan mediator. Kegagalan negosiasi memicu kekhawatiran baru atas keselamatan kapal dagang internasional yang melintasi Teluk Persia.

Ledakan di pelabuhan Dayyer, Bushehr [Ist/AryJeay]
Ledakan di pelabuhan Dayyer, Bushehr [Ist/AryJeay]

Krisis teranyar ini bermula pada 11 Juli saat Oman menyusun draf proposal untuk mengatur lalu lintas Selat Hormuz. Jalur pelayaran rencananya akan dibagi menjadi dua rute yang dikendalikan secara terpisah.

Sayangnya, Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) justru melepaskan tembakan peringatan ke sebuah kapal penyeberang. Iran menuduh kapal tersebut melintasi rute ilegal dan langsung menyatakan Selat Hormuz ditutup.

Militer Amerika Serikat merespons tindakan tersebut dengan meluncurkan serangan balasan putaran ketiga dalam sepekan. Washington berdalih bahwa pasukan IRGC telah menyerang secara terang-terangan sebuah kapal kontainer yang sedang transit.

Komando Sentral AS (CENTCOM) mengklaim gempuran udara tersebut berhasil menghancurkan 140 target militer Iran. Sebaliknya, IRGC membalas dengan menghujani pangkalan militer Amerika Serikat di seluruh kawasan Teluk.

Pemerintah di negara-negara Teluk juga melaporkan adanya aktivitas pertahanan udara untuk menghalau serangan mendadak tersebut. Situasi semakin mencekam karena pertempuran terus meluas hingga keesokan harinya.

Pada 12 Juli, otoritas India melaporkan salah satu warganya hilang misterius setelah serangan di Selat Hormuz. Korban merupakan awak dari kapal komersial yang terjebak di zona pertempuran tersebut.

baca juga

Ketidakpastian ini diperparah oleh perbedaan klaim antara kedua belah pihak mengenai status jalur pelayaran. Presiden AS Donald Trump dan CENTCOM bersikeras menyatakan bahwa jalan air strategis tersebut tetap dibuka.

Namun, otoritas selat Iran langsung membantah klaim sepihak tersebut dengan menyatakan hal sebaliknya. Mereka menegaskan bahwa perlintasan kapal di jalur tersebut saat ini tidak memungkinkan.

Baku tembak kembali pecah saat militer Amerika Serikat membombardir puluhan target militer Iran lainnya. Pihak Teheran melaporkan beberapa ledakan di wilayah selatan, termasuk stasiun pompa air yang menewaskan satu warga.

Iran membalas serangan itu dengan mengirim gelombang baru rudal dan drone ke basis pertahanan Amerika. Pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain menjadi target utama dari serangan udara tersebut.

Eskalasi pertempuran mencapai puncaknya pada 13 Juli waktu setempat melalui serangan malam ketiga. Amerika Serikat membombardir wilayah Iran secara meluas setelah ancaman keras dikeluarkan oleh Gedung Putih.

Trump sebelumnya telah memperingatkan, AS akan memukul mereka dengan sangat keras. Janji tersebut diwujudkan dengan serangan udara ke kota pelabuhan Bandar Abbas serta pulau Kish, Qeshm, dan Abu Musa.

Kebijakan blokade laut terhadap kapal yang menuju dan dari Iran diikuti dengan sanksi ekonomi baru. Donald Trump secara resmi menetapkan pungutan tambahan sebesar 20 persen untuk seluruh kargo.

Di sisi lain, rudal jarak jauh Iran sukses menghantam dua kapal tanker milik Uni Emirat Arab. Kementerian Pertahanan UEA mengonfirmasi serangan di Selat Hormuz itu menewaskan seorang anggota awak kapal.

Bersamaan dengan itu, Iran juga meluncurkan beberapa gelombang serangan udara susulan ke wilayah Bahrain. Rentetan peristiwa berdarah ini memperpanjang catatan kelam konflik bersenjata di Timur Tengah.

Sebagai latar belakang, hubungan bilateral antara Amerika Serikat dan Iran terus berada dalam titik terendah. Ketegangan berulang kali pecah di Selat Hormuz karena statusnya sebagai jalur logistik minyak dunia.

Intervensi militer dan sanksi ekonomi yang kerap dijatuhkan Washington memicu perlawanan sengit dari Teheran. Kegagalan gencatan senjata kali ini diprediksi akan memperburuk krisis keamanan energi global ke tingkat yang lebih membahayakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahrain Diserang Iran, Kemendagri Bunyikan Sirine Umumkan Darurat Warga Disuruh Berlindung

Bahrain Diserang Iran, Kemendagri Bunyikan Sirine Umumkan Darurat Warga Disuruh Berlindung

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 11:52 WIB

Gawat! Perang AS - Iran Kali Ini Tanpa Batas Waktu, Trump Ungkit Kesepakatan Awal

Gawat! Perang AS - Iran Kali Ini Tanpa Batas Waktu, Trump Ungkit Kesepakatan Awal

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 11:05 WIB

Terkini

Truk Towing Nyangkut Bikin Macet dan JPO Tendean Rusak Parah, Warga Diimbau Lewat 4 Jalur Alternatif

Truk Towing Nyangkut Bikin Macet dan JPO Tendean Rusak Parah, Warga Diimbau Lewat 4 Jalur Alternatif

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:12 WIB

Biar Jelas Siapa yang Benar dan Salah! Gus Yaqut Janji Buka-bukaan di Sidang Korupsi Haji

Biar Jelas Siapa yang Benar dan Salah! Gus Yaqut Janji Buka-bukaan di Sidang Korupsi Haji

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:12 WIB

KPK Limpahkan Berkas Korupsi Kuota Haji, Eks Menag Yaqut Segera Disidang

KPK Limpahkan Berkas Korupsi Kuota Haji, Eks Menag Yaqut Segera Disidang

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:57 WIB

Update Kebakaran Maut Bar Bangkok, 30 Orang Tewas Terjebak di Toilet Hingga Hirup Asap Beracun

Update Kebakaran Maut Bar Bangkok, 30 Orang Tewas Terjebak di Toilet Hingga Hirup Asap Beracun

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:47 WIB

Monarki Jepang Terancam Punah, Akankah Wanita Jadi Kaisar?

Monarki Jepang Terancam Punah, Akankah Wanita Jadi Kaisar?

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:23 WIB

Falkland atau Malvinas? Sengketa Lama Inggris vs Argentina yang Panaskan Semifinal Piala Dunia 2026

Falkland atau Malvinas? Sengketa Lama Inggris vs Argentina yang Panaskan Semifinal Piala Dunia 2026

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:22 WIB

AI Picu Lonjakan Kebutuhan Energi, Bagaimana Sousi Untuk Tekan Emisinya?

AI Picu Lonjakan Kebutuhan Energi, Bagaimana Sousi Untuk Tekan Emisinya?

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:21 WIB

Bahrain Diserang Iran, Kemendagri Bunyikan Sirine Umumkan Darurat Warga Disuruh Berlindung

Bahrain Diserang Iran, Kemendagri Bunyikan Sirine Umumkan Darurat Warga Disuruh Berlindung

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 11:52 WIB

Kembali Diperiksa KPK, Gus Yaqut Berharap Kebenaran Terungkap di Kasus Kuota Haji

Kembali Diperiksa KPK, Gus Yaqut Berharap Kebenaran Terungkap di Kasus Kuota Haji

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 11:46 WIB

FKBI Kritik Tayangan World Cup 2026 TVRI Gara-Gara Promosi Super Soccer

FKBI Kritik Tayangan World Cup 2026 TVRI Gara-Gara Promosi Super Soccer

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 11:12 WIB

×