Demi Kuota Bimbel Tahun Depan, Orang Tua di Yogyakarta Rela Antre sejak Dini Hari hingga Menginap

Bella, Hiskia Andika Weadcaksana

Selasa, 01 September 2026 | 15:10 WIB
Demi Kuota Bimbel Tahun Depan, Orang Tua di Yogyakarta Rela Antre sejak Dini Hari hingga Menginap
Sejumlah orang tua murid mengantri daftar Bimbingan Belajar (Bimbel) Exist Gayam, Kota Yogyakarta, Selasa (1/9/2026). [Suara.com/Hiskia]
baca 10 detik
  • Ratusan orang tua berdesakan dan menginap sejak dini hari pada Selasa, 1 September 2026, demi mendaftarkan anak mereka di Bimbel Exist Gayam, Kota Yogyakarta.
  • Pengelola Bimbel Exist Gayam, Yurin Gagarin, membatasi kuota sekitar 400 siswa dan mempertahankan tarif terjangkau sebesar Rp150 ribu per mata pelajaran demi menjaga kualitas pembelajaran.
  • Para orang tua memilih bimbel tersebut agar anak mereka dapat mempersiapkan diri secara optimal untuk menembus sekolah menengah atas negeri favorit.

Ainina bukan kali pertama berupaya mendaftarkan anak ke Bimbel Exist Gayam. Dua anaknya sebelumnya sempat terlambat mendaftar sehingga tidak mendapatkan kuota.

"Ini anak ketiga. Anak pertama, kedua dulu telat terus mau daftar," kata Ainina.

Kali ini ia sengaja mendaftarkan anaknya sejak kelas 2 SMP untuk mengikuti bimbingan ketika duduk di kelas 3. Menurut dia, langkah tersebut dilakukan agar anaknya tidak kembali kehilangan kesempatan karena kuota sudah habis.

Target SMA Favorit

Pilihan terhadap Bimbel Exist Gayam juga tidak terlepas dari reputasi dan pertimbangan biaya. Ainina mengatakan bimbel tersebut sudah lama dikenal memiliki hasil yang baik.

Terutama dalam membantu siswa mempersiapkan diri menghadapi ujian dan melanjutkan pendidikan ke SMA yang diincar.

"Ya karena dari dulu itu udah terkenal yang bagus bahasa Indonesianya, gurunya sini bahasa Indonesia. Terus lebih murah juga," ungkap Ainina.

Biaya menjadi salah satu pertimbangan penting bagi Ainina. Ia menyebut tarif bimbel tersebut dipatok Rp150 ribu per mata pelajaran, lebih terjangkau dibandingkan bimbel lain yang pernah dipilih untuk dua anaknya sebelumnya.

Bagi para orang tua, bimbel bukan sekadar tempat tambahan belajar. Ada target yang ingin dikejar, yakni masuk SMA negeri yang dinilai memiliki reputasi baik dan menjadi incaran banyak siswa.

Pernah Dipakai Putra Pratikno

Reputasi Bimbel Exist Gayam dibangun dari perjalanan panjangnya sejak awal 2000-an.

baca juga

Pengelola Bimbel Exist Gayam, Yurin Gagarin, mengatakan tempat tersebut bahkan pernah menjadi pilihan belajar putra Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno.

"Putranya Pak Menteri Pratikno di sini, putranya dulu di sini. Sekarang sudah jadi dokter itu," kata Yurin.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian dari cerita perjalanan Bimbel Exist Gayam yang kemudian dikenal luas dari mulut ke mulut. Lokasinya yang masuk ke dalam gang-gang sempit pun tak membuat namanya hilang.

Padahal, Yurin mengaku tidak pernah mengandalkan promosi, baik secara langsung maupun melalui platform daring. Sehingga, keberadaan bimbel lebih banyak dikenal dari pengalaman siswa dan orang tua sebelumnya.

"Sebetulnya enggak juga (antrean membludak). Kami itu enggak pernah promosi, tetapi insya Allah ya dari dari mulut ke mulut hasilnya itu output-nya itu hampir semuanya negeri dan favorit," ujarnya.

Menurut Yurin, siswa yang datang bukan hanya berasal dari Kota Yogyakarta. Ada orang tua calon siswa yang berasal dari berbagai wilayah di Sleman, Bantul, Kulon Progo, hingga luar daerah seperti Magelang dan Solo.

Ia mengatakan sebagian siswa mengetahui bimbel tersebut dari teman, kakak kelas, tetangga, maupun anggota keluarga yang sebelumnya pernah mengikuti bimbingan.

Kuota Dibatasi demi Kualitas

Yurin menjelaskan kuota penerimaan siswa baru berada di kisaran 400 orang. Pembatasan tersebut dilakukan karena setiap ruang dibatasi sekitar 20 siswa agar proses pembelajaran tetap nyaman dan kualitas pengajaran dapat dipertahankan.

"Kami membatasi setiap ruang itu kalau sudah 20, stop. Biar nyaman dan hasilnya kualitasnya biar baik," ujarnya.

Meski kuota utama telah penuh, orang tua yang belum mendapatkan tempat masih dapat masuk daftar tunggu. Yurin mengatakan peluang tetap terbuka sebab tidak semua siswa mengambil seluruh mata pelajaran yang tersedia.

"Inden itu (kalau tidak dapat kuota). Jadi nanti kalau misalnya ini kan setiap orang itu kadang tidak harus 4 (mapel). Kadang hanya 2, ya. Kan kemampuan orang tua, kami tidak memaksa harus 4," imbuhnya.

Komitmen Tak Naikkan Harga

Di tengah tingginya permintaan, Yurin menyebut tarif Rp150 ribu per mata pelajaran akan tetap dipertahankan sejak awal hingga sekarang. Ia mengatakan harga tersebut tidak dinaikkan meski biaya hidup dan kebutuhan lainnya terus berubah.

"Iya, sejak putranya Pak Menteri Pratikno sampai sekarang, ya, itu tetep Rp150 ribu (per mapel sebulan). Mengapa demikian? Karena kami dengan Bapak (suami) tinggal berdua itu semeleh, yang penting barokahnya, hanya itu," tuturnya.

Bagi Yurin, mempertahankan biaya terjangkau merupakan bagian dari prinsip pengelolaan bimbel. Ia bahkan mengatakan tidak memiliki rencana membuka cabang dan memilih mempertahankan skala yang ada dengan orientasi pada kualitas dan kebermanfaatan.

Bimbel Exist Gayam saat ini memiliki pengajar untuk sejumlah mata pelajaran, antara lain Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA. Untuk IPA, pengajaran dibagi antara bidang Fisika dan Biologi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Stop Judi Online! KKN UNISA Yogyakarta Edukasi Pemuda Jomblangan

Stop Judi Online! KKN UNISA Yogyakarta Edukasi Pemuda Jomblangan

Your Say | Selasa, 01 September 2026 | 09:23 WIB

Jogja dan Mitos Slow Living: Ketika Kota Santai Harus Tegang Mengejar Hidup

Jogja dan Mitos Slow Living: Ketika Kota Santai Harus Tegang Mengejar Hidup

Your Say | Senin, 31 Agustus 2026 | 18:23 WIB

Dari De Britto, Urban Social Forum 12 Bayangkan Kota Ramah dan Manusiawi

Dari De Britto, Urban Social Forum 12 Bayangkan Kota Ramah dan Manusiawi

Your Say | Senin, 31 Agustus 2026 | 19:15 WIB

Ikuti Putusan MK, Purbaya Akan Pisahkan MBG dari Dana Pendidikan Mulai 2028

Ikuti Putusan MK, Purbaya Akan Pisahkan MBG dari Dana Pendidikan Mulai 2028

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 17:05 WIB

KPK Geledah Kantor Disdik Kabupaten Bogor Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa!

KPK Geledah Kantor Disdik Kabupaten Bogor Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa!

News | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 12:29 WIB

Forum BEM DIY Demo di Jogja, Bawa 10 Tuntutan ke Pemerintah

Forum BEM DIY Demo di Jogja, Bawa 10 Tuntutan ke Pemerintah

Your Say | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:15 WIB

Bukan Cuma RUU Perampasan Aset, Membaca Keresahan di Balik Demo 27 Agustus

Bukan Cuma RUU Perampasan Aset, Membaca Keresahan di Balik Demo 27 Agustus

Your Say | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Mengejar Brain Gain Indonesia, Pendidikan Tinggi Perlu Perluas Akses Global

Mengejar Brain Gain Indonesia, Pendidikan Tinggi Perlu Perluas Akses Global

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 21:10 WIB

Disdik Tangerang Imbau Siswa Dijemput Selama Rencana Aksi 2728 Agustus

Disdik Tangerang Imbau Siswa Dijemput Selama Rencana Aksi 2728 Agustus

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 07:28 WIB

Ijazah Tertahan, Zonasi Dikeluhkan: DPRD DKI Desak Evaluasi Total PPDB

Ijazah Tertahan, Zonasi Dikeluhkan: DPRD DKI Desak Evaluasi Total PPDB

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:39 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×