Aturan dan Tips Mengemudi Saat Banjir

admin

Kamis, 06 Februari 2014 | 12:51 WIB
Aturan dan Tips Mengemudi Saat Banjir
Ilustrasi mobil terjebak banjir. (Foto: FreeImagesLive.co.uk)

Suara.com - Dengan masih tingginya curah hujan di sebagian wilayah Indonesia, termasuk Jakarta dan sekitarnya, potensi jalanan tergenang dan banjir pun masih akan selalu ada. Jika Anda termasuk yang harus berkendara saat banjir, macet akan menjadi salah satu risikonya, selain juga mobil mogok atau malah rusak.

Berikut beberapa aturan mendasar sekaligus tips untuk berkendara, khususnya mengemudikan mobil, ketika musim banjir. Hal-hal yang pada dasarnya berlaku sama di wilayah mana saja di muka bumi, namun kadang suka dilupakan oleh sebagian pengemudi.

Jika bisa dihindari, maka jangan mengemudi di area banjir
--Aturan pertama berkendara di kawasan banjir adalah: jangan dilakukan. Carilah saja rute lain. Ini adalah cara paling aman untuk mencegah mobil Anda mogok atau terjebak.
--Saat mendekati kawasan banjir, Anda tak akan bisa memastikan ketinggian airnya, maupun kondisi permukaan jalan di bawahnya yang bisa saja rusak atau mungkin berlubang. Kemungkinan terparah, bisa saja malah jalan yang tergenang itu putus.
--Ketinggian air 15 cm saja, atau kadang kurang, itu sudah berpotensi menyebabkan mesin mobil mogok. Mesin dapat menderita kerusakan yang serius sekaligus mahal, jika sampai kemasukan air, dan mobil Anda dipastikan mogok.
--Pada ketinggian air sekitar 30 cm, mobil tipe sedan dan sejenisnya dapat mulai mengambang, karena kehilangan pegangan roda sekaligus hilangnya kendali setir. Di tengah air banjir yang mengalir, mobil Anda bahkan bisa ikut terbawa arus.
--Di ketinggian air sekitar 60 cm, mobil lebih besar seperti truk pickup atau SUV pun berisiko terbawa arus.
--Jangan pernah coba melintasi genangan air yang mengalir deras seperti akibat luapan sungai, karena mobil Anda bisa saja hanyut.
--Aturan mendasar lainnya adalah jangan nekat masuki area banjir di mana Anda bahkan tak bisa melihat marka cat di permukaan jalannya.

Jika jalur banjir tak terhindarkan dan harus dilalui
Kadang memang, banjir bisa tiba-tiba saja datang menghadang jalur jalan Anda, atau Anda tak punya jalur alternatif untuk dilalui. Maka Anda mungkin memang harus menerobos genangan air itu, dengan memperhatikan beberapa poin penting berikut:
--Ketika Anda mulai mendekati genangan air, pelankanlah kendaraan sebelum memasukinya. Bahkan genangan yang tipis sekali pun bisa menyebabkan selip akibat air, jika dilalui dengan kecepatan tinggi. Ban-ban mobil akan mulai kehilangan kontak dengan permukaan jalan, yang berakibat hilangnya kendali.
--Jika ada mobil lain yang melintasi area tersebut, perhatikan apa yang dialaminya. Ini bisa membantu Anda memprediksi ketinggian air dan bagaimana dampaknya pada kendaraan, sekaligus demi menghindari potensi bahaya di bawah permukaan air.
--Teruskanlah melintasi genangan dengan perlahan, sembari juga mempertahankan kecepatan agar Anda tak kehilangan momentum. Jika bergerak terlalu cepat, Anda berisiko kehilangan kendali. Sementara jika terlalu pelan, Anda juga berisiko terhenti dan mengalami mogok.
--Jangan terus lintasi genangan air di mana terlihat ada kabel jaringan listrik rusak yang jatuh ke dalamnya. Arus listrik berbahaya kemungkinan bisa mengenai Anda.
--Lebih berhati-hatilah saat melintasi kawasan banjir di malam hari, karena akan lebih sulit mengantisipasi kondisi-kondisi membahayakan.
--Pertimbangkan juga orang lain. Melintasi banjir dengan kecepatan lebih tinggi dapat menimbulkan gelombang air dan percikan yang bisa mengganggu pandangan pengemudi lain, atau bahkan mengguyur pejalan kaki maupun petugas pengatur lalu lintas.
--Perhatikan dan waspadai benda-benda yang terbawa air yang bisa saja menghadang jalur Anda.
--Ketika kawasan banjir sudah dilewati, pahamilah bahwa rem Anda dalam kondisi basah dan belum akan berfungsi normal sampai kering kembali. Menggunakan rem secara ringan sedikit demi sedikit, bisa membantu mempercepat pengeringan dan kembalinya fungsi.

Jika Anda ternyata harus terjebak di tengah banjir
Kendati Anda telah coba melakukan yang terbaik saat melintasi banjir, kondisi bisa saja tiba-tiba berubah, hingga mobil Anda akhirnya malah mogok dan terjebak. Tidak ada satu cara terbaik dalam menghadapi berbagai keadaan, jadi perhatikanlah situasi yang Anda alami dan tentukan langkah terbaik. Berikut beberapa kemungkinannya:
--Jika mesin mobil Anda mati dan tak segera bisa di-restart, jangan teruskan lagi melakukannya (restart) karena bisa saja justru akan menimbulkan kerusakan lebih serius pada mesin.
--Penting sekali mencegah situasi menjadi lebih buruk; maka hidupkanlah lampu hazard Anda supaya pengemudi lain bisa melihat keberadaan Anda.
--Gunakan handphone Anda untuk segera memanggil bantuan (petugas polisi, mobil derek, atau yang lain).
--Jika Anda bisa turun dan mencapai tempat aman, lakukanlah dan tinggalkan kendaraan. Ingat, perhatikan selalu lalu lintas kendaraan.
-Jika terlihat kondisinya tidak aman untuk meninggalkan kendaraan, maka bertahanlah. Jika ketinggian air bertambah hingga memasuki kendaraan, lalu terus bertambah tinggi, Anda bisa mencoba naik ke atap mobil untuk menunggu pertolongan.
--Bagaimanapun kondisnya, tetaplah tenang dan pikirkan langkah terbaik yang bisa dilakukan beserta pertimbangan risikonya.
--Sekali lagi, saran terbaik sebenarnya sederhana saja, yaitu jangan pernah melintas di area banjir, jika itu memang memungkinkan. (Autofile.ca)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Viral Batu Suci Umat Hindu 31 Ton Ditemukan Pasca Banjir Nepal, Faktanya Seperti Ini

Viral Batu Suci Umat Hindu 31 Ton Ditemukan Pasca Banjir Nepal, Faktanya Seperti Ini

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 19:38 WIB

Tips Parkir Paralel Hyundai Ioniq 5 dan Ioniq 6: Trik Rahasia agar Mobil Bisa Didorong Bebas

Tips Parkir Paralel Hyundai Ioniq 5 dan Ioniq 6: Trik Rahasia agar Mobil Bisa Didorong Bebas

Otomotif | Senin, 31 Agustus 2026 | 18:46 WIB

Update Kondisi WNI di Nepal Setelah Banjir Bandang, Apakah Ada Korban?

Update Kondisi WNI di Nepal Setelah Banjir Bandang, Apakah Ada Korban?

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 17:11 WIB

Grand Canyon Banjir Bandang Sapu Infrastruktur Park Service, 20 Pendaki Hilang

Grand Canyon Banjir Bandang Sapu Infrastruktur Park Service, 20 Pendaki Hilang

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:01 WIB

Cara Menjaga Performa Mobil saat Sudah Lima Tahun Pemakaian

Cara Menjaga Performa Mobil saat Sudah Lima Tahun Pemakaian

Otomotif | Senin, 31 Agustus 2026 | 13:09 WIB

Nepal Tes DNA Ratusan Jenazah Korban Banjir Bandang yang Membusuk

Nepal Tes DNA Ratusan Jenazah Korban Banjir Bandang yang Membusuk

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 12:11 WIB

Paradoks Nepal, Emisi Karbon Rendah Tapi Jadi Korban Perubahan Iklim

Paradoks Nepal, Emisi Karbon Rendah Tapi Jadi Korban Perubahan Iklim

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Cerita Pasangan Asal California Lolos dari Maut Banjir Bandang Nepal: Saya Tahu Akan Mati

Cerita Pasangan Asal California Lolos dari Maut Banjir Bandang Nepal: Saya Tahu Akan Mati

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 11:21 WIB

Suami Cari Istri Korban Banjir Bandang Tibet, Minta Pemerintah Australia, Nepal, dan China Terbuka

Suami Cari Istri Korban Banjir Bandang Tibet, Minta Pemerintah Australia, Nepal, dan China Terbuka

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 17:39 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Korban Hilang Banjir Bandang, Operasi Evakuasi Skala Besar Dimulai

Hari Ke-5 Pencarian Korban Hilang Banjir Bandang, Operasi Evakuasi Skala Besar Dimulai

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 16:47 WIB

Terkini

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:55 WIB

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:46 WIB

×