Skuter Listrik Ditabrak di Kawasan Senayan, Begini Kejadiannya

RR Ukirsari Manggalani | Fakhri Fuadi Muflih
Skuter Listrik Ditabrak di Kawasan Senayan, Begini Kejadiannya
Grab Wheels adalah layanan sewa skuter listrik alias e-scooters untuk perjalanan jarak dekat. Layanan ini diluncurkan pertama kali di The Breeze, BSD, Tangerang pada 9 Mei 2019 yang lalu. Sebagai ilustrasi [Suara.com].

Skuter listrik atau otoped tengah marak disewa, inilah kronologi kejadian nahas di bilangan Senayan, Jakarta.

Suara.com - Unggahan berita mengenaskan di laman media sosial Twitter tentang ditabraknya penyewa Grabwheels di sekitar kawasan Senayan, Jakarta pada akhir pekan lalu (10/11/2019) menghadirkan keprihatinan. Utamanya korban diketahui meninggal dunia.

Hingga saat ini, peraturan penggunaan skuter listrik atau otoped sewa di Indonesia, termasuk usia pengendara sampai lokasi yang dibolehkan atau dilarang masih dikaji.

Kecelakaan pengguna skuter listrik. (Twitter)
Kecelakaan pengguna skuter listrik. (Twitter)

Berikut adalah kronologi peristiwa nahas tadi, semoga bisa menjadi wacana berguna bagi semua pihak. Baik penyewa maupun pengemudi di jalan raya. Sembari menunggu disahkannya peraturan skuter listrik melintas di ruang publik di mana terdapat moda transportasi lainnya.

Seorang remaja lelaki bernama Fajar (19), menjadi salah satu korban selamat saat kejadian nahas mobil tabrak pengendara skuter listrik Grabwheels terjadi pada Minggu (10/11/2019) dini hari dan menewaskan dua orang.

Fajar menceritakan, awalnya ia bersama lima orang temannya: Wisnu, Ammar, Bagus, Wulan, dan Wanda, hendak menyewa skuter listrik pada Sabtu (9/11/2019) pukul 23.00 WIB di bagian depan mall FX Sudirman, Jakarta Pusat.

Mengingat antrean telah fully booked, kelimanya menunggu dan akhirnya mendapatkan tiga unit Grabwheels sekitar pukul 01.00 WIB.

"Saya sama teman saya berunding "kalau enggak dapat juga pulang saja". Akhirnya saya ke FX lagi dapat tiga grabwheels jam satu," kata Fajar saat dihubungi Suara.com, Rabu (13/11/2019).

Tak lama, ketika Fajar dan rekannya berkendara sampai kawasan Senayan, baterai skuter yang dikendarai Ammar dan Wisnu tersisa sedikit. Hingga keduanya berdiri berdampingan, sedangkan Fajar membonceng Wanda, dan Bagus berkendara sendiri.

Ketika kembali ke ruas jalan lurus dekat FX dengan skuter listrik tadi, Fajar menyebut ada mobil yang diduga Toyota Camry melaju dari belakang. Kendaraan itu menabrak skuter yang dinaiki Bagus, dan satu unit lagi yang dinaiki Ammar dan Wisnu.

"Ada mobil Camry dari belakang menabrak kencang teman saya, Bagus mental 10-15 m, saya langsung banting skuter pas lihat teman saya terlempar jauh," jelas Fajar.

Ia lantas menghampiri Bagus yang sudah terempas. Mengetahui Bagus masih sadar, ia segera menuju ke Ammar dan Wisnu.

Ternyata kondisi Ammar dan Wisnu cukup parah. Ia lantas segera meminta pertolongan dari mobil yang melintas untuk membawa rekannya yang terluka.

"Saya datangi Ammar dan Wisnu, mereka di tempat sudah tak sadarkan diri, sudah kejang-kejang, akhirnya saya bawa ke rumah sakit," tuturnya.

Menurutnya, kondisi Ammar mengalami luka dalam, pendarahan di kepala, tulang belakang geser, lutut robek, serta luka di ujung jari. Sedangkan Wisnu juga luka dalam, pendarahan kepala, perut, dan bagian belakang.

Ammar dan Wisnu akhirnya meninggal dunia, dan menurut Fajar, Ammar sempat akan dioperasi namun tidak sempat.

"Ammar sempat mau dioperasi akan tetapi saat disetujui, di-acc oleh keluargnya untuk operasi, teman saya itu sudah tiada," kata Fajar.

Sementara mobil yang menabrak sempat melarikan diri. Namun Polisi akhirnya berhasil menangkap tak lama setelah kejadian. Identitas pelaku belum diketahui.

Laman berikut adalah penjelasan kejadian ditabraknya skuter listrik di kawasan Senayan, dari sudut orangtua korban, Wisnu.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS