Mantan Diplomat India Buka Sekolah di Trotoar Selama Pandemi

Deutsche Welle

Selasa, 22 September 2020 | 22:45 WIB
Mantan Diplomat India Buka Sekolah di Trotoar Selama Pandemi
[DW Indonesia].

Suara.com - Sejak lockdown, mantan diplomat asal India dan istrinya buka sekolah gratis di pinggir jalan dan di bawah pohon bagi anak-anak dari keluarga miskin New Delhi.

Di pinggir jalan yang sepi di ibu kota India, New Delhi, terselip di trotoar lebar dari bata merah, sekelompok anak yang pendidikannya sempat terlantar karena kebijakan lockdown akibat wabah COVID-19 di negara itu terlihat tekun mengikuti pelajaran.

Mereka berusia antara 4 hingga 14 tahun.

Dengan membawa tas yang berisi buku, mereka berjalan sejauh lebih dari 2 kilometer dari rumah-rumah mereka yang beratap jerami di tepi Sungai Yamuna.

Namun mereka tidak berjalan ke sekolah biasa. Ruang kelas mereka kini ada di pinggir jalan.

Di sana, mereka menerima pelajaran gratis di bidang matematika, sains, bahasa Inggris, dan pendidikan jasmani.

Seorang mantan diplomat India dan istrinya, yakni Virendra dan Veena Gupta, menjadi pengajar anak-anak ini.

Isi waktu selama lockdown

Semua ini berawal dari keluhan pekerja rumah tangga Veena Gupta, yang bernama Dolly Sharma.

baca juga

Dolly tinggal di tepi sungai di komunitas yang miskin. Ia mengeluhkan bahwa sejak sekolah-sekolah ditutup, anak-anak di komunitasnya banyak yang jadi berulah dan hanya membuang-buang waktu.

“Jika mereka tinggal di rumah tanpa melakukan apa-apa, mereka akan menjadi miskin,” kata Dolly Sharma, pekerja rumah tangga di apartemen milik Veena.

Mendengar keluhan tersebut, Veena dan suaminya memutuskan turun ke jalan dan mengajar anak-anak agar mereka tidak ketinggalan ketika sekolah dibuka kembali.

“Mereka tidak punya akses internet, sekolah mereka ditutup dan mereka tidak memiliki sarana untuk belajar," kata Veena.

Ia lantas membeli buku, pensil, buku catatan, dan bahan kegiatan belajar-mengajar lainnya, dan mendirikan kelas di bawah naungan pohon beringin yang rindang.

Tidak punya akses internet

Penguncian atau lockdown ketat di India untuk mengekang penyebaran COVID-19 telah mengakibatkan sekolah-sekolah di seluruh negeri ditutup sejak akhir Maret.

Sebagian besar sekolah masih tetap ditutup karena jumlah kasus telah melonjak melewati 5 juta, menjadikan India sebagai negara terparah kedua di dunia setelah Amerika Serikat.

Banyak sekolah swasta beralih ke pembelajaran digital dan kelas online.

Akan tetapi anak-anak kurang mampu di sebagian besar sekolah yang dikelola pemerintah tidak memiliki opsi ini atau tidak memiliki sarana untuk membeli sarana pembelajaran digital seperti laptop dan telepon pintar.

“Hanya ada satu ponsel di keluarga saya dan biasanya dipakai ayah saya. Saya tidak bisa belajar online, '' ujar Nitin Mishra, siswa kelas sembilan di kelas matematika Virendra.

Ibu Mishra bekerja sebagai pekerja rumah tangga paruh waktu dan ayahnya tidak lagi bekerja karena ekonomi India terpukul parah oleh pandemi.

Minat besar untuk belajar

Kelas-kelas di pinggir jalan dan di bawah pohon ini berkembang karena anak-anak menunjukkan minat belajar yang besar.

Sekarang Veena dan Virendra Gupta, dengan bantuan sopir mereka yang bernama Heera, mengajar tiga kelompok berbeda sebanyak tiga kali dalam seminggu, pagi dan sore.

Seusai kelas, anak-anak ini pun disuguhi limun dan kue buatan sendiri yang disiapkan oleh Veena.

Pasangan ini mengatakan bahwa mengajar anak-anak membuat mereka merasa lebih dekat dengan cucu mereka yang tinggal di luar negeri.

“(Semasa kecil) Ayah saya akan menyuruh saya menghabiskan liburan musim panas dengan mempelajari kurikulum untuk pelajaran tahun depan,'' kata Virendra, yang pernah menjabat sebagai duta besar India untuk beberapa negara termasuk Afrika Selatan.

“Kebiasaan ini benar-benar meningkatkan percaya diri saya dan membuat saya tertarik pada tugas sekolah. Dan itulah yang saya coba lakukan dengan anak-anak ini, jadi ketika sekolah mereka dibuka kembali, mereka sedikit berada di depan teman-teman sekelas.”

Sementara Veena mengatakan dia berharap bisa merekrut lebih banyak sukarelawan untuk mengajar di kelas pinggir jalan ini.

“Ini bukan masalah uang yang dapat disumbangkan dan diberikan oleh orang-orang, ini lebih tentang waktu mereka," tegas Veena.

“Mereka harus menyisihkan sedikit waktu, sekitar satu jam atau lebih, jika tidak setiap hari, setiap dua hari sekali, dan membantu anak-anak ini,” tegasnya. ae/hp (AP)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sudaryono Geram MBG Disebut Habiskan Uang Negara: Tanpa Program Ini Sekolah Rusak Tetap Banyak

Sudaryono Geram MBG Disebut Habiskan Uang Negara: Tanpa Program Ini Sekolah Rusak Tetap Banyak

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 21:51 WIB

Sekolah Rakyat Wonosobo Terima Ratusan Siswa Baru, Wamensos: Harapan Keluarga Kurang Mampu

Sekolah Rakyat Wonosobo Terima Ratusan Siswa Baru, Wamensos: Harapan Keluarga Kurang Mampu

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 19:37 WIB

Pembukaan MPLS, Orang Tua Siswa Terharu Anaknya Masuk Sekolah Rakyat

Pembukaan MPLS, Orang Tua Siswa Terharu Anaknya Masuk Sekolah Rakyat

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 19:19 WIB

Kasus DBD pada Anak Masih Tinggi, Sekolah Dinilai Jadi Kunci Pencegahan

Kasus DBD pada Anak Masih Tinggi, Sekolah Dinilai Jadi Kunci Pencegahan

Health | Jum'at, 31 Juli 2026 | 18:41 WIB

Gus Ipul Buka MPLS Sekolah Rakyat Gelombang Kedua Serentak di 65 Titik

Gus Ipul Buka MPLS Sekolah Rakyat Gelombang Kedua Serentak di 65 Titik

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 15:03 WIB

Biang Kerok Proyek SDN Cipete Utara 01 Molor Hampir Setahun

Biang Kerok Proyek SDN Cipete Utara 01 Molor Hampir Setahun

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 17:46 WIB

61 Ribu Siswa Jakarta Belum Nikmati Sekolah Gratis

61 Ribu Siswa Jakarta Belum Nikmati Sekolah Gratis

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 14:58 WIB

Kemensos-BRIN Sepakat Kerja Sama Riset Sekolah Rakyat dan Program Pemberdayaan

Kemensos-BRIN Sepakat Kerja Sama Riset Sekolah Rakyat dan Program Pemberdayaan

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 12:52 WIB

Lahan Sekolah Rakyat Kabupaten Landak Memenuhi Syarat, Pembangunan Ditargetkan Oktober

Lahan Sekolah Rakyat Kabupaten Landak Memenuhi Syarat, Pembangunan Ditargetkan Oktober

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 12:42 WIB

Wamensos Agus Jabo: Pembangunan Sekolah Rakyat Muna Barat akan Diproses, Bisa Tampung 2 Ribu Siswa

Wamensos Agus Jabo: Pembangunan Sekolah Rakyat Muna Barat akan Diproses, Bisa Tampung 2 Ribu Siswa

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 12:39 WIB

Terkini

Rugi Rp25,2 Miliar! Diana Pungky Polisikan Mantan Asisten Terkait Penggelapan dan TPPU

Rugi Rp25,2 Miliar! Diana Pungky Polisikan Mantan Asisten Terkait Penggelapan dan TPPU

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:22 WIB

Ditantang karena Belum Periksa Raja Juli, KPK: Bukan Masalah Berani atau Tidak

Ditantang karena Belum Periksa Raja Juli, KPK: Bukan Masalah Berani atau Tidak

Riau | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:14 WIB

Whooz Bikin UMKM Tak Perlu Lagi Investasi Server dan Jaringan

Whooz Bikin UMKM Tak Perlu Lagi Investasi Server dan Jaringan

Tekno | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:11 WIB

Piala Presiden 2026: Persija Bisa Tersingkir Meski Bantai PSMS Medan

Piala Presiden 2026: Persija Bisa Tersingkir Meski Bantai PSMS Medan

Bola | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:08 WIB

Fahri Hamzah Usul Peradilan Etik, Pejabat Bisa Langsung Dipecat Sebelum Terjerat Korupsi

Fahri Hamzah Usul Peradilan Etik, Pejabat Bisa Langsung Dipecat Sebelum Terjerat Korupsi

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Review Serafina Makes Waves: Buku Bergambar Penuh Tawa dan Pelajaran Hidup

Review Serafina Makes Waves: Buku Bergambar Penuh Tawa dan Pelajaran Hidup

Your Say | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:00 WIB

3 Fitur Layar Samsung Galaxy Z Fold8 yang Wajib Dicoba untuk Multitasking dan Hiburan

3 Fitur Layar Samsung Galaxy Z Fold8 yang Wajib Dicoba untuk Multitasking dan Hiburan

Tekno | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:54 WIB

Mitsubishi Fuso Siapkan 6 Langkah Antisipasi untuk Konsumen yang Gunakan Solar B50

Mitsubishi Fuso Siapkan 6 Langkah Antisipasi untuk Konsumen yang Gunakan Solar B50

Otomotif | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:50 WIB

GAC Indonesia Jamin Pengiriman Mobil Listrik Selama GIIAS 2026 Dua Hari Sampai

GAC Indonesia Jamin Pengiriman Mobil Listrik Selama GIIAS 2026 Dua Hari Sampai

Otomotif | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:35 WIB

4 Rekomendasi Parfum Lokal Aroma Teh, Cocok untuk relaksasi!

4 Rekomendasi Parfum Lokal Aroma Teh, Cocok untuk relaksasi!

Your Say | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:30 WIB

×