Dampak Virus Corona di Sektor Otomotif, Ini Best 5 Carmaker untuk 2020

RR Ukirsari Manggalani

Minggu, 06 Desember 2020 | 13:20 WIB
Dampak Virus Corona di Sektor Otomotif, Ini Best 5 Carmaker untuk 2020
Hyundai IONIQ electric yang baru saja meluncur di Tanah Air (6/11/2020) [PT Hyundai Motors Indonesia].

Suara.com - Saat virus Corona jenis baru yang menyebabkan COVID-19 mewabah hingga terjadi pandemi global, sektor otomotif global mengalami pukulan berat. Pasar mobil nomor satu di dunia, termasuk sektor mobil listrik, China, dengan mayoritas pabrik di Kota Wuhan, bertekuk lutut. Sesudahnya Amerika Serikat dengan pusat industri di Detroit, serta Rayong di Thailand yang disebut sebagai Detroit  of  South East Asia. Demikian pula untuk kawasan Eropa, dan Britania Raya. Dampak pandemi di sektor otomotif terasa merata dialami.

Dikutip dari kantor berita Antara, penjualan global passenger car diperkirakan hanya mencapai kisaran 62 juta unit, jauh dibandingkan perolehan pada 2017 yang berada di angka 80 juta unit.

Di masa pandemi, carmaker melakukan serangkaian adaptasi. Mulai menghentikan operasional pabrik agar mencegah penularan virus Corona jenis baru, sampai melakukan pengalihan pembuatan produk untuk membantu penanganan COVID-19.

Di sisi lain, carmaker juga mempercepat transformasi digital demi bertahan.

MINI yang merayakan milestone khusus dipentaskan meriah di Bangkok International Motor Show ke-41  [Facebook: BIMS].
Bangkok International Motor Show ke-41  2020 [Facebook: BIMS].

Selanjutnya, saat terjadi pelonggaran lockdown pabrikan mulai beroperasi. Beberapa produk facelift serta all-new disuguhkan kepada khalayak, dalam bentuk launching virtual.

Puncaknya adalah penyelenggaraan dua pameran otomotif skala dunia. Satu di Wuhan, China dan satu lagi di Bangkok, Thailand.

Kekinian carmaker terus bertahan dan kapasitas produksi perlahan menanjak. Ekspor berlangsung, kondisi dinamis terus terjadi.

Berikut adalah lima besar pencapaian carmaker dunia di masa pandemi 2020:

1. Toyota

baca juga
  • Dukungan jaringan luas membuat Toyota Motor Corporation mampu bertahan. Pabrikan Jepang ini mampu menggeser Volkswagen di posisi puncak pada 2020.
  • Grup yang membawahi merek Daihatsu juga Hino ini mencatatkan penjualan mencapai 6.683.257 unit untuk Januari-September 2020. Tertinggi dibandingkan para kompetitornya. Meski angka ini masih lebih rendah 17 persen dibandingkan periode sama di tahun sebelumnya.
  • Komposisi penjualan: Toyota 6.076.468 unit, Daihatsu 503.307 unit, dan Hino 103.482 unit.
  • Dalam periode itu, Toyota melaporkan telah memproduksi total 6.416.715 unit. Atau 20,8 persen lebih rendah dari periode sama 2019, dengan 4.017.362 unit di antaranya diproduksi dari April-September. Artinya Januari-Maret hanya memproduksi kisaran 2 jutaan unit.
  • Komposisi penjualan, di Amerika Serikat Toyota secara keseluruhan menuju pemulihan, dan penjualan model merek Camry, RAV4, dan Lexus kuat, menghasilkan peningkatan 16 persen tahun ke tahun. Di China, Toyota mengalami kenaikan penjualan 25 persen dimotori model Corolla dan Levin.
Volkswagen ID.4 [Newsroom VW].
Volkswagen ID.4 [Newsroom VW].

2. Volkswagen

  • Pengiriman Grup Volkswagen turun 18,7 persen secara tahun ke tahun menjadi 6,5 juta kendaraan dalam sembilan bulan pertama 2020, dan menempatkannya di posisi kedua setelah Toyota.
  • Pemulihan pasar setelah penurunan tajam, terutama di awal kuartal kedua, berlanjut di kuartal ketiga, seperti yang diharapkan.
  • Penggerak utama perkembangan ini adalah China, pasar tunggal terbesar Volkswagen, di mana pengiriman antara Juli dan September naik 3 persen dari periode tahun sebelumnya.
  • Pemulihan pasar dan dampak tindakan penanggulangan yang dilakukan berdampak positif terhadap kinerja keuangan Grup Volkswagen di kuartal ketiga. Pendapatan penjualan antara Juli dan September mencapai 59,4 miliar euro (tahun lalu 61,4 miliar), atau hanya turun 3,4 persen.

3. Aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi

  • Diguncang dengan kasus mantan bos aliansi, Carlos Ghosn yang menjadi buron serta tidak kunjung selesai dengan penanganan kasusnya, serta isu perpecahan aliansi, grup otomotif Prancis-Jepang itu menunjukkan performa positif.
  • Dari penjualan sembilan bulan pertama 2020 itu, Nissan memberikan kontribusi 2.863.192 unit, Renault 2.063.358 unit, sedangkan Mitsubishi dalam kisaran 600-an ribu unit.
  • Nissan, yang menutup pabriknya dan memutuskan hengkang dari Indonesia sekitar Mei 2020, pada paruh pertama tahun fiskal 2020 yang berakhir 30 September lalu melaporkan pendapatan bersih konsolidasi 3,09 triliun yen dan rugi bersih 330 miliar yen.
  • Nissan berupaya untuk meningkatkan kualitas penjualan dengan berfokus pada penjualan eceran, menurunkan insentif dan meningkatkan pendapatan per unit, mengurangi tingkat persediaan antara Nissan dan diler, dan mengurangi biaya tetap dan mengoptimalkan biaya di seluruh operasi bisnis.
  • Di Indonesia, Nissan mengandalkan mitranya Mitsubishi dalam kerja sama produksi, khususnya untuk Livina yang secara spesifikasi dan desain nyaris sama dengan Mitsubishi Xpander.
Wuling Hong Guang MINI EV [Wuling via ANTARA HO].
Wuling Hong Guang MINI EV [Wuling via ANTARA HO].

4. General Motors

  • Pabrikan Amerika Serikat yang membawahi merek Chevrolet, Buick, GMC, Cadillac, Holden, serta Baojun dan Wuling di China ini membukukan penjualan sembilan bulan pertama 2020 berjumlah 4.716.449 unit, turun 17 persen dibanding periode sama 2019.
  • Dari total penjualan, Chevrolet berkontribusi hingga 2,28 juta unit, kemudian Wuling 725.130 unit, GMC 424.215 unit, dan selebihnya adalah Buick, Holden, Baojun, dan Cadillac.
  • Dengan kondisi pasar yang mulai pulih, merek Buick dan Cadillac menunjukkan kinerja kuat, penjualan meningkat masing-masing 26 persen dan 28 persen pada kuartal ketiga 2020.
  • Kendaraan listrik mini Wuling Hong Guang menjadi yang terlaris untuk model EV di China, dan Buick memulai penjualan SUV VELITE 7 all-electric dan VELITE 6 plug-in hybrid pada kuartal ketiga.

5. Grup Hyundai

  • Grup Hyundai dalam sembilan bulan pertama 2020 mencatatkan penjualan global 4.468.342 unit, dengan porsi untuk Kia 1.864.137 unit, turun 10,3 persen dibanding periode sama 2019, sedangkan Hyundai 2.604.205 unit, terkoreksi 19,4 persen.
  • Kia dalam periode itu membukukan pendapatan 42,26 triliun won, naik 0,5 persen, laba operasi 784,8 miliar won dan laba bersih 526 miliar won.
  • Hyundai IONIQ menjadi andalan perusahaan ini, termasuk dengan ekspor ke berbagai negara dalam kondisi Pembatasan Sosial Berskala Besar, seperti Indonesia.
  • Terlepas dari lingkungan bisnis yang sulit, Kia akan terus fokus untuk mewujudkan strategi Plan S, memperkenalkan 11 kendaraan listrik baterai dan meningkatkan margin keuntungan operasinya menjadi 6 persen pada 2025.
  • Pada September, Hyundai meluncurkan "Channel Hyundai", sebuah aplikasi interaktif untuk konsumennya berbelanja mobil dengan cara baru di era COVID-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Top 10 Kasus Dealer Mobil Problematik Sepanjang 2026: Nama Wuling, Toyota hingga BMW Tercatut

Top 10 Kasus Dealer Mobil Problematik Sepanjang 2026: Nama Wuling, Toyota hingga BMW Tercatut

Otomotif | Rabu, 28 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Menperin Sarmuji Minta Toyota Ekspansi Mobil Listrik Murni dan Pabrik Baterai

Menperin Sarmuji Minta Toyota Ekspansi Mobil Listrik Murni dan Pabrik Baterai

Otomotif | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Peta Penjualan SUV Keluarga September 2026 Toyota Rush Masih Memimpin

Peta Penjualan SUV Keluarga September 2026 Toyota Rush Masih Memimpin

Otomotif | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 11:09 WIB

Hyundai Boyong 11 Bus Listrik County EV Jadi Transportasi Publik Bali

Hyundai Boyong 11 Bus Listrik County EV Jadi Transportasi Publik Bali

Otomotif | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:25 WIB

Pilihan Mobil Bekas Rp 50 Jutaan yang Pas untuk Keluarga

Pilihan Mobil Bekas Rp 50 Jutaan yang Pas untuk Keluarga

Otomotif | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Hyundai Recall 95 Ribu Unit Genesis Akibat Potensi Jok Elektrik Terbakar

Hyundai Recall 95 Ribu Unit Genesis Akibat Potensi Jok Elektrik Terbakar

Otomotif | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 12:55 WIB

Toyota Ungkap Alasan Innova Zenix Jadi Model Pertama Gunakan Fitur Toyota Remote

Toyota Ungkap Alasan Innova Zenix Jadi Model Pertama Gunakan Fitur Toyota Remote

Otomotif | Kamis, 22 Oktober 2026 | 15:05 WIB

General Motors Andalkan AI Pangkas Waktu Produksi Mobil Baru

General Motors Andalkan AI Pangkas Waktu Produksi Mobil Baru

Otomotif | Kamis, 22 Oktober 2026 | 13:13 WIB

Kijang Innova Zenix Terima Penyegaran, Sekarang Bisa Dinyalakan Pakai Smartphone

Kijang Innova Zenix Terima Penyegaran, Sekarang Bisa Dinyalakan Pakai Smartphone

Otomotif | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:01 WIB

Risiko Kebakaran Baterai Volkswagen Tarik Ribuan Mobil Listrik

Risiko Kebakaran Baterai Volkswagen Tarik Ribuan Mobil Listrik

Otomotif | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Terkini

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:41 WIB

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah

Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:29 WIB

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot dan Diperiksa Propam Mabes!

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot dan Diperiksa Propam Mabes!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:29 WIB

Bakar Sampah Berujung Petaka, Pohon di Joglo Ambruk Timpa Kabel dan Tembok

Bakar Sampah Berujung Petaka, Pohon di Joglo Ambruk Timpa Kabel dan Tembok

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:21 WIB

Anime IruMafia Edition Tayang Januari 2027, Kisah Iruma di Kehidupan Mafia

Anime IruMafia Edition Tayang Januari 2027, Kisah Iruma di Kehidupan Mafia

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:20 WIB

Wali Kota Solo Minta Persis Segera Lunasi Tunggakan Sebesar Rp3,21 Miliar

Wali Kota Solo Minta Persis Segera Lunasi Tunggakan Sebesar Rp3,21 Miliar

Surakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:18 WIB

Polemik Tunggakan PBB Rp2,33 Miliar Yayasan IGM Palembang, Ratu Dewa Singgung Evaluasi Data

Polemik Tunggakan PBB Rp2,33 Miliar Yayasan IGM Palembang, Ratu Dewa Singgung Evaluasi Data

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:16 WIB

Pembalut Dikenai PPN 11 Persen, Bu Tejo 'Tilik' Kritik Keras Pemerintah: Ora Duwe Utek!

Pembalut Dikenai PPN 11 Persen, Bu Tejo 'Tilik' Kritik Keras Pemerintah: Ora Duwe Utek!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:13 WIB

×