Pakar: Kreativitas dan Inovasi Teknologi Industri Otomotif Jadi Strategi Bersaing di Pasar Internasional

RR Ukirsari Manggalani

Sabtu, 18 Februari 2023 | 08:21 WIB
Pakar: Kreativitas dan Inovasi Teknologi Industri Otomotif Jadi Strategi Bersaing di Pasar Internasional
Kegiatan ekspor mobil di Pelabuhan Tanjung Priok [IPCC Terminal Kendaraan]

Suara.com - Produk otomotif Indonesia terus diupayakan untuk berkibar di pasar global. Terbaru, hal ini dinyatakan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, dalam pembukaan Indonesia International Motor Show atau IIMS 2023. Beliau mengajak industri otomotif lebih galak untuk menekankan komposisi ekspor.

Dikutip dari kantor berita Antara, Yannes Martinus Pasaribu, pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) menyatakan bahwa industri otomotif Indonesia harus lebih kreatif dibandingkan negara tetangga. Tujuannya agar bisa bersaing secara global.

"Konsumen di pasar global cenderung mencari produk yang inovatif dan canggih sehingga industri otomotif Indonesia perlu kreatif berinovasi dan mengembangkan teknologi yang lebih canggih dan ramah lingkungan untuk menarik minat konsumen di pasar global," jelas Yannes Martinus Pasaribu.

Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo mencoba motor listrik Honda EM1 e: ditemani jajaran direksi PT Astra Honda Motor pada gelaran Indonesia International Motor Show 2023 [PT AHM].
Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo mencoba motor listrik Honda EM1 e: ditemani jajaran direksi PT Astra Honda Motor pada gelaran Indonesia International Motor Show 2023 [PT AHM].

Gonjang-ganjingnya, 2023 menjadi tahun gelap bagi kondisi ekonomi. Namun pakar otomotif itu menilai peluang masih terbuka lebar. Alasannya masih terdapat beberapa pasar yang kuat dan bertahan dari hantaman resesi global.

Disebutkan Yannes Martinus Pasaribu, antara lain pasar yang kuat dari resesi global adalah China, Amerika Serikat, serta wilayah Arab--termasuk negara-negara Teluk.


"Ketiganya relatif tidak terlalu terpengaruh oleh tekanan ekonomi global. Kendaraan listrik juga akan semakin banyak digunakan, cenderung akan meningkat pada 2023," lanjutnya.

Sementara pesaing Indonesia di sektor otomotif adalah China, India, juga Thailand.

"Ketiga negara ini memiliki industri otomotif yang besar dan berkembang dengan baik serta memiliki daya saing yang kuat di pasar global. Selain itu, negara-negara ini juga memiliki keunggulan dalam hal biaya produksi yang lebih rendah, infrastruktur yang lebih baik, dan dukungan pemerintah yang lebih besar," tandasnya.

Untuk meningkatkan daya saing di pasar global, tidak hanya model dan desain yang menarik perhatian. Hubungan kerja sama antarbangsa juga berpengaruh besar agar industri otomotif Indonesia eksis di kancah global.

baca juga

"Dukungan pemerintah dalam meningkatkan daya saing dan kerja sama internasional melalui pendayagunaan seluruh jejaring kedutaan besar yang ada di berbagai penjuru dunia juga bisa menjadi kunci untuk mencapai tujuan ini," kata Yannes Martinus Pasaribu.

Adapun peluang ekspor produk otomotif Indonesia saat ini antara lain adalah Australia.

"Indonesia memiliki peluang besar untuk memenuhi kebutuhan mobil di Australia, yang saat ini sepenuhnya bergantung pada impor sekitar 1,2 juta unit per tahun," ungkapnya.

Langkah yang bisa dilakukan Pemerintah adalah memberikan insentif, kebijakan fiskal, perbaikan infrastruktur, dan kemudahan investasi agar biaya produksi semakin murah dan harga jual ekspor lebih kompetitif lagi.

"Dengan dukungan kebijakan pemerintah yang lebih intensif, Indonesia dapat menjadi pusat produksi bagi pasar ekspor industri otomotif yang mampu bersaing dengan Thailand," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menyambung Cerita Desa Pidpid Lewat Kemasan Jamur Ramah Lingkungan

Menyambung Cerita Desa Pidpid Lewat Kemasan Jamur Ramah Lingkungan

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 17:51 WIB

Tren Mobil Ramah Lingkungan Meningkat Innova Zenix Hybrid Cari Favorit Warga Jateng DIY

Tren Mobil Ramah Lingkungan Meningkat Innova Zenix Hybrid Cari Favorit Warga Jateng DIY

Otomotif | Selasa, 15 September 2026 | 14:05 WIB

Ruang Raya Karawang 2026 Bakal Digelar Pekan Ini

Ruang Raya Karawang 2026 Bakal Digelar Pekan Ini

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 09:50 WIB

Bisnis HVAC RI Makin Besar, Isu Energi Jadi Tantangan

Bisnis HVAC RI Makin Besar, Isu Energi Jadi Tantangan

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 18:18 WIB

Tumbler, Status Sosial Baru, dan Jebakan Elitisme Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Tumbler, Status Sosial Baru, dan Jebakan Elitisme Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Your Say | Kamis, 10 September 2026 | 16:14 WIB

Bukan Sekadar Konser, Soundrenaline Ubah Phinisi Point Makassar Jadi Ruang Kreativitas

Bukan Sekadar Konser, Soundrenaline Ubah Phinisi Point Makassar Jadi Ruang Kreativitas

Entertainment | Minggu, 06 September 2026 | 11:46 WIB

Paper Cup Berlabel Biodegradable Tetap Bisa Lepaskan Mikroplastik, Kok Bisa?

Paper Cup Berlabel Biodegradable Tetap Bisa Lepaskan Mikroplastik, Kok Bisa?

News | Rabu, 02 September 2026 | 14:56 WIB

Strategi China Larang Produsen Mobil Banting Harga di Pasar Internasional

Strategi China Larang Produsen Mobil Banting Harga di Pasar Internasional

Otomotif | Rabu, 02 September 2026 | 11:37 WIB

Waspada Greenwashing, Klaim Ramah Lingkungan yang Tak Selalu Hijau

Waspada Greenwashing, Klaim Ramah Lingkungan yang Tak Selalu Hijau

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:15 WIB

Dari Limbah Plastik dan Tekstil, Ini Eco Jersey Pertamina Eco RunFest 2026

Dari Limbah Plastik dan Tekstil, Ini Eco Jersey Pertamina Eco RunFest 2026

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 20:44 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×