- Pabrik Volkswagen di Osnabrück bernegosiasi untuk memproduksi komponen pendukung sistem pertahanan udara Iron Dome.
- Langkah tak biasa ini diambil demi mencegah penutupan pabrik dan menyelamatkan ribuan nasib pekerja.
- Kolaborasi militer ini menjadi solusi alternatif di tengah krisis penjualan yang melanda industri otomotif.
Suara.com - Di tengah bayang-bayang ketegangan perang global, sebuah langkah tak terduga justru datang dari industri otomotif saat sebuah pabrikan mobil ternama dilaporkan siap merakit komponen Iron dome.
Raksasa asal Jerman, Volkswagen (VW), disebut tengah mempertimbangkan alih fungsi salah satu pabrik legendarisnya menjadi fasilitas pendukung sistem pertahanan udara canggih tersebut.
Laporan media internasional menguak fakta bahwa VW saat ini tengah dalam tahap negosiasi serius dengan Rafael Advanced Defense Systems, perusahaan pertahanan milik pemerintah Israel.
Negosiasi ini berfokus pada pemanfaatan pabrik Volkswagen di Osnabrück, Jerman. Namun, pertanyaannya, akankah merek mobil yang biasa dipakai warga sipil ini benar-benar beralih menjadi produsen senjata militer?
Bukan Merakit Rudal, Melainkan Komponen Pendukung
Bagi Anda yang membayangkan pabrik ini akan dipenuhi bahan peledak, bersiaplah untuk bernapas lega.
Pabrik Osnabrück tidak akan memproduksi rudal secara langsung, karena hal itu membutuhkan fasilitas yang jauh lebih spesifik dan berisiko tinggi.
Sebagai gantinya, fasilitas ini akan dimanfaatkan untuk mencetak komponen pendukung sistem pertahanan udara.
Komponen tersebut meliputi peluncur roket, generator listrik, hingga truk berat yang bertugas mengangkut sistem Iron Dome. Layaknya sebuah puzzle, VW akan menyediakan "kendaraan dan tenaga penggeraknya", sementara teknologinya tetap dipegang oleh perusahaan pertahanan.
Penyelamat Ribuan Pekerja di Tengah Krisis Ekstrem

Langkah ekstrem ini tentu bukan tanpa alasan. Volkswagen sedang berdarah-darah. Di Tiongkok, penjualan mereka merosot tajam.
Di pasar global, pertumbuhan kendaraan listrik (EV) berjalan sangat lamban, ditambah lagi dengan ancaman tarif yang mencekik dari Amerika Serikat. Puncaknya, awal bulan ini VW melaporkan anjloknya laba tahunan hingga 53 persen!
Akibat krisis ini, VW berencana memangkas hingga 50.000 pekerja pada tahun 2030. Namun, proyek Iron Dome ini seolah menjadi oase di padang pasir.
Jika negosiasi berhasil dan disetujui serikat pekerja, proses alih fungsi pabrik akan memakan waktu sekitar 12 hingga 18 bulan. Kabar baiknya? Kesepakatan ini berpotensi menyelamatkan sekitar 2.300 pekerjaan di fasilitas tersebut dari jurang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Pemerintah Jerman pun dilaporkan sangat mendukung rencana ini untuk memperkuat sektor manufaktur domestik mereka.