Itung-itungan Pajak Tahunan Wuling Air EV usai Aturan Baru: Masih Layak Dilirik?

Cesar Uji Tawakal

Kamis, 23 April 2026 | 21:00 WIB
Itung-itungan Pajak Tahunan Wuling Air EV usai Aturan Baru: Masih Layak Dilirik?
Wuling Air ev Lite Jadi Hadiah Utama Ajang International Animal Photo and Video Competition (IAPVC) 2025. (Foto: Wuling)

Suara.com - Pemilik mobil listrik seperti Wuling Air EV kini harus siap-siap memasuki era baru regulasi pemerintah.

Berlakunya Permendagri Nomor 11 Tahun 2026 per April ini menandai babak baru bagi skema perpajakan kendaraan listrik di tanah air.

Era pajak nol rupiah untuk tipe BEV kini resmi berganti. Mobil ramah lingkungan seperti Air EV mulai ditetapkan sebagai objek pajak daerah.

Meski tidak lagi gratis sepenuhnya, skema ini tetap dirancang agar tidak memberatkan para pemilik unit di masa transisi.

Besaran pajak tahunan kini dihitung berdasarkan variabel NJKB dan bobot kendaraan, dengan kewenangan tarif yang diserahkan kepada pemerintah daerah.

Kebijakan ini bertujuan menjaga keseimbangan antara dukungan terhadap ekosistem hijau dan kontribusi pengguna dalam pemeliharaan infrastruktur jalan.

Pemerintah tetap menyediakan ruang insentif agar beban pajak tetap kompetitif dan terjangkau.

Lantas, apakah Wuling Air EV yang kecil nan mungil pajaknya juga kecil? Mari hitung bersama pajak Wuling Air EV.

Pajak Wuling Air EV lebih mahal dari LCGC?

baca juga

Wuling Air EV kini menghadapi skema pajak baru yang menempatkan posisinya sedikit di atas segmen LCGC.

Jika mengacu pada aturan Permendagri Nomor 11 Tahun 2026, taksiran PKB untuk unit mungil ini tidak lagi nol rupiah.

Untuk varian Long Range dengan estimasi NJKB sekitar Rp185.000.000 hingga Rp210.000.000, pajak tahunannya diprediksi berada di kisaran Rp2.100.000 hingga Rp2.800.000.

Angka ini didapat dari perkalian NJKB dengan bobot koefisien 1,0 serta tarif pajak daerah sebesar 1 –1,5 persen.

Ditambah biaya SWDKLLJ sebesar Rp143.000, total kewajiban tahunan bisa menyentuh angka Rp3 jutaan.

Meskipun lebih mahal dibanding LCGC bensin yang mendapatkan insentif khusus, Air EV tetap unggul dalam efisiensi biaya energi harian.

Wuling Air EV tetap jadi pilihan lebih irit ketimbang LCGC

Wuling Air ev Lite Standard (wuling.id)
Wuling Air ev Lite Standard (wuling.id)

Wuling Air EV tetap menjadi primadona di jalanan kota karena dimensinya yang mungil, membuatnya sangat lincah menyalip di kemacetan dibandingkan mobil LCGC konvensional.

Keunggulan utamanya terletak pada biaya perawatan yang sangat rendah karena tidak memerlukan ganti oli mesin, busi, atau filter bahan bakar secara rutin.

Meskipun ukurannya ringkas, interiornya terasa sangat modern dan mewah berkat kehadiran layar ganda yang informatif.

Parkir di lahan sempit pun menjadi urusan mudah, menjadikannya kendaraan harian paling praktis.

Selain itu, fitur perintah suara berbahasa Indonesia (WIND) memberikan pengalaman berkendara yang jauh lebih canggih dan eksklusif daripada mobil sekelasnya di segmen ekonomis.

Unggul di efisiensi

Bicara soal hemat, Wuling Air EV benar-benar juara karena biaya pengisian daya listriknya jauh di bawah harga bensin LCGC termurah sekalipun.

Untuk mengisi daya baterai dari posisi kosong hingga penuh di rumah, biaya yang dikeluarkan hanya sekitar Rp30.000 hingga Rp45.000 tergantung varian.

Dengan biaya sekecil itu, mobil ini mampu menempuh jarak hingga 200 sampai 300 kilometer, yang berarti biaya per kilometernya hanya sekitar Rp150 saja.

Kemudahan pengisian daya di rumah dengan sistem easy charging membuat penggunanya tidak perlu lagi mengantre di SPBU, sehingga lebih hemat waktu dan energi setiap harinya.

Harga Wuling Air EV

Harga Wuling Air EV juga masih menjadi alasan kenapa mobil kecil ini layak beli. Berikut daftar harganya.

Daftar Harga Wuling Air EV Baru (OTR Jakarta)

  • Wuling Air EV Lite Standard Range (200 km): Rp214.000.000.
  • Wuling Air EV Lite Long Range (300 km): Rp251.000.000.
  • Wuling Air EV Standard Range: Rp248.000.000.
  • Wuling Air EV Pro Long Range (300 km): Rp307.000.000.

Estimasi harga Wuling Air EV bekas

Pasar mobil bekas untuk Air EV cukup stabil karena permintaannya yang tinggi untuk mobilitas perkotaan dan ganjil-genap. Berikut taksiran harganya.

  • Tipe Lite (Bekas tahun 2023-2024): Rp145.000.000 hingga Rp170.000.000.
  • Tipe Standard Range (Bekas tahun 2022-2023): Rp135.000.000 hingga Rp165.000.000.
  • Tipe Long Range/Pro (Bekas tahun 2022-2023): Rp175.000.000 hingga Rp210.000.000.
  • Unit Produksi Awal (2022): Untuk kondisi pemakaian tinggi, beberapa unit sudah bisa ditemukan mulai dari harga Rp115.000.000 hingga Rp130.000.000.

Kontributor : Armand Ilham

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Mobil Listrik Termurah di Bawah Harga Brio RS: AC Sejukkan si Kecil, Peneduh dari Bara El Nino

5 Mobil Listrik Termurah di Bawah Harga Brio RS: AC Sejukkan si Kecil, Peneduh dari Bara El Nino

Otomotif | Kamis, 23 April 2026 | 18:23 WIB

Wuling Tetap Pede Jual Mobil Listrik di Tengah Aturan Pajak Baru

Wuling Tetap Pede Jual Mobil Listrik di Tengah Aturan Pajak Baru

Otomotif | Kamis, 23 April 2026 | 18:10 WIB

Kena Regulasi Baru, Segini Itung-itungan Pajak BYD Atto 1: Masih Worth It?

Kena Regulasi Baru, Segini Itung-itungan Pajak BYD Atto 1: Masih Worth It?

Otomotif | Kamis, 23 April 2026 | 16:26 WIB

Nasib Insentif Kendaraan Listrik Kini Bergantung Penuh Pada Kemauan Pemerintah Daerah

Nasib Insentif Kendaraan Listrik Kini Bergantung Penuh Pada Kemauan Pemerintah Daerah

Otomotif | Kamis, 23 April 2026 | 13:30 WIB

Apakah Motor Listrik Kini Kena Pajak? Ini Penjelasan Aturan Terbaru Permendagri 11/2026

Apakah Motor Listrik Kini Kena Pajak? Ini Penjelasan Aturan Terbaru Permendagri 11/2026

Otomotif | Kamis, 23 April 2026 | 12:31 WIB

Terkini

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:55 WIB

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:51 WIB

PPP: Anak Muda Harus Jadi Pemimpin Masa Depan, Bukan Cuma Objek Politik 2029

PPP: Anak Muda Harus Jadi Pemimpin Masa Depan, Bukan Cuma Objek Politik 2029

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:43 WIB

IPO Anthropic Sita Perhatian Wall Street, Target Valuasi Tembus Rp36 Kuadriliun

IPO Anthropic Sita Perhatian Wall Street, Target Valuasi Tembus Rp36 Kuadriliun

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:39 WIB

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:37 WIB

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:34 WIB

Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045

Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:31 WIB

Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi

Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:30 WIB

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:20 WIB

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:05 WIB

×