TANTRUM - Seharusnya kini sudah memasuki musim kemarau yang dingin nan kering. Namun adanya beberapa gangguan cuaca, kondisinya menjadi seperti musim penghujan.
Meski begitu tidak ada salahnya, dampak anomali cuaca ini diantisipasi unutk kesehatan kulit kita.
Ragam cara dilakukan oleh masyarakat dalam merawat tubuhnya. Salah satu perawatan tubuh yang harus diperhatikan adalah kesehatan rambut.
Kerap kali memasuki musim kemarau, udara dipastikan lebih lembab. Sehingga kulit kepala menjadi berminyak.
"Akibat kemarau di Indonesia kali ini lebih dingin dan kering, menyebabkan batang rambut lebih kering," kata Reiva Farah Dwiyana, dokter spesialis kulit dan kelamin Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) ditulis Bandung, Minggu, 29 Mei 2022.
Cara untuk mengatasinya bilang Reiva, rambut harus dicuci dua kali sehari atau bahkan tiap hari apabila sangat berminyak.
Jangan salah dalam memilih sampo sesuai dengan kondisi kulit kepala dan rambut seperti untuk rambut normal, berminyak dan berketombe.
Untuk rambut jenis kering, pecah - pecah lanjut Reiva, harus memakai kondisioner mulai dari pertengahan batang rambut hingga ke ujung.
Tapi penggunaannya jangan sampai terkena kulit kepala, supaya tidak berminyak. Diamkan beberapa menit baru dibilas.
"Kalau musim kemarau, rambut lebih mudah berketombe karena suhu panas dan lembab menyebabkan jamur saprofit di permukaan kulit jadi lebih aktif (malasezzia furfur)," ujar Reiva.
Reiva mengatakan jika penggunaan sampo anti ketombe belum bisa menghilangkan ketombe. Penggunaan sampo yang mengandung obat anti jamur misalnya ketokonazol, selenium sulfida dapat digunakan.
Caranya hanya digunakan dua kali dalam seminggu, diamkan selama 5-10 menit baru bilas dalam sekali pemakaian.
Perawatan rambut terakhir di musim kemarau adalah, rambut harus dalam keadaan kering sebelum ditutup dengan penutup kepala seperti hijab, helm, topi dan lainnya.
Berdasarkan pemantauan Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (PRIMA BRIN), cuaca menjelang akhir bulan Mei 2022 seharusnya menjadi awal musim kemarau yang kering dan dingin.
Namun ternyata masih menunjukkan karakteristik sebagaimana musim hujan. Hal ini ditunjukkan misalnya dengan masih sering terjadi hujan deras dengan petir bahkan kadang disertai angin kencang.
Selain itu, suhu udara pun terasa lebih hangat dan lembap. Pada pagi hari, awan-awan rendah Cumulus congestus masih tumbuh dengan cepat dan mencapai tahap matang pada siang atau sore hari.
Padahal, awan-awan yang menjadi ciri khas musim kemarau seharusnya berupa jenis awan-awan tinggi Cirro-cumulus atau Cirrus yang menandakan atmosfer sudah minim aktivitas konvektif.