Mencegah Risiko Kematian Dini, Ini Yang Bisa Dilakukan

Tantrum Suara.Com
Jum'at, 10 Juni 2022 | 12:41 WIB
Mencegah Risiko Kematian Dini, Ini Yang Bisa Dilakukan
Mencegah Risiko Kematian Dini, Ini Yang Bisa Dilakukan

TANTRUM - Pemerintah tengah meningkatkan kesehatan masyarakat untuk mengurangi angka penyakit tidak menular, seperti jantung, hipertensi, dan diabetes melalui kampanye gaya hidup sehat di Indonesia.

Dewan Penasihat Nutrisi Herbalife Nutrition Rimbawan mengatakan, konsumsi makanan tinggi lemak dan kurangnya aktivitas fisik menyebabkan seseorang rentan dengan penyakit tidak menular.

"Faktor yang menjadi pemicu adalah konsumsi makanan yang tinggi lemak dan kurangnya aktivitas fisik. Orang yang tidak aktif hampir dua kali lebih mungkin terkena penyakit jantung daripada mereka yang lebih aktif," ujarnya di Jakarta, Jumat, 6 Juni 2022.

Ia memaparkan, fakta tersebut menunjukkan betapa pentingnya olahraga untuk mencegah penyakit kardiovaskuler. Dengan mengatur pola hidup seperti berolah raga dan makanan yang sehat, akan memberikan dampak yang cepat untuk tubuh.

"Bahkan dengan mencoba melakukan program olahraga kardio selama dua minggu, latihan akan lebih mudah dan tidak membuat mengganggu aktivitas sehari-hari," katanya.

Mengurangi risiko tersebut, kata ia, perlu mengatur pola makanan dalam jumlah sesuai kebutuhan tubuh, menerapkan gizi yang seimbang dalam setiap menu makanan yang dikonsumsi, seperti memperbanyak konsumsi buah dan sayur disertai penurunan konsumsi daging, konsumsi protein bermutu tinggi, tetap memenuhi kebutuhan cairan dengan konsumsi cairan setara delapan gelas air.

Selain itu, lanjutnua, perlu memperhatikan asupan beberapa vitamin dan mineral yang berperan dalam imunitas tubuh khususnya vitamin A, C, D, B6, B12, folat, Se, Zn , Cu, dan Fe.

Ia mengatakan, aktivitas fisik dikategorikan cukup apabila seseorang melakukan aktivitas fisik selama 30 menit setiap hari atau minimal 3-5 hari dalam seminggu.

Orang yang melakukan aktivitas fisik aktif selama tujuh jam dalam satu minggu, paling tidak, mempunyai risiko 40 persen lebih rendah mengalami kematian dini dibandingkan dengan mereka yang melakukan aktivitas fisik kurang dari 30 menit seminggu.

"Banyak sekali penurunan risiko penyakit jika seseorang melakukan sedikitnya 2,5 jam senam aerobik yang sedang secara intensif setiap minggu," kata dia.

Aktivitas fisik bisa dengan berjalan, berlari, bersepeda, menari, berenang, dan apa pun yang membuat detak jantung meningkat.

"Semua itu dapat berdampak positif pada kesehatan, kesejahteraan, dan kebahagiaan anda sekarang dan di masa mendatang," katanya

Senior Director dan Country General Manager Herbalife Nutrition Indonesia Andam Dewi mengatakan pihaknya mendukung upaya hidup sehat yang dibangun dari keseimbangan nutrisi dan olahraga teratur. 

"Kami melakukan berbagai kampanye edukasi gaya hidup sehat yang selaras dengan misi perusahaan, " ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI