Pakai Waze, Tentara Israel Kesasar, Nyaris Mati di Kamp Palestina

Liberty Jemadu

Rabu, 02 Maret 2016 | 06:12 WIB
Pakai Waze, Tentara Israel Kesasar, Nyaris Mati di Kamp Palestina
Aplikasi navigasi Waze digunakan oleh pengendara mobil (Shutterstock).

Suara.com - Dua tentara Israel memicu pertempuran mematikan di sebuah kamp pengungsi Palestina, Selasa (1/3/2015), setelah keduanya secara tak sengaja memasuki kawasan itu karena mengikuti panduan dari aplikasi navigasi Waze milik Google.

Kedua tentara itu dilaporkan menggunakan Waze saat sedang mengendarai Jeep militer mereka dan tersasar di dalam kamp pengungsi Qalandia, Tepi Barat, sebuah kawasan yang terkenal rentan bergejolak di Palestina.

Tiba di kamp itu, mereka langsung disambut dengan lemparan batu dan bom molotov, demikian kata juru bicara angkatan bersenjata Israel, Motti Almoz seperti dikutip The Guardian.

Setelah Jeep mereka terbakar, kedua tentara itu melarikan diri. Salah satu tentara berhasil lolos, melarikan diri ke sebuah pemukiman Yahudi. Sementara seorang lagi berlindung di sebuah halaman rumah keluarga Palestina selama sekitar satu jam.

Menurut laporan media-media lokal, demi menyelamatkan dua tentara itu, Israel mengaktifkan Protokol Hannibal, sebuah upaya luar biasa militer Israel untuk mencegah prajuritnya diculik oleh musuh.

Dalam operasi itu Israel mengerahkan sejumlah helikopter dan pasukan khusus untuk menyelamatkan kedua prajurit itu. Operasi penyelamatan itu sendiri segera menjadi pertempuran besar, yang menelan satu korban jiwa dari pihak Palestina dan 10 tentara Israel terluka.

Organisasi Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan bahwa korban tewas bernama Eyad Sajadiyeh, mahasiswa berusia 22 tahun. Ia tertembak di kelapa dalam peristiwa itu.

BACA JUGA: 

Surat Wasiat Osama Bin Laden Dibuka ke Publik

Waze: Kesalahan pada Tentara Israel

Menteri Pertahanan Israel, Moshe Ya'alon mengatakan kedua tentara itu kemungkinan tersasar karena mengikuti petunjuk Waze saat mereka menempuh perjalanan dari Yerusalem ke Tepi Barat. Keduanya tampaknya mencoba mencari jalan pintas.

Ya'alon mengatakan akan menyelidiki peristiwa itu untuk memastikan situasi yang sama tidak terulang.

"Sejak lama, ketika GPS diperkenalkan, saya sudah tahu bahwa Anda harus mengetahui cara menggunakan peta... dan jangan pernah mengikuti teknologi secara buta," kata dia.

Adapun Waze, aplikasi yang dibeli Google pada 2013 silam, mengatakan insiden itu adalah buah kesalahan kedua prajurit itu sendiri.

"Waze punya pengaturan default, yang mencegah orang melewati area berbahaya atau area yang tak boleh dilewati oleh warga Israel," demikian bunyi pernyataan Waze.

"Dalam kasus ini, pengaturan itu dinonaktifkan. Selain itu, pengemudi menyimpan dari rute yang dianjurkan dan alhasil, memasuki area yang dilarang," jelas Waze lebih lanjut.

"Ada juga tanda larangan di jalanan yang dilalui, yang menerangkan bahwa itu adalah akses ke wilayah Palestina. Adalah tanggung jawab dari setiap pengemudi untuk mematuhi rambu lalu litas dan mematuhi hukum setempat," beber Waze.

BERITA MENARIK LAINNYA: 

Pemulung Ungkap Kejamnya Anak Buah Penguasa Kalijodo

Reza Artamevia Jarang Menjenguk Angelina Sondakh

Ini Bahayanya Gunakan Koran untuk Bungkus Makanan

6 Fakta Menarik Soal Ereksi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Perselingkuhan Benjamin Netanyahu dengan Konsultan Politik Terbongkar Usai 33 Tahun Tertutup

Perselingkuhan Benjamin Netanyahu dengan Konsultan Politik Terbongkar Usai 33 Tahun Tertutup

News | Minggu, 13 September 2026 | 09:26 WIB

Warga Bangkok Protes WN Israel Diduga Caplok Lahan di Thailand

Warga Bangkok Protes WN Israel Diduga Caplok Lahan di Thailand

News | Jum'at, 11 September 2026 | 09:31 WIB

Adidas Minta Maaf Eks Tentara Israel Difabel Jadi Bintang Iklan Single Shoe

Adidas Minta Maaf Eks Tentara Israel Difabel Jadi Bintang Iklan Single Shoe

News | Rabu, 09 September 2026 | 12:40 WIB

Kenapa Adidas Diboikot?

Kenapa Adidas Diboikot?

News | Rabu, 09 September 2026 | 12:11 WIB

Seruan Boikot Adidas Meluas Usai Promosi Sepatu Gandeng Mantan Tentara Israel

Seruan Boikot Adidas Meluas Usai Promosi Sepatu Gandeng Mantan Tentara Israel

News | Rabu, 09 September 2026 | 11:49 WIB

Israel Tutup Konsulat Inggris di Yerusalem, Panas Pemblokiran Impor Barang Permukiman Ilegal

Israel Tutup Konsulat Inggris di Yerusalem, Panas Pemblokiran Impor Barang Permukiman Ilegal

News | Rabu, 09 September 2026 | 10:11 WIB

Serangan Zionis Israel di Lebanon Tewaskan Belasan Orang

Serangan Zionis Israel di Lebanon Tewaskan Belasan Orang

Video | Rabu, 09 September 2026 | 12:00 WIB

5 Warga Palestina Tewas Diserang Israel di Jalur Gaza, 30 Lainnya Luka Parah

5 Warga Palestina Tewas Diserang Israel di Jalur Gaza, 30 Lainnya Luka Parah

News | Selasa, 08 September 2026 | 10:53 WIB

Korban Tewas di Gaza Tembus 73.651 Orang

Korban Tewas di Gaza Tembus 73.651 Orang

News | Minggu, 06 September 2026 | 19:34 WIB

Warga Israel Serang Masjid Nur al-Din Zanki di Nablus

Warga Israel Serang Masjid Nur al-Din Zanki di Nablus

News | Selasa, 01 September 2026 | 16:38 WIB

Terkini

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Video | Selasa, 15 September 2026 | 22:15 WIB

FIA Rallycross World Cup 2026 Mendarat di Jakarta, Pebalap Indonesia Dapat Kesempatan Unjuk Gigi

FIA Rallycross World Cup 2026 Mendarat di Jakarta, Pebalap Indonesia Dapat Kesempatan Unjuk Gigi

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 21:51 WIB

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:45 WIB

Darurat ISPA di Kalimantan: 460 Ribu Kasus Terjadi, Pemerintah Jangan Cuma Bagi-bagi Masker!

Darurat ISPA di Kalimantan: 460 Ribu Kasus Terjadi, Pemerintah Jangan Cuma Bagi-bagi Masker!

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:43 WIB

Promo UFood BRI Kasih Diskon Makanan hingga 65%, Siapa Cepat Dia Dapat!

Promo UFood BRI Kasih Diskon Makanan hingga 65%, Siapa Cepat Dia Dapat!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 21:25 WIB

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Melalui Integrasi Portofolio dan Infrastruktur LNG

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Melalui Integrasi Portofolio dan Infrastruktur LNG

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 21:17 WIB

Empat Orang Dekatnya Jadi Tersangka, Nusron Wahid Belum Diperiksa KPK

Empat Orang Dekatnya Jadi Tersangka, Nusron Wahid Belum Diperiksa KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:16 WIB

Polisi Beri Pendampingan Psikologis bagi Keluarga Korban KM Virgo

Polisi Beri Pendampingan Psikologis bagi Keluarga Korban KM Virgo

Video | Selasa, 15 September 2026 | 21:05 WIB

Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur

Review Film I Want Your Sex: Saat Batas Antara Seni, Eksploitasi, dan Obsesi Menjadi Kabur

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 21:05 WIB

Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai

Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 21:01 WIB

×