LIPI Dorong Riset untuk Temukan Hubungan Kematian Massal Ikan dan Gempa

Liberty Jemadu

Sabtu, 09 November 2019 | 00:05 WIB
LIPI Dorong Riset untuk Temukan Hubungan Kematian Massal Ikan dan Gempa
Uji sampel ikan yang mati di sejumlah kawasan sepanjang Pantai Ambon, Maluku. (Antara)

Suara.com - Pusat Penelitian Laut Dalam (P2LD) Lembaga Ilmu Pegetahuan Indonesia (LIPI) memandang perlu adanya riset dan kajian yang lebih mendalam terkait fenomena kematian massal ikan dan peristiwa gempa bumi.

"Saya kira memang perlu ada kajian, analisis maupun riset yang lebih mendalam terkait fenomena kematian massal ikan dan bencana gempa bumi, " kata Peneliti P2LD LIPI Hanung Agus Mulyadi di Ambon, Jumat (8/11/2019).

Ia mengatakan kajian dan riset mendalam mengenai kedua fenomena tersebut perlu dilakukan, karena bisa jadi peristiwa alam tersebut memiliki keterkaitan satu sama lain, sehingga diperlukan penelitian ilmiah untuk membuktikannya.

Hanung merujuk pada fenomena kematian massal ikan demersal yang terjadi di beberapa wilayah di Pulau Ambon pada 12 -16 September 2019, beberapa hari berselang sesudah peristiwa tersebut terjadi guncangan gempa bumi magnitudo 6,5 dan 5,6 pada 26 September 2019.

Hal yang sama juga terjadi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, setelah ada laporan ditemukkannya biota laut dan ikan demersal mati di Desa Lelingluan, Kecamatan Tanimbar Utara, beberapa hari kemudian terjadi gempa bumi.

"Di Ambon setelah ada laporan kematian massal ikan beberapa hari terjadi gempa, di Tanimbar juga begitu. Kemungkinan di daerah lain juga seperti itu, setelah ada laporan kematian massal ikan diikuti, satu minggu atau beberapa hari kemudian gempa," ucap Hanung.

Dia mengakui ilmu pengetahuan modern saat ini belum bisa menyatakan bahwa kematian massal ikan merupakan salah satu penanda akan adanya gempa bumi maupun tsunami. Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan penelitian terkait hal itu.

Berkembangnya sains modern membuat metode untuk melakukan pengukuran lebih presisi dan komprehensif, sehingga bisa jadi mampu menjawab bagian yang terlewatkan dari penelitian sebelumnya.

"Sampai saat ini sains modern mencatat belum terbukti secara ilmiah bahwa kematian massal ikan adalah salah satu penanda akan terjadi gempa, tapi ilmu pengetahuan terus berkembang, boleh jadi ke depan bisa menjawab missing link-nya itu, hipotesa bisa terbukti, bisa juga salah atau direvisi," ujarnya.

baca juga

Penelitian P2LD LIPI terkait kematian massal ikan di Pulau Ambon sempat dipaparkan oleh Hanung di Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (ISOI) ke-XIV yang digelar di Ambon, pada Kamis (7/11/2019).

Dalam kesempatan itu, seorang ahli geologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) menyarankan agar P2LD LIPI meningkatkan kajian mengenai kematian ikan dan kaitannya dengan oleh kebocoran gas metana, radon dan lainnya yang keluar dari dalam bumi.

Hanung menyatakan dirinya sepakat dengan usulan tersebut karena sifat gas yang cepat menguap, sehingga tidak mungkin bisa menangkap bukti keberadaan gas berdasarkan pemeriksaan sampel ikan mati.

Hal itu harus menjadi fokus P2LD LIPI dan lembaga lainnya, seperti Universitas Pattimura (Unpatti) maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku, bagaimana menyediakan alat yang secara ilmiah bisa melacak kebocoran gas alam setelah fenomena kematian massal ikan.

"Saya sepakat, sangat menarik dan juga masuk akal karena secara sains bisa juga atau boleh jadi kebocoran gas yang awalnya tidak terbukti bisa jadi yang menyebabkan biota-biota ikan yang secara fisiologis terpapar dan akhirnya mati, itu satu rentetan gas-gas tadi menandakan akan adanya gempa," tutup Hanung. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peringatan Gempa Bukan Ramalan: Stop Tunggu Bencana untuk Belajar Mitigasi

Peringatan Gempa Bukan Ramalan: Stop Tunggu Bencana untuk Belajar Mitigasi

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 13:00 WIB

Bantuan Kemanusiaan Buat Korban Bencana RI, Dari Karhutla hingga Gempa NTT

Bantuan Kemanusiaan Buat Korban Bencana RI, Dari Karhutla hingga Gempa NTT

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 07:30 WIB

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:32 WIB

94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, DPR Desak Audit Besar-besaran

94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, DPR Desak Audit Besar-besaran

News | Kamis, 17 September 2026 | 15:29 WIB

118 Gempa Guncang Bandung, BMKG Temukan Area Sumber Seismik Baru yang Belum Terpetakan

118 Gempa Guncang Bandung, BMKG Temukan Area Sumber Seismik Baru yang Belum Terpetakan

News | Kamis, 17 September 2026 | 14:19 WIB

Rentetan Gempa Swarm di Pangalengan Pertanda Lindu Besar Terjadi? Ini Kata Ahli

Rentetan Gempa Swarm di Pangalengan Pertanda Lindu Besar Terjadi? Ini Kata Ahli

News | Kamis, 17 September 2026 | 11:41 WIB

Gempa Besar Guncang Jepang, Tokyo hingga Saitama Ikut Bergetar

Gempa Besar Guncang Jepang, Tokyo hingga Saitama Ikut Bergetar

News | Kamis, 17 September 2026 | 09:47 WIB

Bantuan Korban Bencana Gempa NTT Terus Bergulir

Bantuan Korban Bencana Gempa NTT Terus Bergulir

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 07:55 WIB

15.722 Gempa Susulan Terjadi Usai Flores Diguncang M7,7, BMKG Ungkap Kondisi Terkini

15.722 Gempa Susulan Terjadi Usai Flores Diguncang M7,7, BMKG Ungkap Kondisi Terkini

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:23 WIB

Gempa M 5,5 Guncang Banten: Benda Gantung Bergoyang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,5 Guncang Banten: Benda Gantung Bergoyang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

News | Senin, 14 September 2026 | 19:41 WIB

Terkini

Euforia Harvest Moon dan Ironi Warga Kota Besar yang Dijajah 'Polusi Cahaya'

Euforia Harvest Moon dan Ironi Warga Kota Besar yang Dijajah 'Polusi Cahaya'

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 16:05 WIB

Apakah Membersihkan Noda Lem di Bodi Mobil Pakai Aseton Aman?

Apakah Membersihkan Noda Lem di Bodi Mobil Pakai Aseton Aman?

Otomotif | Minggu, 27 September 2026 | 16:04 WIB

Wakil Rektor ITB Indonesia Tewas di Rumah, Mobil Dilaporkan Hilang

Wakil Rektor ITB Indonesia Tewas di Rumah, Mobil Dilaporkan Hilang

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 16:04 WIB

Promo Diskon 10% Dusit Thani untuk Seluruh Pemegang Debit Virtual BRI

Promo Diskon 10% Dusit Thani untuk Seluruh Pemegang Debit Virtual BRI

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 16:00 WIB

Promo BRI Terbaru, Diskon hingga 40% untuk Persiapan Kuliah di Luar Negeri

Promo BRI Terbaru, Diskon hingga 40% untuk Persiapan Kuliah di Luar Negeri

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 15:53 WIB

Kode Promo Healing di Banyan Group Khusus Nasabah BRI

Kode Promo Healing di Banyan Group Khusus Nasabah BRI

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 15:49 WIB

BYD Atto 1 Jilid 2 Generasi Terbaru Siap Mengaspal: Roda Belakang Jadi Penggerak hingga Bagasi Luas

BYD Atto 1 Jilid 2 Generasi Terbaru Siap Mengaspal: Roda Belakang Jadi Penggerak hingga Bagasi Luas

Otomotif | Minggu, 27 September 2026 | 15:46 WIB

Serbu Promo Gantung Alfamart! Minyak Goreng dan Telur Turun Harga Besar-besaran

Serbu Promo Gantung Alfamart! Minyak Goreng dan Telur Turun Harga Besar-besaran

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 15:41 WIB

Persiraja Pecat Semua Pelatih Usai Kalah Tiga Laga Beruntun

Persiraja Pecat Semua Pelatih Usai Kalah Tiga Laga Beruntun

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 15:36 WIB

5 Tips Pasang Jet Pump yang Benar agar Air Lancar dan Pompa Awet

5 Tips Pasang Jet Pump yang Benar agar Air Lancar dan Pompa Awet

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 15:35 WIB

×