- Video viral petani di Tuban menggunakan drone memicu diskusi mengenai kemampuan teknologi drone dalam mengangkat beban manusia.
- Drone logistik seperti DJI FlyCart 100 dirancang khusus untuk distribusi barang berat, bukan sebagai transportasi penumpang manusia.
- Perusahaan EHang asal China mengembangkan drone EHang 184 sebagai kendaraan udara listrik khusus untuk mengangkut satu penumpang.
Apakah Ada Drone Khusus Pengangkut Manusia?
Selain drone logistik, perkembangan teknologi juga melahirkan drone yang sejak awal memang dirancang sebagai kendaraan untuk mengangkut penumpang.
Salah satu yang paling dikenal adalah EHang 184, drone buatan perusahaan teknologi asal China bernama EHang yang mulai diperkenalkan dan diuji coba pada 2018 di Kota Guangzhou.
Berbeda dengan drone pengangkut barang, EHang 184 memang dibuat sebagai kendaraan udara tanpa awak yang dapat membawa satu orang penumpang.
Drone ini menggunakan tenaga listrik dan mampu mengangkut penumpang dengan berat maksimal sekitar 100 kilogram.
Dalam sekali penerbangan, EHang 184 dapat terbang selama kurang lebih 23 menit dengan kecepatan maksimum mencapai 100 kilometer per jam.
Perusahaan pengembangnya juga mengungkapkan bahwa EHang 184 telah melewati lebih dari 1.000 kali uji terbang sebelum diperkenalkan kepada publik.
Selain itu, drone ini dirancang mampu bertahan pada kecepatan angin hingga sekitar 50 kilometer per jam, sehingga memiliki tingkat kestabilan yang lebih baik saat beroperasi.
Pengembangan EHang 184 dilakukan bukan hanya untuk transportasi pribadi, tetapi juga diarahkan bagi berbagai kebutuhan lain, seperti ambulans udara hingga sektor pariwisata.
Pendiri EHang, Derrick Xiong, menjelaskan teknologi tersebut dikembangkan untuk menghadirkan pilihan transportasi yang lebih praktis di masa depan.
"Pesawat tanpa awak ini akan membantu warga menghindari macet di jalan-jalan. Tapi kami juga sedang mengembangkan aplikasi lainnya. Kami memikirkan tentang angkutan transportasi darurat, atau kami bisa juga mengantar pasien ke rumah sakit, atau transportasi pariwisata. Kalian tahu, seperti terbang dari satu pulau ke pulau lain," kata Derrick Xiong
EHang 184 akan dipasarkan dengan kisaran harga sekitar 200.000 hingga 300.000 USD, menjadikannya salah satu pionir kendaraan udara pribadi berbasis listrik.