Persib Bandung Akan Hapus Kutukan Liga Indonesia

Doddy Rosadi | Suara.com

Rabu, 12 November 2014 | 10:00 WIB
Persib Bandung Akan Hapus Kutukan Liga Indonesia
Pelatih Persib Bandung, Djajang Nurjaman. (suara.com/Doddy Rosadi)

Suara.com - Djajang Nurjaman mengakhiri penantian panjang pendukung Persib Bandung selama 19 tahun. Pada Jumat lalu, Djajang yang akrab disapan Djanur, membawa anak asuhnya Persib Bandung mengalahkan Persipura di final melalui drama adu penalti.

Djajang adalah produk Persib tulen. Dia memulai karirnya bersama Persib yunior dan pada 1986 mencetak gol kemenangan Maung Bandung melawan Perseman Manokwari di final Perserikatan.  Ketika ditunjuk menjadi pelatih Persib pada 2012, Djajang melakukan perombakan besar-besaran.

Hasilnya, prestasi Persib langsung menanjak ke posisi 4 di liga Super Indonesia. Apa rahasianya sehingga Djajang bisa membawa Persib menjadi juara liga Indonesia di musim keduanya dan mengulangi prestasi 1994/95.

Di atas bangku di depan kamarnya di Mess Persib Bandung di jalan Ahmad Yani, Bandung, kepada suara.com, Selasa (11/11/2014), Djajang menceritakan suka duka menjadi pelatih Persib Bandung, mulai dari ‘membuang’ pemain hingga targetnya di masa yang akan datang.

Ketika pertamakali ditunjuk sebagai pelatih Persib Bandung pada tahun 2012, apakah manajemen memberikan target kepada anda untuk bisa membawa Maung Bandung menjadi juara liga Indonesia?

Pasti, karena dari tahun ke tahun, Persib maunya seperti itu, jadi siapa pun pelatinya harus bisa memberikan gelar juara. Karena sudah terlama lama Persib tidak jadi juara, jadi saya menerima target itu.

Saat anda menangani Persib, konsisinya ketika itu tengah ‘hancur lebur’, perubahan apa yang anda lakukan?

Yang pertama saya meminta kepada manajemen untuk diberi kebebasan dalam memilih pemain. Waktu itu saya ambil banyak pemain dari luar dan hanya mempertahankan sedikit dari skuat yang lama. Selain itu, saya juga mengubah gaya permainan Persib yang selama ini cenderung menggunakan bola-bola panjang menjadi lebih “direct.” Gaya permainan asli Persib itu adalah bola dari kaki ke kaki seperti ketika zaman saya dulu.

Di musim pertama, anda belum bisa langsung memberikan gelar juara, apa kendalanya?

Memang harus diakui bahwa sulit untuk meraih juara di musim pertama, karena itu tidak bisa dilakukan secara instan. Butuh waktu untuk bisa juara, lumayan ada peningkatan karena Persib menempati posisi empat. Namun, masih ada sejumlah hal yang harus diperbaiki. Pertama, belum semua pemain menyatu dan masih ada kelompok-kelompok. Selain itu, cara bermain juga belum kompak. Syaa juga ganti sejumlah pemain dengan pemain yang baru.

Di musim 2013/14, apakah ada intervensi dari manajemen dalam menentukan pemain?

Alhamdulillah tidak ada. Keputusan ada di tangan saya 100 persen.

Ketika akan memulai musim 2013/14, apakah anda yakin skuat pemain yang anda punya bisa untuk menjadi juara liga?

Sebenarnya saya agak surprise juga ketika Persib bisa menjadi juara. Karena, target saya sebenarnya bisa lebih baik dari musim sebelumnya yaitu peringkat 3 atau 2. Alhamdulillah, target menjadi juara bisa tercapai dalam tahun kedua.

Apa perbedaan mendasar dari skuat yang anda punya pada musim ini dibandingkan musim sebelumnya?

Sebenarnya tidak terlalu banyak perubahan mendasar. Hanya saja, di musim ini saya lebih sering memainkan pola 4-3-3 dibandingkan 4-2-3-1.

Di musim 2013/14, apakah anda merasakan ada beban yang harus ditanggung karena panjangnya puasa gelar juara yang dialami Persib?

Jujur, saya justru merasa lebih lepas di musim kedua. Karena saya percaya dengan kekuatan tim yang ada. Saya semakin enjoy.

Selain partai final, pertandingan mana yang menurut anda paling berat di sepanjang musim 2013/14?

Semifinal ketika melawan Arema Cronus. Jujur, saya tidak berharap ketemu Arema di semifinal. Secara tim, Arema bagus dan punya ball possession bagus, kualitas pemain lokal dan asing juga bagus. Saya sempat agak tegang ketika Persib ketinggalan 1-0 hingga menit ke-70. Ketika anak-anak bisa membalas dan akhirnya menang saya baru lega.

Sebelum tampil di final melawan Persipura, bagaimana cara anda menghilangkan beban dari pundak pemain?

Euforia kemenangan di semifinal melawan Arema terlalu berlebihan, sudah seperti Persib juara. Itu yang saya khawatirkan. Dalam dua hari persiapan sebelum final, saya tidak melakukan latihan yang berat. Saya pompa semangat anak-anak,” Kita tinggal selangkah lagi. Kalau dulu jadi juara itu hanya angan-angan, kini tinggal satu pertandingan lagi. Persipura bukan tim yang tidak bisa kalahkan.”

Ketika pertandingan harus diselesaikan dengan adu penalti, masukan apa yang anda berikan kepada para pemain?

Pertama, saya punya modal karena dalam latihan sering dilakukan adu penalti. Jadi saya tahu siapa yang harus menjadi algojo. Saya hanya katakana kepada pemain yang saya tunjuk sebagai penendang penalti, jangan terlalu teknis, maksimalkan kekuatan. Hanya itu yang saya sampaikan.

Pada tahun 1986 anda tampil bersama Persib di final Perserikatan melawan Perseman Manokwari dan sekarang anda mendampingi Persib sebagai pelatih di final liga Indonesia. Mana yang lebih menegangkan, ketika tampil di final sebagai pemain atau pelatih?

Jelas lebih menegangkan ketika menjadi pelatih. Kalau sebagai pemain, biasanya ketika kalah yang ada di kepala, ya sudahlah. Karena dalam sepak bola, kalau menang itu karena pemain kalau kalah karena kesalahan pelatih. Itu yang membuat beban pelatih menjadi lebih berat.

Setelah membawa Persib menjadi juara, apakah anda memasang target untuk bisa menjadi pelatih tim nasional?

Enggak lah. Di Indonesia masih banyak pelatih yang lebih hebat. Saya tahu diri, untuk tangani tim di liga Super sudah cukup. Saya berharap bisa mempertahankan Persib di level atas.

Kalau ada tawaran dari PSSI untuk menjadi pelatih timnas, apakah anda akan terima?

Tentu tidak akan saya tolak karena semua pelatih pasti ingin melatih tim nasional.

Sejak liga Indonesia dimulai pada musim 1994/95, ada semacam ‘kutukan’ yaitu klub yang menjadi juara tidak pernah bisa mempertahankan gelarnya itu di musim berikutnya. Apakah Persib Bandung bisa menghapus ‘kutukan’ ini?

Kita mencoba ke arah sana dan saya punya keyakinan Persib bisa melakukan itu walau pun belum ada satu klub pun yang bisa melakukannya. Makanya, saya harus betul-betul mengatur klub ini agar lebih baik lagi. Mudah-mudahan saya bisa.






Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jakarta Tak Dapat Izin, Venue Persija vs Persib Resmi Dipindah ke Samarinda

Jakarta Tak Dapat Izin, Venue Persija vs Persib Resmi Dipindah ke Samarinda

Video | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:20 WIB

Pelajaran Persija Usai Dikalahkan Persib di Pertemuan Pertama, Mauricio Souza: Dilarang Kartu Merah

Pelajaran Persija Usai Dikalahkan Persib di Pertemuan Pertama, Mauricio Souza: Dilarang Kartu Merah

Bola | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:08 WIB

Gairah Bobotoh di GBLA Bakar Semangat Marc Klok Bungkam Persija Jakarta, Meski Laga Pindah

Gairah Bobotoh di GBLA Bakar Semangat Marc Klok Bungkam Persija Jakarta, Meski Laga Pindah

Bola | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:06 WIB

Kans Angkat Trofi Tersisa 1 Persen, Misi Persija Kini Gagalkan Persib Juara Super League

Kans Angkat Trofi Tersisa 1 Persen, Misi Persija Kini Gagalkan Persib Juara Super League

Bola | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:23 WIB

Borneo FC Ancam Persib, Koldo Obieta Ungkap Modal Pesut Etam Rebut Juara Super League!

Borneo FC Ancam Persib, Koldo Obieta Ungkap Modal Pesut Etam Rebut Juara Super League!

Bola | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:06 WIB

Thom Haye Sesumbar Jelang Persija vs Persib: Kami Datang untuk Menang dan Jadi Juara!

Thom Haye Sesumbar Jelang Persija vs Persib: Kami Datang untuk Menang dan Jadi Juara!

Bola | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:52 WIB

Lawan Persib di Samarinda, Mauricio Souza Sebut Persija Tak Diuntungkan

Lawan Persib di Samarinda, Mauricio Souza Sebut Persija Tak Diuntungkan

Bola | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:11 WIB

Persib Tak Pernah Kalah dari Persija Selama 3 Tahun, Bojan Hodak Pede Menang di Samarinda

Persib Tak Pernah Kalah dari Persija Selama 3 Tahun, Bojan Hodak Pede Menang di Samarinda

Bola | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:10 WIB

Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Bojan Hodak Bawa Kabar Baik Soal Marc klok dan Eliano

Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Bojan Hodak Bawa Kabar Baik Soal Marc klok dan Eliano

Bola | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:30 WIB

Ole Romeny Hapus Oxford United dari Bio Instagram, Rumor ke Persib Kembali Menguat

Ole Romeny Hapus Oxford United dari Bio Instagram, Rumor ke Persib Kembali Menguat

Bola | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:24 WIB

Terkini

Anhar Sudrajat, Lihai Membaca Masa Depan Kunci Sukses Metland

Anhar Sudrajat, Lihai Membaca Masa Depan Kunci Sukses Metland

wawancara | Rabu, 29 April 2026 | 21:48 WIB

Sekjen ATSI Merza Fachys: Operator Siap Laksanakan Registrasi SIM Biometrik, Tapi...

Sekjen ATSI Merza Fachys: Operator Siap Laksanakan Registrasi SIM Biometrik, Tapi...

wawancara | Senin, 13 April 2026 | 21:01 WIB

Strategi Anggya Kumala Jadikan Oreo Gerakan Kebaikan Bagi Keluarga Indonesia

Strategi Anggya Kumala Jadikan Oreo Gerakan Kebaikan Bagi Keluarga Indonesia

wawancara | Senin, 23 Februari 2026 | 15:06 WIB

Feri Amsari Bongkar Sisi Gelap Korupsi Politik: Kasus Bisa 'Diciptakan' Demi Jerat Lawan!

Feri Amsari Bongkar Sisi Gelap Korupsi Politik: Kasus Bisa 'Diciptakan' Demi Jerat Lawan!

wawancara | Rabu, 18 Februari 2026 | 14:29 WIB

Kunardy Darma Lie, Ambisi Membawa KB Bank Jadi 10 Besar di Indonesia

Kunardy Darma Lie, Ambisi Membawa KB Bank Jadi 10 Besar di Indonesia

wawancara | Selasa, 06 Januari 2026 | 21:31 WIB

Prodjo Sunarjanto: Peluang Besar Logistik, Mobil Listrik hingga Tantangan dari Gen Z

Prodjo Sunarjanto: Peluang Besar Logistik, Mobil Listrik hingga Tantangan dari Gen Z

wawancara | Kamis, 04 Desember 2025 | 16:43 WIB

Rolas Sitinjak: Kriminalisasi Busuk dalam Kasus Tambang Ilegal PT Position, Polisi Pun Jadi Korban

Rolas Sitinjak: Kriminalisasi Busuk dalam Kasus Tambang Ilegal PT Position, Polisi Pun Jadi Korban

wawancara | Jum'at, 14 November 2025 | 21:09 WIB

Transformasi Sarana Menara Nusantara dari 'Raja Menara' Menuju Raksasa Infrastruktur Digital

Transformasi Sarana Menara Nusantara dari 'Raja Menara' Menuju Raksasa Infrastruktur Digital

wawancara | Senin, 13 Oktober 2025 | 14:33 WIB

Tatang Yuliono, Bangun Koperasi Merah Putih dengan Sistem Top Down

Tatang Yuliono, Bangun Koperasi Merah Putih dengan Sistem Top Down

wawancara | Senin, 29 September 2025 | 14:21 WIB

Reski Damayanti: Mengorkestrasi Aliansi dalam Perang Melawan Industri Scam

Reski Damayanti: Mengorkestrasi Aliansi dalam Perang Melawan Industri Scam

wawancara | Rabu, 10 September 2025 | 20:23 WIB