Irfan Idris: Masyarakat Perlu 'Diimunisasi' dari Ideologi ISIS

Doddy Rosadi | Suara.com

Senin, 23 Maret 2015 | 07:00 WIB
Irfan Idris: Masyarakat Perlu 'Diimunisasi' dari Ideologi ISIS
Irfan Idris. (suara.com/Doddy Rosadi)

Suara.com - Jumlah WNi yang bergabung dengan kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah diperkirakan mencapai lebih dari 500 orang. Memang, tidak semuanya berjuang mengangkat senjata bersama anggota ISIS lainnya. Tetapi, ada juga yang hijrah.

“Kami tidak bisa mengawasi semua WNI yang pergi ke luar negeri dan ketika sudah sampai di negara tujuan lalu berubah pikiran,” kata juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Irfan Idris.

BNPT menerapkan dua strategi dalam mencegah penyebaran ideologi ISIS yaitu hard approach dan soft approach. Saat ini, fokus kepada soft approach antara lain menggandeng tokoh agama untuk memberi penjelasan tentang makna jihad sebenarnya.


Simak perbincangan suara.com dengan juru bicara BNPT Irfan Idris yang dilakukan usai BNPT bertemu dengan Majelis Ulama Indonesia membahas tentang ideologi ISIS ini.

Semakin banyak WNI yang ingin bergabung dengan ISIS bagaimana BNPT melihat fenomena ini?

Ini sebenarnya bukan tanggung jawab BNPT saja tetapi juga harus diawasi oleh berbagai pihak. Dari yang kami pantau, WNI yang berangkat ke Suriah itu hanya punya dua tujuan yang berjihad dengan ISIS atau hijrah. Kalau perempuan biasanya membantu untuk memasak. Pemimpin ISIS berupaya untuk menambah jumlah warganya dengan berbagai cara serta akan memberikan gaji yang besar. Itulah yang menarik bukan saja WNI tetapi juga warga negara lain di belahan dunia.

Kenapa banyak WNI yang bisa dengan mudah pergi ke Turki atau Suriah untuk bergabung dengan ISIS?

Nah ini yang harus kita cari tahu, mungkin mereka menggunakan paspor palsu dan ada modus baru yaitu ikut dengan rombongan wisata seperti yang dialami WNI yang hilang di Turki setelah memisahkan diri dari rombongan wisata. Yang diperlukan saat ini adalah ketegasan pemerintah, kalau perlu larang semua WNI untuk bepergian ke Turki dan Suriah.  Presiden harus membuat aturan yang melarang sementara WNI pergi ke dua negara tersebut. Pemerintah jangan terlalu lunak dalam mencegsh fenomena ini. Karena semangat mereka yang ingin bergabung dengan ISIS sangat besar.

Apakah ada cara yang bisa dilakukan agar WNI tidak mudah terbujuk untuk mau bergabung dengan ISIS?

Strategi kita sebenarnya cukup bagus tetapi perlu waktu. Ini penyakit untuk idelogi tentunya harus kita counter dengan ideologi juga. Ideologi seperti itu harus dilawan dengan ideology Pancasila, perlu pelibatan komponen masayarakat. BNPT melibatkan tokoh-tokoh agama dalam rangka memberikan pencerahan. Karena, kalau tidak tercerahkan maka mereka akan berangkat ke sana. Mereka yang bergabung dengan ISIS ini galau dan masih terus mencari. Mereka yang masih berusia muda masih mencari jati diri dan ditemukan lah ISIS untuk berjihad. Padahal jihad itu luas maknanya.

Strategi kita banyak tetapi strategi yang kita mainkan adalah hard approach dan soft approach. Hard approach tidak cukup berhasil maka kita lakukan pendekatan soft approach seperti pembinaan dan pendampingan. Butuh waktu, strategi dan proses serta anggaran.

Kenapa tidak menerapkan pendekatan hard approach?

Hard approach sudah sejak lama diterapkan, dari era Orde Baru. Tetapi sekarang masyarakat sudah semakin cerdas, tidak bisa lagi kita terapkan. Dan hard approach itu sekarang ada bidang-bidangnya kalau terkait penindakan itu urusan polisi. Hard approach saja tidak cukup, karena setelah selesai menjalani masa hukuman maka akan beraksi lagi. Karena itu, perlu pendekatan soft approach yaitu bagai mana membina mentalnya.

Polisi menyebut ada penyandang dana yang membantu WNI untuk bergabung dengan ISIS, apakah ini orang yang sama dengan yang mendanai kelompok radikal di Indonesia?

Bisa sama dan bisa juga beda. Kita musti membedakan antara simpatisan dengan fanatik. Kalau simpatisan itu biasanya hanya sekadar simpati saja tetapi kalau fanatik itu akan melakukan apa saja untuk bisa bergabung. Data intelijen di polisi tentu lebih akurat kalau kami di BNPT lebih kepada upaya pencegahan.  Karena itu, BNPT bekerja sama dengan MUI untuk memberikan pencerahan tentang arti jihad yang sebenarnya. Kita harus imunisasi masyarakat agar tidak terkena virus ideologi ISIS.

Soal 16 WNI yang hilang di Turki, apakah BNPT sudah mendeteksi bahwa mereka akan pergi ke Suriah?

Tidak mungkin kita mendeteksi semua orang yang mau ke luar negeri. Karena, bisa saja mereka pergi ke luar negeri untuk liburan tetapi ita sampai di sana niatnya berubah. Mana bisa kita menebak isi hati orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Situs yang Dikelola Terduga ISIS sudah Tak Bisa Diakses

Situs yang Dikelola Terduga ISIS sudah Tak Bisa Diakses

News | Minggu, 22 Maret 2015 | 21:07 WIB

Khofifah Ajak Muslimat NU Kerja Sama Tangkal Ajaran ISIS

Khofifah Ajak Muslimat NU Kerja Sama Tangkal Ajaran ISIS

News | Minggu, 22 Maret 2015 | 19:16 WIB

Bila ISIS Tak Ditangani, Indonesia Bisa Diserang Bom Bunuh Diri

Bila ISIS Tak Ditangani, Indonesia Bisa Diserang Bom Bunuh Diri

News | Minggu, 22 Maret 2015 | 16:47 WIB

Ini Barang Bukti yang Diamankan Polisi dari Lima Terduga ISIS

Ini Barang Bukti yang Diamankan Polisi dari Lima Terduga ISIS

News | Minggu, 22 Maret 2015 | 15:55 WIB

Terkini

Strategi Anggya Kumala Jadikan Oreo Gerakan Kebaikan Bagi Keluarga Indonesia

Strategi Anggya Kumala Jadikan Oreo Gerakan Kebaikan Bagi Keluarga Indonesia

wawancara | Senin, 23 Februari 2026 | 15:06 WIB

Feri Amsari Bongkar Sisi Gelap Korupsi Politik: Kasus Bisa 'Diciptakan' Demi Jerat Lawan!

Feri Amsari Bongkar Sisi Gelap Korupsi Politik: Kasus Bisa 'Diciptakan' Demi Jerat Lawan!

wawancara | Rabu, 18 Februari 2026 | 14:29 WIB

Kunardy Darma Lie, Ambisi Membawa KB Bank Jadi 10 Besar di Indonesia

Kunardy Darma Lie, Ambisi Membawa KB Bank Jadi 10 Besar di Indonesia

wawancara | Selasa, 06 Januari 2026 | 21:31 WIB

Prodjo Sunarjanto: Peluang Besar Logistik, Mobil Listrik hingga Tantangan dari Gen Z

Prodjo Sunarjanto: Peluang Besar Logistik, Mobil Listrik hingga Tantangan dari Gen Z

wawancara | Kamis, 04 Desember 2025 | 16:43 WIB

Rolas Sitinjak: Kriminalisasi Busuk dalam Kasus Tambang Ilegal PT Position, Polisi Pun Jadi Korban

Rolas Sitinjak: Kriminalisasi Busuk dalam Kasus Tambang Ilegal PT Position, Polisi Pun Jadi Korban

wawancara | Jum'at, 14 November 2025 | 21:09 WIB

Transformasi Sarana Menara Nusantara dari 'Raja Menara' Menuju Raksasa Infrastruktur Digital

Transformasi Sarana Menara Nusantara dari 'Raja Menara' Menuju Raksasa Infrastruktur Digital

wawancara | Senin, 13 Oktober 2025 | 14:33 WIB

Tatang Yuliono, Bangun Koperasi Merah Putih dengan Sistem Top Down

Tatang Yuliono, Bangun Koperasi Merah Putih dengan Sistem Top Down

wawancara | Senin, 29 September 2025 | 14:21 WIB

Reski Damayanti: Mengorkestrasi Aliansi dalam Perang Melawan Industri Scam

Reski Damayanti: Mengorkestrasi Aliansi dalam Perang Melawan Industri Scam

wawancara | Rabu, 10 September 2025 | 20:23 WIB

Andi Fahrurrozi: Engineer Dibajak Timur Tengah saat Bisnis Bengkel Pesawat Sedang Cuan

Andi Fahrurrozi: Engineer Dibajak Timur Tengah saat Bisnis Bengkel Pesawat Sedang Cuan

wawancara | Rabu, 27 Agustus 2025 | 20:36 WIB

Dewa Made Susila: Pasar Otomotif Sudah Jenuh, Saatnya Diversifikasi

Dewa Made Susila: Pasar Otomotif Sudah Jenuh, Saatnya Diversifikasi

wawancara | Kamis, 14 Agustus 2025 | 09:04 WIB