Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pemerintah Berupaya Tahan Dana Asing di Dalam Negeri

Doddy Rosadi

Selasa, 18 Maret 2014 | 12:06 WIB
Pemerintah Berupaya Tahan Dana Asing di Dalam Negeri
Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi dan Pembangunan, Firmanzah. (foto: www.setkab.go.id)

Suara.com - Ketika sejumlah dengan yang merupakan kekuatan ekonomi Asia mengalami pelemahan seperti Jepang, India dan Cina, perekonomian Indonesia justru cenderung bergerak positif.

Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmanzah mengatakan, bertahan dan berkembangnya perekonomian Indonesia pada periode tersebut karena fundamental ekonomi nasional semakin menguat berkat paket kebijakan ekonomi yang telah dikeluarkan pemerintah pada Agustus dan Desember 2013 lalu.

Firmanzah mengemukakan, pada 2013, ekonomi nasional tertekan oleh melebarnya defisit transaksi berjalan, deficit neraca perdagangan dan ancaman risiko inflasi. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah mengeluarkan paket kebijakan ekonomi secara bertahap masing-masing paket pertama di  bulan Agustus 2013 dan paket kedua pada Desember 2013.

“Paket kebijakan ekonomi ini diarahkan untuk memperkokoh fundamental ekonomi dan upaya mitigas irisiko ketidakpastian global yang semakin kompleks,” terang Firmanzah dalam perbincangan melalui sambungan telepon dari sebuah kota di Jawa Timur, Selasa (18/3/2014) pagi, seperti dikutip dari laman Setkab.go.id.

Paket pertama dilakukan melalui upaya perbaikan neraca transaksi berjalan, penguatan nilai tukar, menjaga pertumbuhan ekonomi, penguatan daya beli masyarakat dan tingkat inflasi, serta menstimuli investasi.

Sementara paket kedua ditempuh dengan mengedepankan perbaikan neraca perdagangan melalui pengurangan impor barang konsumsi dan mendorong nilai ekspor melalui peraturan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor. Paket ini diharapkan dapat memperbaiki neraca perdagangan sekaligus mempersempit defisit neraca transaksi berjalan.

“Hasil kedua paket ekonomi itu terbukti efektif. Inflasi sepanjang 2013 dapat dikendalikan dan ditekan ke level 8.3 persen, nilai tukar rupiah terus menguat, dan iklim investasi terus membaik,”ungkap Firmanzah.

Menurut Firmanzah, beberapa target dari paket kebijakan masih menyisakan sejumlah tantangan seperti misalnya perbaikan neraca transaksi berjalan yang belum optimal dari kedua paket tersebut.

Untuk itu, lanjut Firmanzah, saat ini Pemerintah sedang mempersiapkan paket kebijakan ekonomi ketiga yang memfokuskan pada penyeimbangan neraca pembayaran dan perbaikan neraca transaksi berjalan.

“Paket kebijakan ekonomi ketiga ini akan diarahkan untuk memperbesar dan menahan aliran modal tetap berada di pasar domestik,” terang Firmanzah.

Menurut dia, paket kebijakan ekonomi ketiga yang sedang dipersiapkan pemerintah ini akan mengatur lebih lanjut terkait repatriasi keuntungan investor asing sehingga dapat diinvestasikan kembali di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BI: Dana Asing Mengalir Deras Masuk ke Indonesia

BI: Dana Asing Mengalir Deras Masuk ke Indonesia

Bisnis | Senin, 17 Maret 2014 | 14:12 WIB

Rp33 Triliun Dana Asing Masuk, Rupiah Tembus Titik Tertinggi

Rp33 Triliun Dana Asing Masuk, Rupiah Tembus Titik Tertinggi

Bisnis | Jum'at, 07 Maret 2014 | 17:59 WIB

Terkini

Kegagalan Investasi TaniHub Risiko Bisnis, Bukan Tindak Pidana

Kegagalan Investasi TaniHub Risiko Bisnis, Bukan Tindak Pidana

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 01:05 WIB

Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub

Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 23:41 WIB

TASPEN Cepat Kilat, 99 Persen Pensiunan Terima Gaji Ke-13 di Hari Pertama Tanpa Potongan

TASPEN Cepat Kilat, 99 Persen Pensiunan Terima Gaji Ke-13 di Hari Pertama Tanpa Potongan

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:13 WIB

Asuransi Astra Rayakan Eksistensi 70 Tahun dengan ACTION! dan Apresiasi Pewarta 2026

Asuransi Astra Rayakan Eksistensi 70 Tahun dengan ACTION! dan Apresiasi Pewarta 2026

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:38 WIB

RUU P2SK Disepakati, Besok Dibawa ke Paripurna

RUU P2SK Disepakati, Besok Dibawa ke Paripurna

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 20:46 WIB

Pengamat: Pengusaha Jangan Baru Ribut Saat DSI Bereskan Tata Kelola Ekspor

Pengamat: Pengusaha Jangan Baru Ribut Saat DSI Bereskan Tata Kelola Ekspor

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 19:42 WIB

Punya Lisensi, WSKT Mulai Garap Proyek Infrastruktur di Arab Saudi

Punya Lisensi, WSKT Mulai Garap Proyek Infrastruktur di Arab Saudi

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 19:31 WIB

IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah

IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:48 WIB

Purbaya Ungkap DPR Bisa Evaluasi LPS, OJK, dan BI berkat RUU P2SK

Purbaya Ungkap DPR Bisa Evaluasi LPS, OJK, dan BI berkat RUU P2SK

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:34 WIB

Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang

Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:26 WIB