Kenaikan Harga Properti Sudah Tidak Wajar

Doddy Rosadi

Sabtu, 13 Desember 2014 | 07:00 WIB
Kenaikan Harga Properti Sudah Tidak Wajar
Ilustrasi: Pertumbuhan Properti. (Suara.com/Oke Atmaja)

Suara.com - Banyaknya masyarakat yang membeli rumah hanya untuk investasi demi mendapatkan keuntungan di masa depa membuat harga properti saat ini menjadi naik tidak wajar.

"Banyak orang yang membeli properti untuk meraih keuntungan belaka. Itu yang menyebabkan harga properti saat ini tidak terkendali," kata praktisi investasi Ryan Filbert di Jakarta, Jumat (12/12).

Dia mencontohkan bila seseorang memiliki dana Rp10 miliar dan membeli 10 properti dengan harga Rp1 miliar per unit. Properti-properti tersebut sengaja dibeli untuk dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi.

Contoh lain sebuah perusahaan yang menjual properti dalam sehari menghasilkan omset senilai Rp2 triliun padahal bangunannya belum jadi.

"Itu euforia judi," katanya.

Menurut dia, tren ini berdampak pada kalangan yang benar-benar membutuhkan properti tersebut.

"Misalnya kita mau membeli rumah, jadinya nggak mampu karena daya beli kita nggak sesuai dengan daya beli orang-orang yang membeli properti untuk dijual kembali," ujarnya.

Dia melihat bahwa penawaran properti yang berharga tinggi tanpa diimbangi dengan permintaan yang cukup akan berujung pada anjloknya harga properti tersebut.

Ryan mencontohkan beberapa daerah yang harga propertinya saat ini mengalami penurunan, seperti di Puncak (Jawa Barat), Tangerang (Banten), Jakarta Barat dan Jakarta Utara.

"Hal ini karena harga demand-nya nggak cocok. Demand-nya di harga Rp2 miliar tapi harga jualnya mencapai Rp4 miliar. Tidak ketemu harganya," kata dia.

Pihaknya menyarankan bagi orang-orang yang ingin berinvestasi di dunia properti secara sehat bisa dilakukan dengan cara ‘beternak’ properti.

Beternak properti, maksudnya dengan membeli satu properti dan menyewakannya kepada pihak lain. Dari biaya sewa tersebut kemudian dikumpulkan untuk membeli properti berikutnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Properti di Indonesia Mulai Dikuasai Asing

Properti di Indonesia Mulai Dikuasai Asing

Bisnis | Senin, 08 Desember 2014 | 14:02 WIB

Survei: Jual Beli Properti Mulai Beralih ke E-Commerce

Survei: Jual Beli Properti Mulai Beralih ke E-Commerce

Bisnis | Jum'at, 05 Desember 2014 | 14:33 WIB

Pengembang Tak Mau Lagi Bangun Rumah Murah

Pengembang Tak Mau Lagi Bangun Rumah Murah

Bisnis | Kamis, 04 Desember 2014 | 12:37 WIB

Pembeli Properti Mulai Lirik Kawasan Legok

Pembeli Properti Mulai Lirik Kawasan Legok

Bisnis | Sabtu, 15 November 2014 | 03:59 WIB

Masalah Kekurangan Perumahan Tuntas pada 2030

Masalah Kekurangan Perumahan Tuntas pada 2030

Bisnis | Kamis, 23 Oktober 2014 | 11:57 WIB

IPW: Harga Rumah Sudah Tidak Rasional Lagi

IPW: Harga Rumah Sudah Tidak Rasional Lagi

Bisnis | Rabu, 15 Oktober 2014 | 11:06 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×