INDEF Dukung Jokowi Rombak Tim Ekonomi

Siswanto | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Jum'at, 08 Mei 2015 | 17:05 WIB
INDEF Dukung Jokowi Rombak Tim Ekonomi
Menteri Kabinet Kerja menghadiri rapat kerja pembahasan APBN Perubahan 2015 dengan Badan Anggaran DPR di Komplek Senayan, Jakarta, Selasa (20/1). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finances Enny Sri Hartati mendukung Presiden Joko Widodo untuk melakukan reshuffle tim ekonomi Kabinet Kerja.

Sebab, menurut Enny, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2015 tumbuh melambat. Pada periode tersebut ekonomi hanya mampu tumbuh di angka 4,7 persen. Angka tersebut merupakan yang terendah sejak 2009 yang berada di angka 4,52 persen.

Lambatnya pertumbuhan ekonomi dinilai Enny merupakan sumbangsih para menteri ekonomi pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Kebijakan yang diambil pemerintah dinilai tidak mendukung ekonomi Indonesia untuk dapat tumbuh lebih baik lagi.

"Reshuffle ini kan kewenangan Presiden Jokowi, artinya ketika pertumbuhan ekonomi 4,7 persen ada kebijakan yang mendistorsi, minimal tim ekonomi ini harus solid. Kenapa, karena baseline kita kan‎ mampu tumbuh di angka lima persen. Kalau di bawah, berarti ada problem internal,” kata Enny saat ditemui di kantornya, Jumat (7/5/2015).

Enny menjelaskan pertumbuhan ekonomi pada level 4,7 persen disebabkan oleh adanya problem kecakapan dalam mengelola ekonomi. Pasalnya, jika kebijakan ada kebijakan yang mendistorsi. Jika tidak mendistorsi daya beli masyarakat sebenarnya masih bisa di 5 persen. Kebijakan pemerintah bukannya menstimulus justru dinilai mengerecoki laju perekonomian Indonesia.

Lebih jauh ‎ia menjelaskan faktor penyebab perlambatan ekonomi Indonesia bukan saja berasal dari eksternal seperti pelemahan ekonomi dunia, namun juga karena penyerapan belanja pemerintah yang kurang maksimal.

Rendahnya belanja pemerintah awal tahun, menurutnya, tidak ada terobosan yang berarti dari tim ekonomi Jokowi dibandingkan pemerintahan sebelumnya. Konsumsi masyarakat masih saja menjadi pendorong utama perekonomian.

“Belanja pemerintah sedikit, mestinya pengelola ekonomi juga memperhatikan daya beli masyarakat. Ini malah menyebabkan daya beli masyarakat anjlok. Berarti ini kan masalahnya dari internal, kalau sudah tidak solid diganti saja,” kata dia.

Enny menilai tim ekonomi Jokowi-JK yang tak mampu bekerja secara maksimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia harus di reshuffle.

"Kalau tim ekonominya cakap dalam bekerja, ekonomi kita bisa tumbuh lima persen. Jadi kalau tidak cakap, ya harus di-reshuffle," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Membaca Radar Hashim: Siapa Pejabat di Kabinet yang Terancam Dicopot?

Membaca Radar Hashim: Siapa Pejabat di Kabinet yang Terancam Dicopot?

News | Rabu, 11 Februari 2026 | 16:19 WIB

Tak Ada Rencana Reshuffle Jelang Ramadan dan Lebaran, Pemerintah Lagi Fokus Lakukan Ini

Tak Ada Rencana Reshuffle Jelang Ramadan dan Lebaran, Pemerintah Lagi Fokus Lakukan Ini

News | Selasa, 10 Februari 2026 | 16:06 WIB

Mensesneg Bantah Isu Reshuffle, Pengamat Soroti Potensi Penyingkiran Loyalis Jokowi

Mensesneg Bantah Isu Reshuffle, Pengamat Soroti Potensi Penyingkiran Loyalis Jokowi

Video | Jum'at, 06 Februari 2026 | 14:00 WIB

Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg

Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg

News | Selasa, 03 Februari 2026 | 16:19 WIB

Pigai Minta Isu Reshuffle Kabinet Tak Digoreng, Tegaskan Pernyataan Mensesneg Valid

Pigai Minta Isu Reshuffle Kabinet Tak Digoreng, Tegaskan Pernyataan Mensesneg Valid

News | Senin, 02 Februari 2026 | 19:34 WIB

Heboh Isu Reshuffle Kabinet, Mensesneg Sebut Evaluasi Menteri Tiap Hari, Ganti Jika Perlu

Heboh Isu Reshuffle Kabinet, Mensesneg Sebut Evaluasi Menteri Tiap Hari, Ganti Jika Perlu

News | Jum'at, 30 Januari 2026 | 16:20 WIB

Isu Reshuffle Kabinet Mencuat, PKB Beri Respons Begini

Isu Reshuffle Kabinet Mencuat, PKB Beri Respons Begini

News | Kamis, 29 Januari 2026 | 15:45 WIB

Isu Reshuffle Menguat, Sekjen Golkar: Kita Belum Dengar Info Yang Valid

Isu Reshuffle Menguat, Sekjen Golkar: Kita Belum Dengar Info Yang Valid

News | Rabu, 28 Januari 2026 | 16:05 WIB

Isu Reshuffle Memanas: Antara 'Anak Ideologis' dan 'Keponakan', Siapa yang Bertahan di Kabinet?

Isu Reshuffle Memanas: Antara 'Anak Ideologis' dan 'Keponakan', Siapa yang Bertahan di Kabinet?

News | Rabu, 28 Januari 2026 | 15:23 WIB

KSP Qodari Jawab Soal Isu Reshuffle Kabinet: Hanya Presiden dan Tuhan yang Tahu

KSP Qodari Jawab Soal Isu Reshuffle Kabinet: Hanya Presiden dan Tuhan yang Tahu

News | Rabu, 28 Januari 2026 | 14:52 WIB

Terkini

Bank Indonesia: Uang Beredar Tumbuh Kuat, Ini Pendorongnya

Bank Indonesia: Uang Beredar Tumbuh Kuat, Ini Pendorongnya

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 15:51 WIB

HFM dan Arsenal Umumkan Kemitraan Global Jangka Panjang

HFM dan Arsenal Umumkan Kemitraan Global Jangka Panjang

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 15:37 WIB

OJK Terbitkan Aturan Baru, Asing Bisa Akses Informasi Keuangan Indonesia

OJK Terbitkan Aturan Baru, Asing Bisa Akses Informasi Keuangan Indonesia

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 15:36 WIB

Tol Cipali Mulai Sterilisasi One Way Arus Balik Lebaran, Cek Jadwal dan Rutenya

Tol Cipali Mulai Sterilisasi One Way Arus Balik Lebaran, Cek Jadwal dan Rutenya

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 15:19 WIB

Mentan: Stok dan Harga Pangan Stabil saat Lebaran

Mentan: Stok dan Harga Pangan Stabil saat Lebaran

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 13:59 WIB

Eddy Soeparno: WFH Setelah Lebaran Bisa Pangkas Konsumsi BBM Secara Signifikan

Eddy Soeparno: WFH Setelah Lebaran Bisa Pangkas Konsumsi BBM Secara Signifikan

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 13:30 WIB

Kemenhub Catat Lonjakan 8,58 Persen Pemudik dengan Angkutan Umum, Kereta Masih Jadi Favorit

Kemenhub Catat Lonjakan 8,58 Persen Pemudik dengan Angkutan Umum, Kereta Masih Jadi Favorit

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 12:50 WIB

Mengapa Harga Emas Turun di Tengah Kemelut Perang di Timur Tengah?

Mengapa Harga Emas Turun di Tengah Kemelut Perang di Timur Tengah?

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 12:35 WIB

Kendaraan Menuju Puncak Padat, 50.000 Mobil Lalui Tol Jagorawi

Kendaraan Menuju Puncak Padat, 50.000 Mobil Lalui Tol Jagorawi

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 12:15 WIB

Pengamat: WFH 1 Hari Memang Tekan Subsidi BBM, Tapi Banyak Pihak Jadi Korban

Pengamat: WFH 1 Hari Memang Tekan Subsidi BBM, Tapi Banyak Pihak Jadi Korban

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 12:00 WIB