BPH Migas: Sarana Penyalur BBM Masih Terpusat di Jawa

Arsito Hidayatullah | Suara.com

Jum'at, 21 Agustus 2015 | 04:50 WIB
BPH Migas: Sarana Penyalur BBM Masih Terpusat di Jawa
SPBU

Suara.com - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan sarana penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk masyarakat hingga kini masih terpusat di Pulau Jawa.

"Saat ini, jumlah penyalur BBM, yaitu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) masih sedikit di Indonesia, selain itu keberadaannya terfokus pada Jawa, kemudian diikuti Bali dan Madura," ujar Direktur BBM BPH Migas Henry Achmad dalam diskusi bertema "Peluang Usaha Industri Hilir Migas" yang digelar di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, jumlah SPBU pada provinsi-provinsi yang berada di Pulau Jawa rata-rata berkisar antara 300 hingga 900 buah.

Berdasarkan data BPH Migas pada 2014, terdapat 367 SPBU di DKI Jakarta, 909 SPBU di Jawa Barat, 636 SPBU di Jawa Tengah, 94 SPBU di DI Yogyakarta, dan 863 SPBU di Jawa Timur.

Sedangkan di pulau lain, lanjutnya, rata-rata penyalur BBM hanya tersedia sebanyak 50 hingga 150 buah per provinsi.

"Bahkan, ada sebuah kabupaten di Sumatera Barat yang hingga kini hanya memiliki satu SPBU di daerahnya," katanya menambahkan.

Ia mengatakan kondisi tersebut terjadi akibat konsumsi BBM masyarakat di Jawa termasuk yang paling tinggi dibandingkan dengan masyarakat wilayah lain, sehingga para pengusaha menganggap Jawa dan pulau sekitarnya lebih menarik.

Namun, keadaan ini bukan hanya disebabkan oleh permintaan pasar yang tinggi, mahalnya operasionalisasi SPBU juga dinilai menjadi kendala pengadaan penyalur BBM di sejumlah daerah, katanya menambahkan.

"Skala bisnis SPBU yang dibuat oleh Pertamina terlalu tinggi, pembangunan penyalur BBM ini biasanya memerlukan sepuluh miliar hingga 20 miliar. Bahkan SPBU dengan klasifikasi lebih tinggi operasionalnya dapat mencapai 30 miliar," tuturnya.

Kebijakan ini, menurut dia, tentu saja akan menyulitkan para pengusaha yang hanya memiliki modal sedikit.

"Pengusaha-pengusaha (bermodal rendah) ini memang dituntut untuk lebih kreatif kalau kondisinya seperti itu, tapi kalau tidak dicari jalan keluarnya usaha di bidang minyak lama-lama tidak dilirik lagi, karena dianggap tidak menarik oleh mereka, sehingga penyebaran minyak tidak merata di masyarakat," ujarnya. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Alasan BBM Batal Naik di Agustus

Ini Alasan BBM Batal Naik di Agustus

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2015 | 01:00 WIB

Uni Emirat Arab Hapus Subsidi, Harga BBM Ikuti Pasar

Uni Emirat Arab Hapus Subsidi, Harga BBM Ikuti Pasar

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2015 | 19:02 WIB

Dirut Pertamina: Pembangunan Kilang Minyak Sudah Sangat Mendesak

Dirut Pertamina: Pembangunan Kilang Minyak Sudah Sangat Mendesak

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2015 | 18:20 WIB

Bangun Posko, BPH Migas Pantau Distribusi BBM Lebaran

Bangun Posko, BPH Migas Pantau Distribusi BBM Lebaran

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2015 | 17:50 WIB

Terkini

PLN Berhasil Amankan Pasokan Listrik Nasional Saat Salat Idulfitri 1447 H

PLN Berhasil Amankan Pasokan Listrik Nasional Saat Salat Idulfitri 1447 H

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:37 WIB

KB Bank Gelontorkan Rp500 Miliar untuk Akses Pembiayaan UMKM

KB Bank Gelontorkan Rp500 Miliar untuk Akses Pembiayaan UMKM

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:33 WIB

Contraflow Diterapkan di Tol Jakarta - Cikampek Siang Ini

Contraflow Diterapkan di Tol Jakarta - Cikampek Siang Ini

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:17 WIB

Puncak Arus Balik Diperkirakan Hari Ini, Pemudik Diminta Optimalkan WFA

Puncak Arus Balik Diperkirakan Hari Ini, Pemudik Diminta Optimalkan WFA

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 12:23 WIB

Mulai Nego dengan Trump, Iran Buka Selat Hormuz Tapi Tetapkan Tarif Rp34 Miliar per Kapal

Mulai Nego dengan Trump, Iran Buka Selat Hormuz Tapi Tetapkan Tarif Rp34 Miliar per Kapal

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 12:10 WIB

285 Ribu Pemudik Diprediksi Balik ke Jabodetabek Via Jalan Tol Hari Ini

285 Ribu Pemudik Diprediksi Balik ke Jabodetabek Via Jalan Tol Hari Ini

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 11:03 WIB

Kemenhub Ungkap Faktor Utama Penyebab Kecelakaan Saat Arus Balik

Kemenhub Ungkap Faktor Utama Penyebab Kecelakaan Saat Arus Balik

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:54 WIB

Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp110.750 per Kg, Beras dan Telur Ikut Bergerak

Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp110.750 per Kg, Beras dan Telur Ikut Bergerak

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:44 WIB

Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Tol Jakarta-Cikampek Ditutup Sementara

Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Tol Jakarta-Cikampek Ditutup Sementara

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:42 WIB

OJK Bakal Awasi Bank yang Kasih Dividen Jumbo

OJK Bakal Awasi Bank yang Kasih Dividen Jumbo

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:15 WIB