Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.130,588
LQ45 608,029
Srikehati 297,628
JII 364,421
USD/IDR 18.083

Tiga Provinsi Ini Masih Terjerat Defisit Listrik

Adhitya Himawan

Senin, 09 November 2015 | 06:38 WIB
Tiga Provinsi Ini Masih Terjerat Defisit Listrik
Mati Lampu

Suara.com -  PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) terus melakukan berbagai upaya dalam pemulihan defisit listrik di Wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo).

"PLN terus bekerja mengupayakan pemulihan kondisi pasokan kelistrikan di Sulawesi Utara dan Gorontalo yang masih mengalami defisit (kekurangan pasokan, red.) daya pembangkit sekitar 50 MW saat beban puncak di malam hari, yaitu antara pukul 17.00-22.00 Wita," kata General Manager PLN Suluttenggo Baringin Nababan di Manado, Senin (9/11/2015).

Dia mengatakan untuk mengatasi defisit listrik di Suluttenggo, saat ini telah masuk kapal kargo "MV Fortune" pembawa mesin generator untuk Proyek PLTG Gorontalo Peaker 100 MW telah tiba di perairan sekitar Teluk Tomini, Marisa-Gorontalo.

Setelah melalui perjalanan yang cukup jauh dan memakan waktu sekitar enam minggu sejak diberangkatkan akhir September 2015 dari pelabuhan Antwerp di Belgia, kapal kargo "MV Fortune" yang melalui jalur terusan Suez, dilanjutkan melalui Laut Merah dan dengan mampir berlabuh di Singapura dan Balikpapan, dan akhirnya tiba di lepas laut Marisa, sekitar dua mil laut arah selatan dari lokasi Proyek Pembangunan PLTG Gorontalo 100 MW yang berlokasi di Marisa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.

Kapal berbendera negara Antigua Barbuda yang memiliki bobot hampir 12.700 ton itu, membawa sejumlah peralatan utama (main equipment) untuk PLTG Gorontalo 100 MW, di antaranya empat unit mesin generator produksi General Electric (GE) berkapasitas masing-masing 25 MW. Kedatangannya hanya mundur satu hari dari perkiraan awal, yaitu 6 November 2015.

Posisi kapal "MV Fortune" tidak dapat merapat ke arah daratan, tetapi hanya bisa berlabuh di lepas pantai Marisa.

"Hal ini dikarenakan lokasi jetty (dermaga) sementara yang dibangun di lokasi proyek PLTG Gorontalo belum dapat digunakan oleh kapal dengan tonase besar," katanya.

Untuk melakukan proses penurunan mesin dari kapal untuk menuju daratan, akan melalui proses transfer terlebih dahulu dengan bantuan kapal tongkang (ship to ship). Proses yang dibutuhkan hingga seluruh peralatan, terutama mesin generator bisa berada di daratan (site project) PLTG Gorontalo butuh tiga sampai empat hari atau diperkirakan antara 10 atau 11 November 2015 seluruh mesin sudah bisa menempati lokasi yang telah disiapkan.

"Namun sebelum dilakukan proses 'unloading', terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan dokumen oleh pihak berwenang (Bea Cukai) untuk memastikan kelengkapan seluruh dokumen yang wajib disediakan," katanya.

Supervisor Humas dan Bina Lingkungan PLN Wilayah Suluttenggo Dermawan Amir Uloli mengatakan hngga 25 Oktober 2015, progres pembangunan fisik PLTG Gorontalo 100 MW telah mencapai 43 persen sejak dimulai pembangunannya awal September 2015 oleh kontraktor dari PT Pembangunan Perumahan (Persero), salah satu BUMN Karya yang ikut serta dalam pembangunan proyek infrastruktur ketenagalistrikan.

Hingga saat ini, katanya, pekerjaan konstruksi untuk fondasi mesin, fondasi trafo hingga fondasi untuk "switchyard", dan fondasi untuk "daily tank" telah selesai dan tinggal menunggu kedatangan peralatan utama dan pendukung ke lokasi.

"Hal ini tidak lepas dari pekerjaan yang dilakukan 24 jam nonstop, dengan pola pembagian kerja tiga 'shift' dengan empat tim kerja. Hal ini menunjukkan komitmen semua pihak yang ada untuk mengupayakan percepatan penyelesaian proyek pembangunan PLTG Gorontalo 100 MW," katanya.

Ia mengatakan masih banyak pekerjaan yang harus terus dilakukan dan diharapkan tidak ada kendala yang berarti, sehingga target tahap pertama, yaitu 50 MW PLTG Gorontalo sudah dapat dioperasikan di akhir Desember 2015 atau awal Januari 2016 serta 50 MW tahap keduanya sudah bisa beroperasi Maret 2016.

"PLTG Gorontalo 100 MW ini termasuk dalam proyek pembangunan 35 ribu MW pembangkit listrik baru yang menjadi program pemerintah di bidang infrastruktur ketenagalistrikan untuk menjawab kebutuhan pasokan listrik masyarakat, dalam hal ini bagi masyarakat yang berada di Provinsi Gorontalo dan juga Sulawesi Utara yang terhubung dalam sistem interkoneksi kelistrikan 150 kV Sulawesi Utara-Gorontalo.

Ia mengatakan pesawat hercules milik TNI-AU yang membawa dua trafo, masing-masing berkapasitas 3.500 kVA dan 5.000 kVA, yang akan digunakan untuk PLTD MFO Isimu, telah tiba di Gorontalo dan saat ini sudah berada di lokasi PLTD Isimu.

"Diperkirakan pada Rabu (11/11) akan datang, PLTD MFO Isimu yang selama ini mengalami kendala operasi, telah dapat kembali digunakan dan membantu menambah pasokan listrik sistem Sulawesi Utara-Gorontalo antara 3-4 MW," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Prahara Pulau Emas, Rekam Jejak Bencana Sumatra dalam Bingkai Foto

Prahara Pulau Emas, Rekam Jejak Bencana Sumatra dalam Bingkai Foto

Foto | Minggu, 26 Juli 2026 | 10:00 WIB

The Power of Warga, Laporan Masyarakat Bongkar Praktik Tambang Emas Ilegal di Hutan Sulawesi

The Power of Warga, Laporan Masyarakat Bongkar Praktik Tambang Emas Ilegal di Hutan Sulawesi

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:35 WIB

PTBA Jual 21,1 Juta Ton Batu Bara di Semester I 2026, Pasokan ke PLN Tetap Jadi Prioritas

PTBA Jual 21,1 Juta Ton Batu Bara di Semester I 2026, Pasokan ke PLN Tetap Jadi Prioritas

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 12:30 WIB

Bahlil Buka Keran Produksi Batu Bara, Prioritaskan Pasokan PLN dan Industri Dalam Negeri

Bahlil Buka Keran Produksi Batu Bara, Prioritaskan Pasokan PLN dan Industri Dalam Negeri

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 15:36 WIB

Catat Syaratnya! Ini Cara Gampang Dapat Diskon PLN 50 Persen, Cuma Sampai 27 Juli 2026!

Catat Syaratnya! Ini Cara Gampang Dapat Diskon PLN 50 Persen, Cuma Sampai 27 Juli 2026!

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:05 WIB

ShopeePay Ungkap Cara Praktis Hemat Tagihan Listrik, Pulsa, dan Kebutuhan Digital

ShopeePay Ungkap Cara Praktis Hemat Tagihan Listrik, Pulsa, dan Kebutuhan Digital

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 10:00 WIB

Korupsi Pinjaman Proyek Batu Bara PLN Bikin Negara Rugi Rp38,8 Miliar, Dua Orang Jadi Tersangka

Korupsi Pinjaman Proyek Batu Bara PLN Bikin Negara Rugi Rp38,8 Miliar, Dua Orang Jadi Tersangka

News | Senin, 20 Juli 2026 | 16:01 WIB

5 Korban KM Nurul Salsa Ditemukan Selamat Berpegangan pada Rompong Nelayan

5 Korban KM Nurul Salsa Ditemukan Selamat Berpegangan pada Rompong Nelayan

Video | Minggu, 19 Juli 2026 | 13:00 WIB

Detik-detik Dramatis Evakuasi Korban Kapal Tenggelam di Perairan Sulawesi Selatan

Detik-detik Dramatis Evakuasi Korban Kapal Tenggelam di Perairan Sulawesi Selatan

Video | Jum'at, 17 Juli 2026 | 11:17 WIB

Mulai Agustus, Kota Makassar Tinggalkan Sistem Open Dumping di TPA

Mulai Agustus, Kota Makassar Tinggalkan Sistem Open Dumping di TPA

Foto | Jum'at, 17 Juli 2026 | 10:00 WIB

Terkini

IHSG Masih Melempem Hari Ini, Saham Prajogo Melesat

IHSG Masih Melempem Hari Ini, Saham Prajogo Melesat

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 16:48 WIB

Rayakan HUT ke-70, Yuk Seru-seruan di Danamon Festival!

Rayakan HUT ke-70, Yuk Seru-seruan di Danamon Festival!

Bekaci | Rabu, 29 Juli 2026 | 16:47 WIB

Dukung Petani Blora, Bulog Tingkatkan Kolaborasi demi Menjamin Penyerapan Tebu

Dukung Petani Blora, Bulog Tingkatkan Kolaborasi demi Menjamin Penyerapan Tebu

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 16:45 WIB

BGN Sebut 116 Juta Warga Indonesia Masih Kurang Makan, Daerah Stunting Tinggi Jadi Prioritas MBG

BGN Sebut 116 Juta Warga Indonesia Masih Kurang Makan, Daerah Stunting Tinggi Jadi Prioritas MBG

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 16:45 WIB

Dinasti Jokowi Belum Habis! Kaesang Berpeluang Melenggang ke Senayan Lewat 'Kandang Banteng'

Dinasti Jokowi Belum Habis! Kaesang Berpeluang Melenggang ke Senayan Lewat 'Kandang Banteng'

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 16:43 WIB

Film Asal Toraja Ini Panen Pujian di Eropa

Film Asal Toraja Ini Panen Pujian di Eropa

Sulsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 16:43 WIB

Pria Sumsel Tega Cabuli Anak Bawah Umur di Lampung Utara, Foto Polos Jadi Senjata Teror

Pria Sumsel Tega Cabuli Anak Bawah Umur di Lampung Utara, Foto Polos Jadi Senjata Teror

Lampung | Rabu, 29 Juli 2026 | 16:40 WIB

Ekspansi ke DIY, VinFast Resmikan Dealer Perdana di Sleman dan Promo Bebas Biaya Tukar Baterai

Ekspansi ke DIY, VinFast Resmikan Dealer Perdana di Sleman dan Promo Bebas Biaya Tukar Baterai

Otomotif | Rabu, 29 Juli 2026 | 16:36 WIB

KPK Kejar Jejak Setoran Rp4,1 Miliar, Saksi Kasus Etik Suryani Mulai Diperiksa

KPK Kejar Jejak Setoran Rp4,1 Miliar, Saksi Kasus Etik Suryani Mulai Diperiksa

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 16:34 WIB

Analisa: Kenapa Iran Rugi Besar karena Arab Saudi Diserang PMF Irak dan Houthi Yaman?

Analisa: Kenapa Iran Rugi Besar karena Arab Saudi Diserang PMF Irak dan Houthi Yaman?

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 16:30 WIB

×