Tiga Provinsi Ini Masih Terjerat Defisit Listrik

Adhitya Himawan Suara.Com
Senin, 09 November 2015 | 06:38 WIB
Tiga Provinsi Ini Masih Terjerat Defisit Listrik
Mati Lampu

Suara.com -  PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) terus melakukan berbagai upaya dalam pemulihan defisit listrik di Wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo).

"PLN terus bekerja mengupayakan pemulihan kondisi pasokan kelistrikan di Sulawesi Utara dan Gorontalo yang masih mengalami defisit (kekurangan pasokan, red.) daya pembangkit sekitar 50 MW saat beban puncak di malam hari, yaitu antara pukul 17.00-22.00 Wita," kata General Manager PLN Suluttenggo Baringin Nababan di Manado, Senin (9/11/2015).

Dia mengatakan untuk mengatasi defisit listrik di Suluttenggo, saat ini telah masuk kapal kargo "MV Fortune" pembawa mesin generator untuk Proyek PLTG Gorontalo Peaker 100 MW telah tiba di perairan sekitar Teluk Tomini, Marisa-Gorontalo.

Setelah melalui perjalanan yang cukup jauh dan memakan waktu sekitar enam minggu sejak diberangkatkan akhir September 2015 dari pelabuhan Antwerp di Belgia, kapal kargo "MV Fortune" yang melalui jalur terusan Suez, dilanjutkan melalui Laut Merah dan dengan mampir berlabuh di Singapura dan Balikpapan, dan akhirnya tiba di lepas laut Marisa, sekitar dua mil laut arah selatan dari lokasi Proyek Pembangunan PLTG Gorontalo 100 MW yang berlokasi di Marisa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.

Kapal berbendera negara Antigua Barbuda yang memiliki bobot hampir 12.700 ton itu, membawa sejumlah peralatan utama (main equipment) untuk PLTG Gorontalo 100 MW, di antaranya empat unit mesin generator produksi General Electric (GE) berkapasitas masing-masing 25 MW. Kedatangannya hanya mundur satu hari dari perkiraan awal, yaitu 6 November 2015.

Posisi kapal "MV Fortune" tidak dapat merapat ke arah daratan, tetapi hanya bisa berlabuh di lepas pantai Marisa.

"Hal ini dikarenakan lokasi jetty (dermaga) sementara yang dibangun di lokasi proyek PLTG Gorontalo belum dapat digunakan oleh kapal dengan tonase besar," katanya.

Untuk melakukan proses penurunan mesin dari kapal untuk menuju daratan, akan melalui proses transfer terlebih dahulu dengan bantuan kapal tongkang (ship to ship). Proses yang dibutuhkan hingga seluruh peralatan, terutama mesin generator bisa berada di daratan (site project) PLTG Gorontalo butuh tiga sampai empat hari atau diperkirakan antara 10 atau 11 November 2015 seluruh mesin sudah bisa menempati lokasi yang telah disiapkan.

"Namun sebelum dilakukan proses 'unloading', terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan dokumen oleh pihak berwenang (Bea Cukai) untuk memastikan kelengkapan seluruh dokumen yang wajib disediakan," katanya.

Supervisor Humas dan Bina Lingkungan PLN Wilayah Suluttenggo Dermawan Amir Uloli mengatakan hngga 25 Oktober 2015, progres pembangunan fisik PLTG Gorontalo 100 MW telah mencapai 43 persen sejak dimulai pembangunannya awal September 2015 oleh kontraktor dari PT Pembangunan Perumahan (Persero), salah satu BUMN Karya yang ikut serta dalam pembangunan proyek infrastruktur ketenagalistrikan.

Hingga saat ini, katanya, pekerjaan konstruksi untuk fondasi mesin, fondasi trafo hingga fondasi untuk "switchyard", dan fondasi untuk "daily tank" telah selesai dan tinggal menunggu kedatangan peralatan utama dan pendukung ke lokasi.

"Hal ini tidak lepas dari pekerjaan yang dilakukan 24 jam nonstop, dengan pola pembagian kerja tiga 'shift' dengan empat tim kerja. Hal ini menunjukkan komitmen semua pihak yang ada untuk mengupayakan percepatan penyelesaian proyek pembangunan PLTG Gorontalo 100 MW," katanya.

Ia mengatakan masih banyak pekerjaan yang harus terus dilakukan dan diharapkan tidak ada kendala yang berarti, sehingga target tahap pertama, yaitu 50 MW PLTG Gorontalo sudah dapat dioperasikan di akhir Desember 2015 atau awal Januari 2016 serta 50 MW tahap keduanya sudah bisa beroperasi Maret 2016.

"PLTG Gorontalo 100 MW ini termasuk dalam proyek pembangunan 35 ribu MW pembangkit listrik baru yang menjadi program pemerintah di bidang infrastruktur ketenagalistrikan untuk menjawab kebutuhan pasokan listrik masyarakat, dalam hal ini bagi masyarakat yang berada di Provinsi Gorontalo dan juga Sulawesi Utara yang terhubung dalam sistem interkoneksi kelistrikan 150 kV Sulawesi Utara-Gorontalo.

Ia mengatakan pesawat hercules milik TNI-AU yang membawa dua trafo, masing-masing berkapasitas 3.500 kVA dan 5.000 kVA, yang akan digunakan untuk PLTD MFO Isimu, telah tiba di Gorontalo dan saat ini sudah berada di lokasi PLTD Isimu.

"Diperkirakan pada Rabu (11/11) akan datang, PLTD MFO Isimu yang selama ini mengalami kendala operasi, telah dapat kembali digunakan dan membantu menambah pasokan listrik sistem Sulawesi Utara-Gorontalo antara 3-4 MW," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI