Indonesia Terancam Serangan Impor Baja Murah

Adhitya Himawan

Selasa, 05 Januari 2016 | 22:46 WIB
Indonesia Terancam Serangan Impor Baja Murah
Pekerja memasang plat rangka baja proyek MRT di sepanjang jalan MH Thmarin Jakarta, Selasa (14/4). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Industri baja nasional terus berupaya meningkatkan kinerja dalam menghadapi pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang menuntut persaingan ketat agar dapat menjadi pemain utama di pasar ASEAN.

"Kami berharap pemerintah dapat segera menemukan cara untuk melakukan konsolidasi dan mempersatuan industri baja nasional," kata Co-Chairman IISIA (Indonesia Iron and Steel Industry Association) Hidayat Triseputro saat dihubungi, Selasa (5/1/2016).

Hidayat mengungkapkan sama seperti negara-negara ASEAN lainnya, tantangan terbesar yang dihadapi Indonesia saat ini adalah serangan baja impor murah asal Tiongkok dan negara- negara luar ASEAN.

Dia berharap Indonesia bersama-sama negara-negara ASEAN lainnya harus kompak bersatu untuk mengambil langkah-langkah taktis dan strategis untuk mengamankan industri di ASEAN maupun negaranya masing-masing.

Hidayat menambahkan dukungan pemerintah berupa program SNI, penataan bea impor, kebijakan TKDN, pemberian tax allowance, serta peningkatan penyerapan produk baja terutama untuk proyek-proyek pemerintah yang menggunakan APBN diharapkan dapat menggerakkan industri baja nasional untuk terus bertumbuh.

Hidayat menyebutkan ancaman terbesar pasar baja ASEAN justru datang dari Thailand yang merupakan pasar baja terbesar di ASEAN dengan konsumsi mencapai 17,3 juta ton. Kedua, Vietnam dengan rata-rata pertumbuhan tertinggi lebih dari 20 persen selama tiga tahun terakhir.

Sedangkan Malaysia, yang pasar bajanya memang kalah sedikit oleh Indonesia, menduduki peringkat keempat di ASEAN. Namun patut diwaspadai karena produksi dan konsumsi baja Malaysia menunjukkan tren yang terus menguat.

Pada bagian lain, Direktur Bukaka Teknik Utama sekaligus Ketua Asosiasi Pabrikan Jembatan Baja Sofiah Balfas berharap industri baja nasional bisa menjadi tokoh utama dalam pertumbuhan ekonomi.

"Setiap industri yang menggunakan baja sebagai bahan baku sudah semestinya menggunakan produk lokalmendukung P3DN. Kami dari Asosiasi parbikan baja mengharapkan jembatan baja disuplai oleh perusahaan dalam negeri," jelas Sofiah.

Lebih jauh, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) I Gusti Putu Suryawirawan mejelaskan, industri besi dan baja merupakan industri prioritas yang dapat menopang sektor industri lain.

Namun saat ini industri baja nasional menghadapi berbagai tantangan diantaranya kurangnya pasokan baja dalam negeri, kurangnya bahan baku material, maupun perlambatan ekonomi.

MEA memungkinkan kita mengekspor baja ke negara-negara ASEAN. Tapi, di sisi lain, potensi impor baja dari beberapa negara akan makin terbuka," ujar Putu.

"Terkait kondisi tersebut, industri baja nasional perlu segera berbenah dalam menghadapi berbagai tantangan. Pemerintah diminta lebih aktif melakukan pengamanan industri dengan memberikan berbagai dukungan untuk penguatan industri baja nasional, ujar Putu.

(Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pasar Nikel Global Diproyeksi Tumbuh 21,39% Hingga 2031, Hilirisasi Didorong Garap Produk Akhir

Pasar Nikel Global Diproyeksi Tumbuh 21,39% Hingga 2031, Hilirisasi Didorong Garap Produk Akhir

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:40 WIB

Gas Murah Seret, Industri Baja RI Terjepit Impor 7 Juta Ton

Gas Murah Seret, Industri Baja RI Terjepit Impor 7 Juta Ton

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08 WIB

Impor Baja China Banjiri RI, Industri Lokal Terancam Gulung Tikar

Impor Baja China Banjiri RI, Industri Lokal Terancam Gulung Tikar

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Baja Indonesia dikenakan Bea Masuk 50 Persen di AS hingga Inggris

Baja Indonesia dikenakan Bea Masuk 50 Persen di AS hingga Inggris

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:33 WIB

DJP Kantongi Rp 817,61 Miliar Pajak dari Perusahaan Baja RI hingga Agustus 2026

DJP Kantongi Rp 817,61 Miliar Pajak dari Perusahaan Baja RI hingga Agustus 2026

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:02 WIB

Ekspor Besi dan Baja Indonesia Diproyeksi US$28 M di Tengah Tantangan Regulasi Global

Ekspor Besi dan Baja Indonesia Diproyeksi US$28 M di Tengah Tantangan Regulasi Global

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 20:15 WIB

81% Pasar RI Dikuasai Baja China, Pemerintah Mulai Penyelidikan Antidumping

81% Pasar RI Dikuasai Baja China, Pemerintah Mulai Penyelidikan Antidumping

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 12:01 WIB

Baja China Banjiri Indonesia, KADI Gelar Penyelidikan Antidumping

Baja China Banjiri Indonesia, KADI Gelar Penyelidikan Antidumping

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 13:07 WIB

RI Punya Pabrik Baja Kapasitas 1,2 Juta Ton

RI Punya Pabrik Baja Kapasitas 1,2 Juta Ton

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 15:22 WIB

DJP Dulang Rp326,6 Miliar dari 38 Perusahaan Baja Nakal

DJP Dulang Rp326,6 Miliar dari 38 Perusahaan Baja Nakal

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 14:37 WIB

Terkini

Rogoh Kocek APBN Rp600 Miliar, Mentan Amran Mau Buat Koperasi Peternak Ayam dan Petani Jagung

Rogoh Kocek APBN Rp600 Miliar, Mentan Amran Mau Buat Koperasi Peternak Ayam dan Petani Jagung

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:33 WIB

Pelajaran Penting Mengenai Dampak Memanjakan Anak lewat Novel Childish Boy

Pelajaran Penting Mengenai Dampak Memanjakan Anak lewat Novel Childish Boy

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:30 WIB

7 Fakta Mencengangkan Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun hingga Jasadnya Digiling

7 Fakta Mencengangkan Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun hingga Jasadnya Digiling

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:26 WIB

BRI Andalkan Fundamental Kuat untuk Topang Pertumbuhan Jangka Panjang dan Buyback Saham

BRI Andalkan Fundamental Kuat untuk Topang Pertumbuhan Jangka Panjang dan Buyback Saham

Bogor | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:23 WIB

KPK Usul Harta Pejabat Tak Lapor LHKPN Dirampas Negara, Sahroni Ingatkan Soal HAM

KPK Usul Harta Pejabat Tak Lapor LHKPN Dirampas Negara, Sahroni Ingatkan Soal HAM

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:21 WIB

Demi Listrik 4 Gigawatt, Singapura Pasang Panel Surya di Tembok Gedung Hingga Parkiran

Demi Listrik 4 Gigawatt, Singapura Pasang Panel Surya di Tembok Gedung Hingga Parkiran

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:21 WIB

Perselisihan di Hotel Diduga Jadi Motif Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun

Perselisihan di Hotel Diduga Jadi Motif Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun

Jatim | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:20 WIB

5 Rekomendasi HP realme 3 Jutaan untuk Gaming Harian: Baterai Jumbo dan Performa Anti Lag

5 Rekomendasi HP realme 3 Jutaan untuk Gaming Harian: Baterai Jumbo dan Performa Anti Lag

Tekno | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Kenapa Sering Mimpi Buruk Jam 3 Pagi Menurut Medis dan Psikologi?

Kenapa Sering Mimpi Buruk Jam 3 Pagi Menurut Medis dan Psikologi?

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Gandung Pardiman Meninggal Dunia di RS Panti Rapih, Dimakamkan di Ponjong

Gandung Pardiman Meninggal Dunia di RS Panti Rapih, Dimakamkan di Ponjong

Jogja | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:17 WIB

×