Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Bank Permata akan Rights Issue Rp5,5 Trilliun di Semester I 2016

Adhitya Himawan

Jum'at, 19 Februari 2016 | 14:31 WIB
Bank Permata akan Rights Issue Rp5,5 Trilliun di Semester I 2016
Bank Permata. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

PT Bank Permata Tbk kemarin mengumumkan rencana untuk melakukan rights issue demi memperkuat permodalannya. Ini sekaligus sebagai bentuk antisipasi terhadap ketentuan Basel 3 yang akan diberlakukan. Bank pun akan berupaya meningkatkan kualitas asetnya untuk mengimbangi penurunan laba bersih setelah pajak untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2015.

"Kami akan tetap optimis namun berhati-hati pada tahun 2016, khususnya mengingat kondisi lingkungan saat ini, dengan memfokuskan upaya kami pada peningkatan kualitas aset, memperkuat permodalan dan pertumbuhan aset secara selektif,” kata Direktur Utama Bank Permata Roy Armand Affandy dalam keterangan resmi, Kamis (18/2/2016).  

“Kami juga akan terus mencari peluang untuk pertumbuhan yang berkelanjutan dengan mengelola efisiensi operasional serta mengembangkan kemampuan transaction banking kami,” tambah Roy.

 Bank Permata mencatat kenaikan kuat Laba Operasional Sebelum Pencadangan sebesar 32% yoy menjadi Rp 3,88 triliun dari Rp 2,94 triliun pada periode yang sama tahun 2014. Di sisi lain, laba bersih setelah pajak Bank mengalami penurunan sebesar 84% yoy menjadi Rp 247 miliar, didorong oleh peningkatan yang signifikan dalam Biaya Provisi. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya PermataBank untuk semakin meningkatkan kualitas asetnya. 

"Tahun 2015 adalah masa yang sangat sulit, di mana industri perbankan menghadapi kuatnya dinamika tantangan berupa pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat, penurunan tingkat konsumsi dan ketidakpastian geo-politik dan ekonomi makro,” komentar Sandeep Jain, Direktur Keuangan PermataBank atas pencapaian tersebut. “Namun, kendati kondisi ekonomi makro yang menantang, PermataBank berhasil meningkatkan marjin dan mengendalikan biaya operasional. Meskipun kinerja Bank dipengaruhi oleh penurunan kualitas aset, sehingga kami harus membukukan beban pencadangan kredit (loan impairment charges) yang lebih tinggi sebagai akibat dari penurunan dalam siklus ekonomi, PermataBank tetap terjaga sehat dengan permodalan yang kuat dan likuiditas yang baik."

Kondisi ekonomi makro yang penuh tantangan turut berdampak pada kualitas aset Bank. Rasio NPL Gross dan Net masing-masing naik dari 1,70% dan 0,63% pada tahun 2014 menjadi 2,74% dan 1,40% pada tahun 2015, didorong oleh penurunan kredit dalam kredit komersial di berbagai sektor industri. Mengingat penurunan berkelanjutan pada kondisi ekonomi makro, Bank mengalami tekanan portofolio yang signifikan terutama dalam semester kedua 2015. Beban pencadangan (provision expense) naik 212% yoy menjadi Rp 3.68 triliun, yang timbul terutama dari segmen korporasi middle market dan UKM dari berbagai sektor industri.

Laba Operasional Sebelum Pencadangan mencatat kenaikan sebesar 32% yoy, didorong oleh pertumbuhan Pendapatan Operasional yang sehat dengan terus mempertahankan kontrol yang kuat pada biaya. Pendapatan Operasional tumbuh 15% yoy menjadi Rp 8,55 triliun berkat pertumbuhan Pendapatan Bunga Bersih dan Pendapatan Berbasis Biaya (fee based income). Pendapatan Bunga Bersih tumbuh menjadi Rp 6,50 triliun dari Rp 5,70 triliun (14% yoy) setahun sebelumnya dari peningkatan marjin bunga bersih menjadi 4,0% dibandingkan 3,6% tahun lalu, sementara pendapatan berbasis biaya naik menjadi Rp 2,05 triliun dari Rp 1,71 triliun (20% yoy) pada tahun sebelumnya, terutama didorong oleh kinerja transaction banking dan e-channelwealth management serta kegiatan treasury.

Bank Permata terus mengelola biaya secara disiplin dengan melakukan investasi berkelanjutan pada SDM, teknologi, jaringan dan cabang. Dalam tahun 2015, biaya operasional meningkat hanya sebesar 4% yoy yang mencerminkan investasi di infrastruktur Teknologi Informasi, kantor cabang baru dan perbaikan proses bisnis. Hal ini menghasilkan positive jaws sebesar 11% (pertumbuhan pendapatan sebesar 15% dikurangi pertumbuhan biaya sebesar 4%) dan perbaikan rasio biaya terhadap pendapatan (Cost-to-Income Ratio) menjadi 55% dari 60% tahun lalu.

Total aset per 31 Desember 2015 turun 1% yoy menjadi Rp 183 triliun, terutama didorong oleh penurunan Kredit sebesar 3% yoy menjadi Rp 128 triliun pada 2015. Penurunan ini terjadi terutama dalam segmen UKM dan pinjaman dalam mata uang asing, karena Bank secara proaktif berusaha untuk mengurangi eksposur ke sektor-sektor industri yang terkena dampak perlambatan ekonomi secara umum.

Likuiditas tetap terjaga sehat dan PermataBank mengelola Dana Pihak Ketiga sejalan dengan aset sehingga berdampak pada LDR yang stabil di 88%. PermataBank mengurangi biaya pendanaan dengan meningkatkan porsi giro dan tabungan (CASA) sebesar 8% yoy dan mengurangi pertumbuhan deposito sebanyak 7% yoy. Oleh karena itu, rasio CASA meningkat menjadi 38% pada 2015 dibandingkan dengan 35% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

PermataBank tetap memiliki permodalan yang kuat. Bank mengakhiri tahun 2015 dengan Rasio Kecukupan Modal (CAR) sebesar 15,0%, naik 142 bps dari 13,6% pada tahun 2014, dan rasio modal inti utama (Core Equity Tier-1 atau CET-1) sebesar 10,7%, naik 163 bps dari 9,1% pada tahun 2014. Bank melakukan penilaian kembali atas aset lahan dan bangunan dalam kuartal IV tahun 2015. Ekuitas tumbuh 10% yoy menjadi Rp 18,8 triliun pada akhir Desember 2015. Sebagai upaya untuk memperkuat lebih jauh tingkat permodalan guna mendukung pertumbuhan bisnis di masa depan serta ketaatan terhadap ketentuan-ketentuan terbaru Basel 3, PermataBank berencana untuk melakukan rights issuesenilai hingga Rp 5,5 triliun pada semester ini dengan dukungan dari kedua pemegang saham utamanya. 

“Kami tetap setia pada nilai-nilai kami dan yakin bahwa PermataBank berada pada posisi yang baik untuk mengatasi dinamika tantangan ini. Kami berterima kasih kepada para pemangku kepentingan kami yang telah mendukung Bank selama ini, khususnya nasabah dan pemegang saham kami. Kami juga berharap kepercayaan ini dapat terus berlanjut agar dapat bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik," tutup Roy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

OJK Sebut Ada Bank Syariah yang Buka di Tahun 2026, Ini Bocorannya

OJK Sebut Ada Bank Syariah yang Buka di Tahun 2026, Ini Bocorannya

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 07:57 WIB

OJK Perkuat Kepastian Hukum Demi Jaga Penyaluran Kredit

OJK Perkuat Kepastian Hukum Demi Jaga Penyaluran Kredit

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 07:23 WIB

Cashlez (CASH) Siap Rights Issue Rp237 Miliar untuk Kurangi Beban Kerugian

Cashlez (CASH) Siap Rights Issue Rp237 Miliar untuk Kurangi Beban Kerugian

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 07:52 WIB

Data Lintas Batas RIAS Dibuka, OJK Waspadai Ketergantungan Asing

Data Lintas Batas RIAS Dibuka, OJK Waspadai Ketergantungan Asing

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 07:45 WIB

OJK Restui Empat BPR di Priangan Timur Digabungkan, Apa Untungnya?

OJK Restui Empat BPR di Priangan Timur Digabungkan, Apa Untungnya?

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 08:00 WIB

OJK Tancap Gas Konsolidasi Bank, Ratusan BPR/S Akan Digabung

OJK Tancap Gas Konsolidasi Bank, Ratusan BPR/S Akan Digabung

Bisnis | Kamis, 01 Januari 2026 | 08:53 WIB

Bank Permata Salurkan Pembiayaan Hijau Rp556 Miliar Sepanjang 2024

Bank Permata Salurkan Pembiayaan Hijau Rp556 Miliar Sepanjang 2024

Bisnis | Selasa, 23 Desember 2025 | 08:14 WIB

Bankir Ini Nilai Penggunaan AI Jadi Masa Depan Industri Keuangan

Bankir Ini Nilai Penggunaan AI Jadi Masa Depan Industri Keuangan

Bisnis | Rabu, 26 November 2025 | 08:47 WIB

OJK Pastikan Kinerja Industri Perbankan Makin Kuat, Ini Buktinya

OJK Pastikan Kinerja Industri Perbankan Makin Kuat, Ini Buktinya

Bisnis | Senin, 13 Oktober 2025 | 07:56 WIB

Bos BJBR Turun Gunung Layani Nasabah

Bos BJBR Turun Gunung Layani Nasabah

Bisnis | Sabtu, 06 September 2025 | 06:51 WIB

Terkini

Emas Melesat, Perak Menggila! Ini Pemicu Lonjakan Harga Logam Mulia Hari Ini

Emas Melesat, Perak Menggila! Ini Pemicu Lonjakan Harga Logam Mulia Hari Ini

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 23:13 WIB

Bertemu S&P, Purbaya Jelaskan Fondasi Ekonomi Indonesia Masih Kokoh

Bertemu S&P, Purbaya Jelaskan Fondasi Ekonomi Indonesia Masih Kokoh

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:51 WIB

Viral Restoran di Bali Diduga Milik WN Israel, Bagaimana Hukum dan Aturannya?

Viral Restoran di Bali Diduga Milik WN Israel, Bagaimana Hukum dan Aturannya?

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:49 WIB

Goldman Sachs Naikkan Target Indeks Pasar Berkembang, Proyeksi Cuan Besar?

Goldman Sachs Naikkan Target Indeks Pasar Berkembang, Proyeksi Cuan Besar?

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:16 WIB

Jangan Asal Investasi! Kenali Cara Membedakan Pialang Resmi dan Investasi Bodong

Jangan Asal Investasi! Kenali Cara Membedakan Pialang Resmi dan Investasi Bodong

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:10 WIB

Day Trading atau Swing Trading? Ini yang Bisa Menguras atau Menyelamatkan Uang Anda

Day Trading atau Swing Trading? Ini yang Bisa Menguras atau Menyelamatkan Uang Anda

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:56 WIB

Warga Bantah Isu Eksodus di PSN Wanam, Justru Harap Ekonomi dan Lapangan Kerja Makin Tumbuh

Warga Bantah Isu Eksodus di PSN Wanam, Justru Harap Ekonomi dan Lapangan Kerja Makin Tumbuh

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 19:51 WIB

UU P2SK Resmi Disahkan DPR dan Pemerintah, Ini Rincian 17 Poin Pentingnya

UU P2SK Resmi Disahkan DPR dan Pemerintah, Ini Rincian 17 Poin Pentingnya

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 18:19 WIB

Purbaya Bela Danantara usai Diberi Outlook Negatif dari Lembaga Internasional Moody's

Purbaya Bela Danantara usai Diberi Outlook Negatif dari Lembaga Internasional Moody's

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 17:47 WIB

DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga

DSI Berpotensi Dongkrak Devisa dan Stabilkan Rupiah, Tapi Ada Risiko Tumpang Tindih Lembaga

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 17:11 WIB