Jerman Tolak Paket Stimulus Fiskal Kelompok Negara G-20

Adhitya Himawan

Jum'at, 26 Februari 2016 | 17:54 WIB
Jerman Tolak Paket Stimulus Fiskal Kelompok Negara G-20
Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble. [Shutterstock]

Suara.com - Jerman menentang ekonomi-ekonomi besar dunia meluncurkan paket stimulus fiskal dalam menghadapi pertumbuhan global yang sedang melambat. Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble mengatakan pada Jumat (26/2/2016), pihaknya bersiap untuk berbeda pendapat dengan Amerika Serikat.

Upaya-upaya pemerintah untuk meningkatkan perekonomian mereka dengan melonggarkan moneter bisa menjadi "kontraproduktif", Wolfgang Schaeuble mengatakan dalam sebuah konferensi menjelang pertemuan para menteri keuangan G20 di Shanghai.

Para gubernur bank sentral telah datang di bawah tekanan menjelang pertemuan ekonomi-ekonomi utama dunia untuk melepaskan senjata moneter baru guna membantu merangsang pertumbuhan yang kendur dan meyakinkan investor.

Jepang telah mengadopsi suku bunga negatif, Bank Sentral Eropa telah memulai program pelonggaran kuantitatif besar, dan Federal Reserve AS telah mengisyaratkan kemungkinan penundaan untuk menaikkan suku bunganya.

Schaeuble mengatakan bahwa "berpikir tentang stimulus lebih lanjut hanya mengalihkan perhatian dari tugas nyata di tangan," menambahkan bahwa Berlin "tidak setuju pada paket stimulus fiskal G20".

"Kebijakan moneter sangat akomodatif tepatnya bahkan mungkin menjadi kontraproduktif dalam hal efek samping negatif," katanya.

"Kebijakan-kebijakan fiskal serta kebijakan moneter telah mencapai batas mereka, jika Anda ingin ekonomi riil tumbuh tidak ada jalan pintas tanpa reformasi." Komentarnya berlawanan dengan Menteri Keuangan AS Jacob Lew, yang mengatakan awal pekan ini bahwa kebijakan fiskal dan moneter adalah "alat-alat penting".

"Ketika digunakan bersama-sama, mereka kuat. Dan itulah pesan yang kita bawa," dia mengatakan kepada Bloomberg Television.

"Ini berarti bahwa di negara-negara ekonomi besar, wilayah-wilayah yang memiliki ekonomi besar, mereka harus menggunakan alat kebijakan." Karena Jerman negara terbesar dan terkaya Uni Eropa, sering memiliki prioritas ekonomi yang berbeda dari anggota lain.

Schaeuble, yang dikenal karena kejujurannya, sebelumnya secara terbuka mengkritik ECB karena terlalu akomodatif.

Penggunaan pengeluaran selama lebih dari dua dekade terakhir untuk menanggulangi krisis ekonomi tidak lagi muncul bekerja, katanya Jumat, menambahkan bahwa tingkat utang terlalu tinggi sementara pertumbuhan tetap terlalu rendah.

"Model pertumbuhan yang didanai oleh utang telah mencapai batasnya," kata dia. "Jika kita terus di jalan ini kita tidak perlu lagi menonton televisi, orang mati berjalan akan menguasai kita, khususnya di bidang keuangan dan konstruksi." Dia tidak menyebutkan secara spesifik di negara-negara mana perusahaan seperti zombie ada -- meskipun mereka adalah masalah abadi di Cina. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

25 Tahun Serangan 9/11, Cerita Mereka yang Bertugas saat 4 Pesawat Tabrak WTC

25 Tahun Serangan 9/11, Cerita Mereka yang Bertugas saat 4 Pesawat Tabrak WTC

News | Jum'at, 11 September 2026 | 13:35 WIB

Sikap Donald Trump Soal Peluang Negosiasi Amerika Serikat dan Iran, Bakal Benar-benar Damai?

Sikap Donald Trump Soal Peluang Negosiasi Amerika Serikat dan Iran, Bakal Benar-benar Damai?

News | Kamis, 10 September 2026 | 12:43 WIB

Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dolar Akibat Serangan Tanker Selat Hormuz

Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dolar Akibat Serangan Tanker Selat Hormuz

News | Kamis, 10 September 2026 | 10:27 WIB

Harga Minyak Dunia Dekati 100 dolar AS per Barel setelah Amerika dan Iran Saling Serang

Harga Minyak Dunia Dekati 100 dolar AS per Barel setelah Amerika dan Iran Saling Serang

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 12:14 WIB

Rudal Iran Rusak Hangar Jet Tempur AS di Pangkalan Yordania

Rudal Iran Rusak Hangar Jet Tempur AS di Pangkalan Yordania

News | Rabu, 09 September 2026 | 11:32 WIB

AS Resmi Jatuhkan 36 Sanksi Baru untuk Lumpuhkan Iran, Pesawat Sipil Dilarang Melintas

AS Resmi Jatuhkan 36 Sanksi Baru untuk Lumpuhkan Iran, Pesawat Sipil Dilarang Melintas

News | Rabu, 09 September 2026 | 09:03 WIB

Aktivitas Vulkanik Anak Krakatau, Kedutaan AS Ingatkan Warganya untuk Waspada

Aktivitas Vulkanik Anak Krakatau, Kedutaan AS Ingatkan Warganya untuk Waspada

Video | Selasa, 08 September 2026 | 14:22 WIB

Dampak Terbaru Perang AS-Iran Bikin Analis Kaget Kondisi Harga Minyak Dunia Jadi Begini

Dampak Terbaru Perang AS-Iran Bikin Analis Kaget Kondisi Harga Minyak Dunia Jadi Begini

News | Selasa, 08 September 2026 | 13:15 WIB

Donald Trump Sebut AS Mungkin Segera Serang Fasilitas Pickaxe Iran

Donald Trump Sebut AS Mungkin Segera Serang Fasilitas Pickaxe Iran

Video | Senin, 07 September 2026 | 21:20 WIB

Amerika Serikat Rilis Peringatan ke Warganya Waspada Erupsi Gunung Anak Krakatau

Amerika Serikat Rilis Peringatan ke Warganya Waspada Erupsi Gunung Anak Krakatau

News | Senin, 07 September 2026 | 10:42 WIB

Terkini

Hari Keempat, Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda Belum Berbuah Hasil

Hari Keempat, Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda Belum Berbuah Hasil

Foto | Sabtu, 12 September 2026 | 06:00 WIB

Taruh Nyawa di Selat Perbatasan, Wanita Ini Sukses Ubah Nasib Ratusan Ibu-Ibu di Sebatik

Taruh Nyawa di Selat Perbatasan, Wanita Ini Sukses Ubah Nasib Ratusan Ibu-Ibu di Sebatik

Bri | Sabtu, 12 September 2026 | 00:00 WIB

Ratusan Warga Carita Gelar Doa Bersama, Berharap 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Segera Ditemukan

Ratusan Warga Carita Gelar Doa Bersama, Berharap 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Segera Ditemukan

Banten | Jum'at, 11 September 2026 | 23:55 WIB

Doa untuk 5 Jurnalis Hilang Mengalir di Tangsel, Wawali Pilar Siap Bantu Maksimal

Doa untuk 5 Jurnalis Hilang Mengalir di Tangsel, Wawali Pilar Siap Bantu Maksimal

Banten | Jum'at, 11 September 2026 | 23:45 WIB

Temuan Pelampung Dicurigai Bukan Milik Kapal 5 Jurnalis, Pemilik Ungkap Perbedaannya

Temuan Pelampung Dicurigai Bukan Milik Kapal 5 Jurnalis, Pemilik Ungkap Perbedaannya

Banten | Jum'at, 11 September 2026 | 23:38 WIB

Menanti Kepulangan Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Anak Krakatau, PFI Gelar Doa Bersama

Menanti Kepulangan Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Anak Krakatau, PFI Gelar Doa Bersama

News | Jum'at, 11 September 2026 | 22:36 WIB

Purbaya Resmi Tarik Pajak Transaksi Digital Luar Negeri, Libatkan Bank hingga Fintech

Purbaya Resmi Tarik Pajak Transaksi Digital Luar Negeri, Libatkan Bank hingga Fintech

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 22:17 WIB

Shin Tae-yong Bawa Senjata Baru Lawan Persib, Ivan Mamut Siap Debut di El Clasico

Shin Tae-yong Bawa Senjata Baru Lawan Persib, Ivan Mamut Siap Debut di El Clasico

Bola | Jum'at, 11 September 2026 | 22:02 WIB

CIP Award 2026, Wadah PTBA Ubah Gagasan Jadi Solusi Nyata

CIP Award 2026, Wadah PTBA Ubah Gagasan Jadi Solusi Nyata

Sumsel | Jum'at, 11 September 2026 | 21:50 WIB

Hari Keempat, SAR Sisir Pulau Terdekat Anak Krakatau Cari 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal

Hari Keempat, SAR Sisir Pulau Terdekat Anak Krakatau Cari 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal

News | Jum'at, 11 September 2026 | 21:33 WIB

×