Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pejabat The Fed Terpecah Soal Kenaikan Suku Bunga Acuan

Adhitya Himawan

Kamis, 07 April 2016 | 06:05 WIB
Pejabat The Fed Terpecah Soal Kenaikan Suku Bunga Acuan
Gedung Bank Sentral Amerika Serikat The Federal Reserve [Shutterstock]

Suara.com - Para pejabat Federal Reserve terpecah atas apakah menaikkan suku bunga acuan berikutnya pada pertemuan April. Kondisi ini terjadi karena mereka melihat risiko-risiko cukup besar terhadap ekonomi AS dari perkembangan global. Demikianlah risalah pertemuan kebijakan terbaru Fed pada Rabu (6/4/2016).

"Banyak peserta mengungkapkan pandangan bahwa situasi ekonomi dan keuangan global masih menimbulkan risiko-risiko penurunan cukup besar terhadap prospek ekonomi domestik. Beberapa mencatat bahwa gejolak pasar keuangan baru-baru ini memberikan peringatan penting bahwa kemampuan bank sentral untuk mengimbangi dampak guncangan ekonomi yang merugikan mungkin terbatas," menurut risalah pertemuan The Fed 15-16 Maret yang dirilis Rabu (6/4/2016).

The Fed menaikkan kisaran target untuk suku bunga federal funds sebesar 25 basis poin menjadi 0,25-0,50 persen pada Desember, kenaikan suku bunga pertama dalam hampir satu dekade, menandai akhir dari sebuah era pelonggaran kebijakan moneter yang luar biasa.

Tetapi gejolak di pasar keuangan dan pelambatan ekonomi global sejak awal tahun ini telah meningkatkan kekhawatiran tentang kekuatan ekonomi AS, memaksa para pembuat kebijakan The Fed untuk menunda setiap kenaikan suku bunga lebih lanjut sejak itu.

Proyeksi diperbarui The Fed yang dirilis bulan lalu menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan memperkirakan suku bunga federal funds akan naik menjadi sekitar 0,9 persen pada akhir 2016, menyiratkan dua kenaikan suku bunga seperempat persentase poin tahun ini, turun dari empat kali kenaikan yang diperkirakan pada Desember.

"Mereka menyatakan berbagai pandangan tentang kemungkinan bahwa informasi yang masuk akan membuat sebuah penyesuaian (dengan sikap kebijakan moneter) yang tepat pada saat pertemuan berikutnya" dijadwalkan pada 26-27 April, risalah mengatakan, mencatat bahwa sejumlah pejabat Fed melihat beberapa masalah (headwinds) yang menahan pertumbuhan ekonomi AS cenderung "mereda hanya perlahan-lahan." "Beberapa menyatakan pandangan bahwa pendekatan hati-hati untuk menaikkan suku bunga akan lebih bijaksana atau mencatat kekhawatiran mereka bahwa meningkatkan kisaran target suku bunga secepat April akan mengindikasikan rasa urgensi mereka tidak berpikir tepat," kata risalah.

Tapi beberapa pejabat Fed lainnya menunjukkan bahwa mereka cenderung untuk menaikkan suku pada pertemuan berikutnya "jika data ekonomi yang masuk tetap konsisten dengan harapan mereka untuk pertumbuhan moderat dalam output, penguatan lebih lanjut dari pasar tenaga kerja, dan inflasi naik dua persen selama jangka menengah".

"Mengingat risiko-risko terhadap prospek, saya menganggap itu tepat untuk komite melanjutkan dengan hati-hati dalam menyesuaikan kebijakan," kata Ketua Fed Janet Yellen pekan lalu, merujuk kepada Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), unit kebijakan moneter The Fed.

"Hati-hati ini terutama diperlukan karena, dengan suku bunga federal funds sangat rendah, kemampuan FOMC menggunakan kebijakan moneter konvensional untuk menanggapi gangguan ekonomi adalah asimetris," Yellen menambahkan, menandakan bahwa dia ingin menunggu lebih banyak waktu untuk menilai prospek ekonomi AS sebelum menaikkan suku bunga lagi.

"Asimetri ini membuat bijaksana untuk menunggu informasi tambahan mengenai kekuatan yang mendasari kegiatan ekonomi dan prospek inflasi sebelum mengambil langkah lain untuk mengurangi kebijakan akomodasi," kata risalah.

Sekitar 76 persen dari pengusaha dan ekonom akademik yang disurvei oleh Wall Street Journal bulan lalu memperkirakan bahwa Fed akan menunggu sampai Juni untuk menaikkan suku bunga acuannya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

The Fed Tahan Suku Bunga, Investor Mendadak Malah Panik dan Bingung!

The Fed Tahan Suku Bunga, Investor Mendadak Malah Panik dan Bingung!

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 07:13 WIB

BI Batal Naikan Suku Bunga Acuan, Rupiah Melemah Lagi

BI Batal Naikan Suku Bunga Acuan, Rupiah Melemah Lagi

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:01 WIB

Jangan Anggap Sepele BI Rate, Dampaknya bagi Masyarakat yang Punya Utang Bank

Jangan Anggap Sepele BI Rate, Dampaknya bagi Masyarakat yang Punya Utang Bank

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:11 WIB

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 15:05 WIB

Cicilan KPR Semakin Berat Jika BI Naikkan Suku Bunga Acuan Hari Ini

Cicilan KPR Semakin Berat Jika BI Naikkan Suku Bunga Acuan Hari Ini

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 14:20 WIB

Harga Emas Anjlok Parah, Rekor Terburuk Sejak 2008

Harga Emas Anjlok Parah, Rekor Terburuk Sejak 2008

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 14:17 WIB

Trump Mau Pecat Gubernur The Fed, Malah Kena 'Tampar' Mahkamah Agung!

Trump Mau Pecat Gubernur The Fed, Malah Kena 'Tampar' Mahkamah Agung!

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 22:04 WIB

Rupiah Masih Loyo Pagi Ini, Berpeluang Sentuh Rp18.000

Rupiah Masih Loyo Pagi Ini, Berpeluang Sentuh Rp18.000

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 09:48 WIB

Agar Rupiah Stabil Jadi Alasan BI Naikan BI-Rate Jadi 5,75%

Agar Rupiah Stabil Jadi Alasan BI Naikan BI-Rate Jadi 5,75%

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:21 WIB

Gegara Rupiah Keok, Bank Indonesia Mendadak Naikkan BI-Rate Jadi 5,50%

Gegara Rupiah Keok, Bank Indonesia Mendadak Naikkan BI-Rate Jadi 5,50%

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 12:57 WIB

Terkini

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:52 WIB

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:22 WIB

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:10 WIB

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

Bri | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Jakarta | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

×