DPR Kritik Penerimaan Negara via Tax Amnesty Jauh Dibawah Target

Adhitya Himawan | Dian Rosmala | Suara.com

Selasa, 23 Agustus 2016 | 14:05 WIB
DPR Kritik Penerimaan Negara via Tax Amnesty Jauh Dibawah Target
Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Golkar, Misbakhun. [Dok DPR]

Undang-Undang Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) sudah diterapkan  sejak 1 Juli 2016 yang lalu. Namun, penerimaan negera dari kebijakan tersebut masih sangat jauh dibawah target. Disinyalir, masih banyak wajib pajak yang enggan ikut tax amnesty dengan berbagai alasan.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Mukhamad Misbakhun berharap agar masyarakat tidak menjadikan hal teknis sebagai alasan untuk menghindari tax amnesty. Sebab, kebijakan tersebut dinilai sebagai solusi untuk memperbaiki keuangan negara.

"Saya berharap kepada masyarakat, ikutlah tax amnesti. Karena ini adalah pintu yang baik bagi mereka dan pintu yang baik bagi negara untuk memperbaiki tax ratio kita," kata Misbakhun di DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (23/8/2016).

Selain itu, lanjut Misbakhun, tax amnesty juga akan memberikan dampak baik bagi penerimaan pajak negara yang selama ini tidak stabil.

"Secara jangka panjang akan memperbaiki penerimaan pajak kita yang selama ini sering tidak tercapai," kata Misbakhun.

Misbakhun melajutkan, apabila tax amnesty tidak berhasil, maka sangat dikhawatirkan karena karena akan berdampak pada APBN Perubahan.

"Bahkan ini menimbulkan kekhawatiran baru kalau tax amnesty ini tidak tercapai.  Karena apa? penerimaan pajak normalnya diperkirakan hanya sekitar 86 persen, perkiraan awal Ibu Sri Mulyani tahun lalu cuma sekitar 83 persen," ujar Misbakhun.

"Artinya apa? ada sortfall yang begitu besar. Ini harus dicari penyelesaiannya,  resiko fiskalnya akan diselesaikan seperti apa? karena apa? kalau tidak, ini akan memperbesar jarak defisit di APBN-P 2016," kata Misbakhun menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sri Mulyani Diminta Tak Persulit Implementasi Tax Amnesty

Sri Mulyani Diminta Tak Persulit Implementasi Tax Amnesty

Bisnis | Selasa, 23 Agustus 2016 | 13:44 WIB

Sosialisasi Tax Amnesty Diharapkan Lebih Gencar Lagi

Sosialisasi Tax Amnesty Diharapkan Lebih Gencar Lagi

Bisnis | Selasa, 23 Agustus 2016 | 13:26 WIB

Sri Mulyani Bantah Harga Rokok Naik Rp50 ribu per Bungkus

Sri Mulyani Bantah Harga Rokok Naik Rp50 ribu per Bungkus

Bisnis | Senin, 22 Agustus 2016 | 14:06 WIB

RAPBN 2017 Dinilai Bikin Arah Investasi Makin Jelas

RAPBN 2017 Dinilai Bikin Arah Investasi Makin Jelas

Bisnis | Senin, 22 Agustus 2016 | 06:35 WIB

Tingginya Defisit Membayangi Pembahasan RAPBN 2017

Tingginya Defisit Membayangi Pembahasan RAPBN 2017

Bisnis | Senin, 22 Agustus 2016 | 06:29 WIB

Likuiditas Properti Dipercaya Bertambah Berkat Tax Amnesty

Likuiditas Properti Dipercaya Bertambah Berkat Tax Amnesty

Bisnis | Minggu, 21 Agustus 2016 | 11:29 WIB

Pengampunan Pajak Bikin Penjualan Mobil Mewah Bergairah

Pengampunan Pajak Bikin Penjualan Mobil Mewah Bergairah

Otomotif | Kamis, 18 Agustus 2016 | 06:31 WIB

DPR Minta Sri Mulyani Cegah Potensi Hilangnya Pendapatan Negara

DPR Minta Sri Mulyani Cegah Potensi Hilangnya Pendapatan Negara

Bisnis | Rabu, 17 Agustus 2016 | 09:01 WIB

Menkeu: Belanja Pemerintah Akan Lebih Efektif Pada 2017

Menkeu: Belanja Pemerintah Akan Lebih Efektif Pada 2017

Bisnis | Rabu, 17 Agustus 2016 | 02:00 WIB

Layanan Tax Amnesty Tetap Buka di Hari Sabtu & Minggu

Layanan Tax Amnesty Tetap Buka di Hari Sabtu & Minggu

Bisnis | Senin, 15 Agustus 2016 | 12:48 WIB

Terkini

DJP Ungkap Aktivasi Akun Coretax Tembus 16,6 Juta di H+1 Lebaran

DJP Ungkap Aktivasi Akun Coretax Tembus 16,6 Juta di H+1 Lebaran

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:41 WIB

Jelang Deadline, Jumlah Wajib Pajak Lapor SPT Tembus 8,7 Juta

Jelang Deadline, Jumlah Wajib Pajak Lapor SPT Tembus 8,7 Juta

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:29 WIB

Hari Air Sedunia: Ini Sederet Kisah Pertamina dari Ujung Papua hingga Wilayah Bencana

Hari Air Sedunia: Ini Sederet Kisah Pertamina dari Ujung Papua hingga Wilayah Bencana

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:51 WIB

Jadwal Operasional BRI Pasca Libur Lebaran 2026

Jadwal Operasional BRI Pasca Libur Lebaran 2026

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:29 WIB

Harga Minyak Naik, Prabowo Kebut Proyek PLTS buat Gantikan Tenaga Diesel

Harga Minyak Naik, Prabowo Kebut Proyek PLTS buat Gantikan Tenaga Diesel

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:24 WIB

Seluruh Rest Area di Tol Cipali Akan Berlakukan Sistem Buka Tutup

Seluruh Rest Area di Tol Cipali Akan Berlakukan Sistem Buka Tutup

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 18:21 WIB

Biang Macet Saat Mudik Terungkap! 21 Ribu Kehabisan Saldo E-Toll

Biang Macet Saat Mudik Terungkap! 21 Ribu Kehabisan Saldo E-Toll

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 18:01 WIB

Jangan Lupa! Besok Pasar Saham RI Kembali Dibuka, IHSG Diproyeksi Anjlok

Jangan Lupa! Besok Pasar Saham RI Kembali Dibuka, IHSG Diproyeksi Anjlok

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:48 WIB

Gegara Selat Hormuz Tutup, Harga BBM di AS Tembus Rp 68.000

Gegara Selat Hormuz Tutup, Harga BBM di AS Tembus Rp 68.000

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:31 WIB

BRILink Agen Bukukan Transaksi Rp1.746 Triliun: Bukti BRI Percepat Inklusi Keuangan Nasional

BRILink Agen Bukukan Transaksi Rp1.746 Triliun: Bukti BRI Percepat Inklusi Keuangan Nasional

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:26 WIB