Komisi IX Akui Sulit Awasi Tenaga Kerja Asing di Indonesia

Adhitya Himawan | Bagus Santosa | Suara.com

Rabu, 21 Desember 2016 | 10:33 WIB
Komisi IX Akui Sulit Awasi Tenaga Kerja Asing di Indonesia
Seminar Nasional

Tenaga Kerja Asing asal China mulai banyak hadir berdatangan ke daerah-daerah Indonesia. Wakil Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Saleh Partaoan Daulay mengatakan dinas tenaga kerja daerah akan kesulitan untuk melakukan pengawasan tenaga kerja asing ini. Sebab, personel yang dimiliki pemerintah tidak sebanding dengan luas lokasi  ‎dan jumlah perusahaan yang banyak.

"Indonesia itu negara besar. Wilayahnya luas. Perkiraan kita, ada 200 ribu lebih perusahaan di Indonesia. Tentu sulit untuk mengawasi TKA yang dipekerjakan di banyak perusahaan itu," kata Saleh dalam pernyataannya, Rabu (21/12/2016).

Dia menambahkan, dengan diberlakukannya bebas visa masuk untuk lebih dari 160 negara, kesulitan itu akan semakin terasa. Lalu lintas keluar masuk orang dari berbagai negara tentu sulit diawasi. Apalagi, sambungnya, koordinasi antara pihak imigrasi dan berbagai instansai lainnya diduga masih lemah.

Menurutnya, kebijakan bebas visa seperti ini harus dievaluasi. Setidaknya, tambah dia, kebijakan itu jangan dulu diterapkan sampai pemerintah betul-betul siap untuk melakukan pengawasan. Sistem pengawasan terpadu, sambungnya, perlu disiapkan sebelum kebijakan bebas visa itu diberlakukan.

"Sistem pengawasan terpadu itu mestinya melibatkan banyak pihak. Ada imigrasi, disnaker, kepolisian, dan juga masyarakat. Selain itu, basis pengawasan lewat pengembangan jaringan sistem informasi menjadi sesuatu yang sangat mendesak," kata Politikus Partai Amanat Nasional ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

41.237 Ribu Bidan PTT Berharap RUU Kebidanan Segera Diundangkan

41.237 Ribu Bidan PTT Berharap RUU Kebidanan Segera Diundangkan

News | Sabtu, 03 Desember 2016 | 01:16 WIB

Komisi IX DPR Gelar RDP dengan BNP2TKI

Komisi IX DPR Gelar RDP dengan BNP2TKI

DPR | Senin, 03 Oktober 2016 | 16:57 WIB

DPR Minta Jaringan Vaksin Palsu Dituntut Seberat-beratnya

DPR Minta Jaringan Vaksin Palsu Dituntut Seberat-beratnya

News | Kamis, 22 September 2016 | 06:23 WIB

Keputusan PAN Dukung Rizal Ramli Dianggap Tak Realistis

Keputusan PAN Dukung Rizal Ramli Dianggap Tak Realistis

News | Rabu, 14 September 2016 | 12:55 WIB

Aturan Menkes Soal Apotek Rakyat Didesak Dicabut

Aturan Menkes Soal Apotek Rakyat Didesak Dicabut

News | Rabu, 14 September 2016 | 06:26 WIB

Politisi PAN Desak Pemerintah Intensifkan Pengawasan Obat Ilegal

Politisi PAN Desak Pemerintah Intensifkan Pengawasan Obat Ilegal

News | Rabu, 14 September 2016 | 06:22 WIB

Obat Palsu Beredar, Ini Cara Menghindarinya

Obat Palsu Beredar, Ini Cara Menghindarinya

News | Sabtu, 10 September 2016 | 14:52 WIB

Peredaran Obat Palsu Punya 'Backing' Besar, BPOM Harus Diperkuat

Peredaran Obat Palsu Punya 'Backing' Besar, BPOM Harus Diperkuat

News | Sabtu, 10 September 2016 | 13:08 WIB

BPOM Diminta Awasi Peredaran Obat Palsu Secara Intensif

BPOM Diminta Awasi Peredaran Obat Palsu Secara Intensif

News | Jum'at, 09 September 2016 | 10:40 WIB

Marak Obat Palsu, Politisi NasDem Minta UU Kesehatan Direvisi

Marak Obat Palsu, Politisi NasDem Minta UU Kesehatan Direvisi

News | Jum'at, 09 September 2016 | 10:35 WIB

Terkini

Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!

Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 21:44 WIB

Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap

Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 19:19 WIB

Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab

Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 19:08 WIB

Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes

Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 18:11 WIB

Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik

Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:58 WIB

Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran

Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:41 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026

Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:31 WIB

285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret

285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:16 WIB

LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas

LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:00 WIB

Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat

Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 16:48 WIB