Hingga 2019, Kementerian PUPR akan Bangun 65 Bendungan

Adhitya Himawan | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Selasa, 31 Januari 2017 | 14:47 WIB
Hingga 2019, Kementerian PUPR akan Bangun 65 Bendungan
Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto di Jakarta, Selasa (31/1/2017). [Suara.com/Dian Kusumo Hapsari]

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat hingga 2019 berencana akan membangun 65 bendngan dari sabang sampai merauke. Dana yang dihabiskan untuk program ini cukup fantastis yakni sebesar Rp 70 triliun.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto menjelaskan, tujuan pembangunan bendungan ini untuk meningkatkan cadangan air. Pasalnya, penampungan air di Indonesia hanya sekitar 63m3 per kapita per tahun. Berbeda jauh dari negara Cina yang memiliki tingkat penampungan hingga 1.000 m3 per tahun.

"Ini penting, karena ketahanan air kita masih sangat rendah. Penampungan air per kapita hanya 63 m3 per kapita per tahun. Idealnya berapa? kalau kita berbicara kaitannya dengan kebutuhan hidup, ketahanan air, kita setidaknya memiliki 1.600 m3 per tahun," katanya katanya di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Selasa (31/1/2017).

Menurutnya, jika penampungan air ini bisa ditingkatkan, hal ini bisa menjadi senjata utama untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi. Sayangnya ketahanan air di Indonesia masih rendah dibandingkan dengan negara-negara lain.

Nantinya, dengan 65 bendungan, luasan sawah yang mendapat air bisa bertambah 173.000 ha atau secara total menjadi 933.000 ha atau 13,5 persen yang bersumber dari air bendungan.

Dirinya menambahkan, investasi yang dibutuhkan untuk membangun bendungan air tadi tidak sedikit. Menurut dia, satu reservoir per m3 dibutuhkan Rp25 ribu. Jika pemerintah memiliki dana Rp19 miliar namun baru membangun 63 m3 maka dibutuhkan dana dua kali lipat.

"Jadi kita akan capai minimumnya dulu yaitu 150 m3. Untuk memenuhi kebutuhan pangan kita. Target ini dihitung dari tingkat mengonsumsi beras di Indonesia yang paling tinggi di dunia, 135 kg per kapita per tahun, lauk 25 kg per orang per tahun, kebutuhan hidup minimum 150 liter per hari," ujarnya.

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat hingga 2019 berencana akan membangun 65 bendngan dati sabang sampai merauke. Dana yang dihabiskan untuk program ini cukup fantastis yakni sebesar Rp 70 triliun.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiawan menjelaskan, tujuan pembangunan bendungan ini untuk meningkatkan cadangan air. Pasalnya, penampungan air di Indonesia hanya sekitar 63m3 per kapita per tahun. Berbeda jauh dari negara Cina yang memiliki tingkat penampungan hingga 1.000 m3 per tahun.

"Ini penting, karena ketahanan air kita masih sangat rendah. Penampungan air per kapita hanya 63 m3 per kapita per tahun. Idealnya berapa? kalau kita berbicara kaitannya dengan kebutuhan hidup, ketahanan air, kita setidaknya memiliki 1.600 m3 per tahun," katanya katanya di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Selasa (31/1/2017).

Menurutnya, jika penampungan air ini bisa ditingkatkan, hal ini bisa menjadi senjata utama untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi. Sayangnya ketahanan air di Indonesia masih rendah dibandingkan dengan negara-negara lain.

Nantinya, dengan 65 bendungan, luasan sawah yang mendapat air bisa bertambah 173.000 ha atau secara total menjadi 933.000 ha atau 13,5 persen yang bersumber dari air bendungan.

Dirinya menambahkan, investasi yang dibutuhkan untuk membangun bendungan air tadi tidak sedikit. Menurut dia, satu reservoir per m3 dibutuhkan Rp25 ribu. Jika pemerintah memiliki dana Rp19 miliar namun baru membangun 63 m3 maka dibutuhkan dana dua kali lipat.

"Jadi kita akan capai minimumnya dulu yaitu 150 m3. Untuk memenuhi kebutuhan pangan kita. Target ini dihitung dari tingkat mengonsumsi beras di Indonesia yang paling tinggi di dunia, 135 kg per kapita per tahun, lauk 25 kg per orang per tahun, kebutuhan hidup minimum 150 liter per hari," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Alasan Pemerintah Ngotot Bangun Infrastruktur di Perbatasan

Ini Alasan Pemerintah Ngotot Bangun Infrastruktur di Perbatasan

Bisnis | Selasa, 31 Januari 2017 | 14:08 WIB

Penduduk Mayoritas di Jawa, Pembangunan Infrastruktur Tak Merata

Penduduk Mayoritas di Jawa, Pembangunan Infrastruktur Tak Merata

Bisnis | Selasa, 31 Januari 2017 | 11:51 WIB

Gedung Sekolah di Pidie Jaya Mulai Dipakai Mengajar

Gedung Sekolah di Pidie Jaya Mulai Dipakai Mengajar

Bisnis | Selasa, 31 Januari 2017 | 06:47 WIB

Naskah Akademik RUU Sumber Daya Air Diserahkan ke Komisi V DPR

Naskah Akademik RUU Sumber Daya Air Diserahkan ke Komisi V DPR

Bisnis | Selasa, 31 Januari 2017 | 06:40 WIB

Pembangunan Jalan Tol Bawen-Yogyakarta Dimulai 2018

Pembangunan Jalan Tol Bawen-Yogyakarta Dimulai 2018

Bisnis | Senin, 30 Januari 2017 | 09:29 WIB

Pelabuhan Kuala Tanjung Tetap akan Jadi Pelabuhan Internasional

Pelabuhan Kuala Tanjung Tetap akan Jadi Pelabuhan Internasional

Bisnis | Sabtu, 28 Januari 2017 | 15:06 WIB

Inilah Rangkaian Capaian Pembangunan Infrastruktur 2016

Inilah Rangkaian Capaian Pembangunan Infrastruktur 2016

Bisnis | Jum'at, 27 Januari 2017 | 19:31 WIB

Menteri PUPR Optimis Jalan Trans Papua Tersambung 2019

Menteri PUPR Optimis Jalan Trans Papua Tersambung 2019

Bisnis | Jum'at, 27 Januari 2017 | 18:50 WIB

Kementerian PUPR Bangun 4 Overpass di Tahun Ini

Kementerian PUPR Bangun 4 Overpass di Tahun Ini

Bisnis | Jum'at, 27 Januari 2017 | 18:41 WIB

Basuki: Butuh Sinergi untuk Bangun Infrastruktur

Basuki: Butuh Sinergi untuk Bangun Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 27 Januari 2017 | 18:23 WIB

Terkini

Purbaya Serang Balik Ekonom Ferry Latuhihin: Dia Tak Pernah Pegang Data Ekonomi

Purbaya Serang Balik Ekonom Ferry Latuhihin: Dia Tak Pernah Pegang Data Ekonomi

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:51 WIB

PT BSA Logistic Indonesia Segera IPO, yang Pertama di 2026

PT BSA Logistic Indonesia Segera IPO, yang Pertama di 2026

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:33 WIB

Purbaya Pastikan Indonesia Aman dari Status Darurat Energi, Beda dari Filipina

Purbaya Pastikan Indonesia Aman dari Status Darurat Energi, Beda dari Filipina

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:15 WIB

Batas Pelaporan SPT Diperpanjang hingga 30 April 2026

Batas Pelaporan SPT Diperpanjang hingga 30 April 2026

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:15 WIB

Jasamarga: Volume Kendaraan Masuk Jakarta Naik 41,8 Persen

Jasamarga: Volume Kendaraan Masuk Jakarta Naik 41,8 Persen

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:00 WIB

Disetujui Prabowo, Purbaya Sebut Bea Keluar Batu Bara Bisa Berlaku 1 April 2026

Disetujui Prabowo, Purbaya Sebut Bea Keluar Batu Bara Bisa Berlaku 1 April 2026

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:56 WIB

Menkeu Purbaya: Kebijakan Wajib WFH Segera Diumumkan

Menkeu Purbaya: Kebijakan Wajib WFH Segera Diumumkan

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:51 WIB

Diskon Tarif 30% Mulai Berlaku Besok untuk 9 Ruas Tol, Ini Daftarnya

Diskon Tarif 30% Mulai Berlaku Besok untuk 9 Ruas Tol, Ini Daftarnya

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:20 WIB

RI Jepang Kerja Sama Energi, Pengamat: Indonesia Tak Lagi Sekadar Pemasok

RI Jepang Kerja Sama Energi, Pengamat: Indonesia Tak Lagi Sekadar Pemasok

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:13 WIB

Purbaya Kesal Diserang Ekonom Terus Menerus: Mereka Gembar-gembor Ketakutan

Purbaya Kesal Diserang Ekonom Terus Menerus: Mereka Gembar-gembor Ketakutan

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:19 WIB