Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Gandeng JICA, KKP Perkuat Infrastruktur Kelautan Perikanan

Adhitya Himawan | Suara.com

Senin, 31 Juli 2017 | 12:13 WIB
Gandeng JICA, KKP Perkuat Infrastruktur Kelautan Perikanan
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bertemu Presiden JICA Shinichi Kitaoka di Jakarta. [Dok KKP]

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) mengunjungi Pelabuhan Perikanan Indonesia (PPI) Amagarapati, di Larantuka, Flores Timur, pada Selasa (25/7). Kunjungan ini merupakan lanjutan dari kunjungan Menteri Susi ke Jepang beberapa waktu lalu dalam rangka meningkatkan kerja sama pembangunan infrastruktur kelautan dan perikanan.

Pemerintah Jepang telah sepakat membantu percepatan pengembangan potensi kelautan dan perikanan di Indonesia termasuk dukungan percepatan program Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT).

Adapun PPI Amagarapati merupakan hibah dari pemerintah Jepang untuk Indonesia yang dibangun tahun 2010 lalu. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL) Brahmantya Satyamurti Poerwadi yang datang meninjau lokasi bersama Senior Deputy Director JICA Shigeo Honzu, Project Officer JICA Rin Yamamoto, dan Senior Advisor JICA Masakazu Fukukawa.

“Pada tahun 2010, pemerintah Jepang melalui JICA membangun fasilitas di PPI Amagarapati. Hingga saat ini PPI Amagarapati kondisinya sangat terawat dan dimanfaatkan maksimal oleh masyarakat sekitar. Terlihat disana ada aktivitas nelayan seperti pendaratan ikan, dan ini sangat baik. Kualitas bangunannya juga sangat baik. Hal ini yang mendorong Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan pemerintah Jepang melalui JICA datang kembali ke sini untuk melihat kondisi, apakah bantuan pemerintah Jepang di PPI Amagarapati masih berfungsi dengan baik atau tidak,” ungkap Brahmantya dalam keterangan resmi, Jumat (28/7/2017).

PPI Amagarapati memiliki sarana prasarana seperti Tempat Pelelangan Ikan (TPI), pabrik es, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), bengkel, cold storage, pasar ikan, dermaga, dan fasilitas docking kapal. Akan tetapi, TPI dan lokasi pasar ikan belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Kami dari KKP juga memberikan masukan kepada Bapak Bupati Larantuka, Anton H.Gede Hadjon bagaimana fasilitas di PPI ini bisa dimanfaatkan lebih baik lagi. Secara keseluruhan PPI Amagarapati sudah dimanfaatkan dengan baik hal ini terlihat dari fasilitas seperti SPBN, pabrik es, cold storage, bengkel yang masih sangat aktif melayani kebutuhan nelayan dan juga dari banyak kapal yang bersandar untuk mendaratkan ikan hasil tangkapan di PPI ini", ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Brahmantya juga memberi masukan kepada Bupati untuk dapat memaksimalkan penggunaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sebagai pusat transaksi nelayan. Menurut Brahmantya, hidupnya aktivitas di TPI akan mempermudah pemerintah dalam mengalokasikan bantuan yang masih dibutuhkan nelayan sekitar. Alasannya, jika kapal dan hasil perikanan yang masuk didata dengan baik maka data-data tersebut dapat digunakan untuk merencanakan kebutuhan logistik seperti BBM, air bersih, dan es bagi nelayan.

Brahmantya menambahkan, rencananya PPI Amagarapati juga akan menjadi standar dalam pembangunan pelabuhan perikanan yang terintegrasi. “Dari segi rancangan bangunan, kualitasnya, bagaimana pabrik es dikelola, desain dermaga, tempat pendaratan ikan yang bagus sehingga aktifitas jual beli hasil perikanan dapat dilakukan dengan baik. Flow ini lah yang akan kita contoh untuk pembangunan SKPT kita,” tuturnya.

Saat ini, perkembangan pembangunan SKPT sudah sampai pada tahap pembangunan bangunan dasar. “Kita harus mengecek ketersediaan air bersih untuk pembuatan es, dan listrik. PLN sudah bersedia membantu ketersediaan listrik di semua lokasi SKPT kita. Kita juga harus memproses kelembagaannya, karena kita harus pastikan fasilitas yg sudah terbangun, dapat dikelola dengan baik,” kata Brahmantya.

Pemerintah pusat melalui BUMN Perikanan dalam hal ini Perum Perikanan Indonesia (Perindo) dan PT Perikanan Nusantara (Perinus) dapat menjadi lembaga yang mengelola aktifitas operasional SKPT bersama dengan koperasi. Tentunya dengan dukungan dari perbankan.

Hal ini membuat pemerintah Jepang semakin percaya diri dalam memberikan bantuan baik berupa sarana dan prasarana maupun pemberdayaan masyarakat kepada Indonesia.

“JICA adalah organisasi pemerintahan yang menjadi executing agency dalam pelaksanaan bantuan dari pemerintah Jepang. Kami membantu pemerintah dalam men-support promosi industri perikanan dan pengembangan fasilitas di pulau-pulau. Pemerintah Jepang akan membantu mempromosikan pelabuhan laut pemerintah Indonesia, guna mencapai pertumbuhan ekonomi melalui pemeliharaan dan pengembangan. JICA juga akan membantu secara teknik dan finansial,” ungkap Senior Deputy Director JICA Shigeo Honzu.

Pemerintah berharap masyarakat mampu mengelola koperasi-koperasi yang sudah ada di daerah-daerah guna menjaga infrastruktur yang telah dibangun pemerintah. “ Di daerah itu KUB (Kelompok Usaha Bersama) sudah ada, tetapi kelembagaannya belum diatur. Bagaimana koperasi dapat dibuat dengan pondasi yang kuat, untuk dapat menjaga sarana dan prasarana dari pemerintah ini sangat penting. Karena nantinya, setelah kita bangun sarana dan prasarana, yang akan memanfaatkan adalah masyarakat daerah untuk kesejahteraan daerah itu sendiri,” jelas Brahmantya.

Sebagai lanjutan kunjungan tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bertemu dengan Presiden JICA Shinichi Kitaoka di Jakarta pada Rabu (26/7). Pada pertemuan tersebut, Menteri Susi menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan gerak cepat JICA dalam mewujudkan rencana kerja sama Jepang-Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KKP  Kemenhub Kerja Sama Percepat Ukur Ulang Kapal Perikanan

KKP Kemenhub Kerja Sama Percepat Ukur Ulang Kapal Perikanan

Bisnis | Senin, 31 Juli 2017 | 12:08 WIB

Front Nelayan Indonesia Tolak Kebijakan Menteri Susi Soal Lobster

Front Nelayan Indonesia Tolak Kebijakan Menteri Susi Soal Lobster

Bisnis | Jum'at, 28 Juli 2017 | 14:05 WIB

Alih Profesi Penangkap Benih Lobster, Ini Bantuan Dari KKP

Alih Profesi Penangkap Benih Lobster, Ini Bantuan Dari KKP

Bisnis | Jum'at, 28 Juli 2017 | 13:53 WIB

Kemenhub Segera Mulai Pembangunan Pelabuhan Patimban

Kemenhub Segera Mulai Pembangunan Pelabuhan Patimban

Bisnis | Kamis, 27 Juli 2017 | 20:46 WIB

Ini Jurus KKP Permudah Nelayan Akses Layanan Perbankan

Ini Jurus KKP Permudah Nelayan Akses Layanan Perbankan

Bisnis | Kamis, 27 Juli 2017 | 15:21 WIB

Menteri Susi: Kapal Bukti Kejahatan Tak Boleh Dilelang

Menteri Susi: Kapal Bukti Kejahatan Tak Boleh Dilelang

Bisnis | Kamis, 27 Juli 2017 | 15:03 WIB

KKP Beberkan Sebab Stok Garam Nasional Alami Kekurangan

KKP Beberkan Sebab Stok Garam Nasional Alami Kekurangan

Bisnis | Kamis, 27 Juli 2017 | 14:55 WIB

Tokyu Land Resmikan Proyek Kondominium Branz BSD

Tokyu Land Resmikan Proyek Kondominium Branz BSD

Bisnis | Senin, 24 Juli 2017 | 20:33 WIB

Bikin Heboh Lagi, Menteri Susi Joget Pakai Lagu "The Beatles"

Bikin Heboh Lagi, Menteri Susi Joget Pakai Lagu "The Beatles"

Tekno | Senin, 24 Juli 2017 | 19:16 WIB

Permintaan Jepang Untuk Cangkang Sawit Indonesia Tumbuh 40 Persen

Permintaan Jepang Untuk Cangkang Sawit Indonesia Tumbuh 40 Persen

Bisnis | Minggu, 23 Juli 2017 | 15:03 WIB

Terkini

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:27 WIB

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:15 WIB

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:05 WIB

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB