Pengamat: Menteri ESDM Hanya Omong Kosong dalam Kasus Freeport!

Adhitya Himawan

Sabtu, 30 September 2017 | 13:42 WIB
Pengamat: Menteri ESDM Hanya Omong Kosong dalam Kasus Freeport!
Menteri ESDM Ignasius Jonan di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (29/8). [Suara.com/Oke Atmaja]

Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamuddin Daeng mengkritik kasus PT Freeport Indonesia yang menurutnya selalu menjadi ajang pencitraan murahan elite pemerintahan dengan berpura pura nasionalis. Pemerintah dinilai tidak konsisten antara apa yang diucapkan dengan realisasi pelaksanaanya.

"Setiap masalah dengan Freeport selalu berakhir dengan deal yang menjijikkan. Antara kata dan perbuatan pemerintah tidak sama. Ibarat pepatah "lain di bibir lain di hati"," kata Salamuddin di Jakarta, Sabtu (30/9/2017).

Menyangkut soal kepemilikan saham pemerintah 51 persen, pemerintah mengatakan akan memgambil alih saham PT Freeport Indonesia dengan kepemilikan 51 persen. Tapi prakteknya nanti pemerintah tidak akan pernah mendapatkan sebesar itu. Bahkan sampai kontrak PT Freeport Indonesia berakhir, pemerintah tidak akan punya saham sama sekali.

"Akan tetapi segelintir oligarki kekuasaan akan punya saham. Apa dasarnya ? Pemerintahan sedang kere mana mungkin beli saham senilai Rp. 100 triliun. Besar kemungkinan yang terjadi jual beli kebijakan untuk kepentingan pribadi seperti yang terjadi sekarang dalam kasus freeport," jelasnya.

Selain itu, perubahan kontrak karya menjadi IUPK diyakini tak akan berlangsung mulus. Freeport berpikir ulang untuk mengubah kontrak karya menjadi IUPK dalam situasi politik indonesia yang rawan dengan perubahan kebijakan. Jadi perubahan ini akan memghadapi masalah yang besar dan tidak akan berjalan. "Padahal perubahan kontrak karya menjadi IUPK telah memberi freeport keleluasaan mengeksploitasi tambang hingga 20 tahun ke depan. Itu saja sudah melanggar rasa keadilan rakyat," tambahnya.

Adapun masalah pembangunan smelter yang seharusnya sudah tuntas 2014 lalu, sudah tiga tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo tidak ada kemajuan sama sekali soal pembangunan smelter Freeport. Dalam tiga tahun terakhir tidak ada progres pembangunan smelter. Pemerintah memberi kesempatan lima tahun lagi dengan cara melanggar UU minerba. "Pelanggaran yang akan terus berulang ulang dimasa mendatang dalam bentuk yang sama. Deal deal tertutup yang merugikan negara," kecamnya.

Untuk masalah negosiasi sistem pajak bagi Freeport, pemerintah mau menerapkan sistem pajak yang berubah-ubah. Sementara freeport mau sistem pajak yang bersifat tetap. Dengan sistem pajak berubah ubah maka pemerintah bisa menaikkan sesuka hati atau menurunkan sesuka hati. Dengan demikian maka kebijakan ini rawan menjadi ajang bancakan penguasa. Kebijakan ini rawan dipertukarkan dengan uang.

"Misalnya freeport akan diturunkan pajaknya tapi setor ke individu penguasa. Sangat mungkin hal ini terjadi dalam pemerintahan oligarki yang korup. Freeport sudah pasti akan menolak modus pemerasan. Kalau bisa freeport ngeruk sebanyak banyaknya dengan pajak serendah rendahnya. Jadi pemerintahan Jokowi, berhentilah melakukan kampanye murahan solah-olah nasionalis. Jurus omong kosong menteri ESDM ini juga harus dihentikan. Omong kosong terlalu banyak akan mempermalukan bangsa dan negara indonesia dihadapan orang luar. Pemerintah juga harus mengakhiri mejual negara, konstitusi dan UU untuk memperkaya diri pribadi dan kelompok," pungkasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Freeport Tolak Mekanisme Divestasi 51%, Ini Kata Sekjen Kemenkeu

Freeport Tolak Mekanisme Divestasi 51%, Ini Kata Sekjen Kemenkeu

Bisnis | Jum'at, 29 September 2017 | 22:14 WIB

Menteri ESDM Tegaskan Kondisi Keuangan PLN Terkendali

Menteri ESDM Tegaskan Kondisi Keuangan PLN Terkendali

Bisnis | Kamis, 28 September 2017 | 06:39 WIB

Sofyan Basir: Saya Jamin Kondisi Keuangan PLN Aman

Sofyan Basir: Saya Jamin Kondisi Keuangan PLN Aman

Bisnis | Rabu, 27 September 2017 | 14:27 WIB

Surat Sri Mulyani ke Jonan dan Rini Bocor, Kemenkeu akan Selidiki

Surat Sri Mulyani ke Jonan dan Rini Bocor, Kemenkeu akan Selidiki

Bisnis | Rabu, 27 September 2017 | 13:24 WIB

Keuangan PLN 'Goyah', Sri Mulyani Surati Jonan dan Rini

Keuangan PLN 'Goyah', Sri Mulyani Surati Jonan dan Rini

Bisnis | Rabu, 27 September 2017 | 11:05 WIB

Tiga Mantan Karyawan  Freeport Jadi Tersangka Demo Anarkis

Tiga Mantan Karyawan Freeport Jadi Tersangka Demo Anarkis

News | Senin, 25 September 2017 | 07:34 WIB

Luhut: Freeport Sudah Bisa Kembali ke Tangan Indonesia

Luhut: Freeport Sudah Bisa Kembali ke Tangan Indonesia

Bisnis | Jum'at, 22 September 2017 | 18:22 WIB

Luhut: Deutsche Bank akan Bantu BUMN Beli Saham Freeport

Luhut: Deutsche Bank akan Bantu BUMN Beli Saham Freeport

Bisnis | Selasa, 19 September 2017 | 20:49 WIB

Luhut Targetkan Divestasi Freeport Indonesia Tuntas 2019

Luhut Targetkan Divestasi Freeport Indonesia Tuntas 2019

Bisnis | Kamis, 14 September 2017 | 03:00 WIB

Jonan: Divestasi Freeport Simbol Kedaulatan Negara

Jonan: Divestasi Freeport Simbol Kedaulatan Negara

Bisnis | Rabu, 06 September 2017 | 02:10 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×