Pengamat IPB: Saya Tidak Percaya dengan Data Kementan Soal Beras

Adhitya Himawan

Senin, 15 Januari 2018 | 15:03 WIB
Pengamat IPB: Saya Tidak Percaya dengan Data Kementan Soal Beras
Gudang penyimpanan di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta, Rabu (20/12).

Suara.com - Guru Besar Fakultas Pertanian di Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dwi Andreas Santoso menegaskan dirinya tidak percaya dengan data Kementerian Pertanian pada 2017 yang menyatakan produksi beras surplus. Sebab sepanjang tahun 2017, pertanian Indonesia diganggu hama wereng dalam skala yang luas.

"Sejak 2017, saya sudah ingatkan ke media, serta komunikasi kepada Menteri, hati-hati. Serangan hama wereng ini sangat luas, hitungan kami lebih dari 400.000 hektare sawah. Belum serangan hama-hama yang lain," kata Andreas saat dihubungi oleh Suara.com, Senin (15/1/2018).

Ia menyayangkan dengan kondisi seperti itu sejak pertengahan tahun lalu, seharusnya pemerintah sudah mengeluarkan antisipasi. Operasi pasar yang dilakukan pemerintah akhir-akhir ini untuk menekan harga beras tidak lagi efektif. Karena memang sudah tidak ada lagi stok beras dalam jumlah besar yang masih disimpan para pedagang beras.

"Apalagi dengan kinerja Satgas Pangan yang aktif melakukan razia. Sekarang sulit untuk melakukan penimbunan beras," ujarnya.

Andreas menjelaskan bahwa data resmi Kementan bahwa produksi beras nasional pada tahun 2017 mengalami surplus 17,6 juta ton tidak masuk akal. "Kalau saya sih tidak percaya sama sekali dengan data Kementan. Gudang Bulog aja maksimal menampung 3 juta ton. Gudang mana lagi yang bisa menampung? Apalagi banyak gudang Bulog sekarang kosong," ujarnya.

Andreas menyayangkan data dari Kementan yang tidak akurat. Akibatnya banyak pernyataan Kementan yang tidak masuk akal, seperti setiap bulan ada panen beras 1 juta ton. Data stok dan data produksi Kementan sama sekali tidak akurat.

"Sekarang yang bisa dipercayai masyarakat adalah harga. Harga itu tidak pernah bohong. Tidak ada yang bisa mengontrol harga beras. Banyak orang bisa memelototi harga beras. Yang sulit adalah masalah produksi beras. Tidak ada orang yang bisa memelototinya," pungkasnya.

Guru Besar Fakultas Pertanian di Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dwi Andreas Santoso menegaskan dirinya tidak percaya dengan data Kementerian Pertanian pada 2017 yang menyatakan produksi beras surplus. Sebab sepanjang tahun 2017, pertanian Indonesia diganggu hama wereng dalam skala yang luas.

"Sejak 2017, saya sudah ingatkan ke media, serta komunikasi kepada Menteri, hati-hati. Serangan hama wereng ini sangat luas, hitungan kami lebih dari 400.000 hektare sawah. Belum serangan hama-hama yang lain," kata Andreas saat dihubungi oleh Suara.com, Senin (15/1/2018).

baca juga

Ia menyayangkan dengan kondisi seperti itu sejak pertengahan tahun lalu, seharusnya pemerintah sudah mengeluarkan antisipasi. Operasi pasar yang dilakukan pemerintah akhir-akhir ini untuk menekan harga beras tidak lagi efektif. Karena memang sudah tidak ada lagi stok beras dalam jumlah besar yang masih disimpan para pedagang beras.

"Apalagi dengan kinerja Satgas Pangan yang aktif melakukan razia. Sekarang sulit untuk melakukan penimbunan beras," ujarnya.

Andreas menjelaskan bahwa data resmi Kementan bahwa produksi beras nasional pada tahun 2017 mengalami surplus 17,6 juta ton tidak masuk akal. "Kalau saya sih tidak percaya sama sekali dengan data Kementan. Gudang Bulog aja maksimal menampung 3 juta ton. Gudang mana lagi yang bisa menampung? Apalagi banyak gudang Bulog sekarang kosong," ujarnya.

Andreas menyayangkan data dari Kementan yang tidak akurat. Akibatnya banyak pernyataan Kementan yang tidak masuk akal, seperti setiap bulan ada panen beras 1 juta ton. Data stok dan data produksi Kementan sama sekali tidak akurat.

"Sekarang yang bisa dipercayai masyarakat adalah harga. Harga itu tidak pernah bohong. Tidak ada yang bisa mengontrol harga beras. Banyak orang bisa memelototi harga beras. Yang sulit adalah masalah produksi beras. Tidak ada orang yang bisa memelototinya," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

3 Fakta Menarik Songpyeon, Kue Beras Kukus Daun Pinus Khas Musim Gugur di Korea

3 Fakta Menarik Songpyeon, Kue Beras Kukus Daun Pinus Khas Musim Gugur di Korea

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 17:15 WIB

Sungai Cileungsi Menghitam Saat Kemarau, Pakar Ungkap Penyebabnya

Sungai Cileungsi Menghitam Saat Kemarau, Pakar Ungkap Penyebabnya

News | Rabu, 23 September 2026 | 11:30 WIB

Menkeu Suahasil: Impor Beras Ilegal Menodai Swasembada Pangan RI

Menkeu Suahasil: Impor Beras Ilegal Menodai Swasembada Pangan RI

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 17:52 WIB

Bea Cukai Gagalkan Impor Garam, Beras, & Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp 27 Miliar

Bea Cukai Gagalkan Impor Garam, Beras, & Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp 27 Miliar

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 17:33 WIB

Mengapa Indonesia Alami Paceklik Beras Premium?

Mengapa Indonesia Alami Paceklik Beras Premium?

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 16:39 WIB

RI Swasembada Beras, Mentan Klaim Efeknya Bikin Harga Global Anjlok hingga Petani Asing Demo

RI Swasembada Beras, Mentan Klaim Efeknya Bikin Harga Global Anjlok hingga Petani Asing Demo

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 12:39 WIB

Mentan Bongkar Modus Penipuan Beras Fortifikasi, Kerugian Tembus Rp 89 T

Mentan Bongkar Modus Penipuan Beras Fortifikasi, Kerugian Tembus Rp 89 T

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 12:20 WIB

Mentan Minta Mafia Pangan dan Beras Ilegal Dihukum 20 Tahun Penjara, Rugikan 115 Juta Petani

Mentan Minta Mafia Pangan dan Beras Ilegal Dihukum 20 Tahun Penjara, Rugikan 115 Juta Petani

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 12:17 WIB

Bulog Mau Guyur Beras Premium ke Ritel, Tapi Bisa Bikin Merugi

Bulog Mau Guyur Beras Premium ke Ritel, Tapi Bisa Bikin Merugi

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 15:45 WIB

Beras Premium Hilang 5 Bulan, 25 Merek Fortifikasi 'Lenyap': Stok Ritel Makin Ngenes

Beras Premium Hilang 5 Bulan, 25 Merek Fortifikasi 'Lenyap': Stok Ritel Makin Ngenes

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 15:00 WIB

Terkini

Masuk 100 Perusahaan Terbesar Fortune Indonesia, InJourney Raih Fastest Growing by Growth in Profit

Masuk 100 Perusahaan Terbesar Fortune Indonesia, InJourney Raih Fastest Growing by Growth in Profit

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 20:33 WIB

4 Low pH Cleanser Berbahan Probiotic Buat Perkuat Skin Barrier Kulit Kering

4 Low pH Cleanser Berbahan Probiotic Buat Perkuat Skin Barrier Kulit Kering

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 20:30 WIB

Antrean Solar Sumsel Belum Reda, Kebutuhan 2,8 Juta KL Hanya Dialokasikan 650 Ribu KL

Antrean Solar Sumsel Belum Reda, Kebutuhan 2,8 Juta KL Hanya Dialokasikan 650 Ribu KL

Sumsel | Rabu, 23 September 2026 | 20:21 WIB

Dari Lapangan Bola Sao Paulo ke Dunia Fashion, Havaianas x KidSuper Hadirkan Koleksi Sandal Unik

Dari Lapangan Bola Sao Paulo ke Dunia Fashion, Havaianas x KidSuper Hadirkan Koleksi Sandal Unik

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 20:16 WIB

Pasokan KRL PT INKA Terlambat, Dirut KAI Buka-bukaan di DPR

Pasokan KRL PT INKA Terlambat, Dirut KAI Buka-bukaan di DPR

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:15 WIB

Ada Retakan di Rangka Bawah, PT KAI Tarik Kembali 7 Rangkaian KRL Buatan INKA

Ada Retakan di Rangka Bawah, PT KAI Tarik Kembali 7 Rangkaian KRL Buatan INKA

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:15 WIB

Gen Z dan Conscious Unbossing: Saat Karier Tidak Harus Naik secara Vertikal

Gen Z dan Conscious Unbossing: Saat Karier Tidak Harus Naik secara Vertikal

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 20:15 WIB

Pidato Trump di Sidang Umum PBB Menyesatkan: Klaim Akhiri 8 Perang dan Musnahkan 97 Persen Narkoba

Pidato Trump di Sidang Umum PBB Menyesatkan: Klaim Akhiri 8 Perang dan Musnahkan 97 Persen Narkoba

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:10 WIB

KPU Sebut Permohonan Denny Indrayana Cs Soal Ijazah Gibran Tak Penuhi Syarat PHPU

KPU Sebut Permohonan Denny Indrayana Cs Soal Ijazah Gibran Tak Penuhi Syarat PHPU

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:09 WIB

Bosan dengan Rutinitas? Festival Spesial Ini Ajak Kamu Bahagia Tanpa Perlu Tunggu Momen Besar

Bosan dengan Rutinitas? Festival Spesial Ini Ajak Kamu Bahagia Tanpa Perlu Tunggu Momen Besar

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 20:07 WIB

×