Tanpa Dua Kaki, Ni Made Ratni Sukses Jadi Atlet Rugby Nasional

Senin, 19 Februari 2018 | 10:45 WIB
Tanpa Dua Kaki, Ni Made Ratni Sukses Jadi Atlet Rugby Nasional
Ni Made Ratni,atlet rugby nasional. [Suara.com/Risna Halidi]

Suara.com - Memasuki 2010, Ni Made Ratni yang saat itu masih berusia 17 tahun membuat keputusan besar. Ia ingin kedua kakinya diamputasi.

Bukan tanpa alasan, Ratni merasa amputasi kaki mungkin satu-satunya pilihan terbaik.

Ratni terlahir dengan masalah kelainan tulang pada bagian kaki. Hal tersebut menyebabkan kedua kakinya menekuk ke depan dan tidak bisa dipergunakan sebagaimana mestinya.

"Setelah potong kaki (amputasi) itu, saya mulai bangkit dan bersekolah di sekolah formal. Yang berubah itu, saya akhirnya bisa jalan sendiri (pakai kursi roda). Sekarang jadi bisa mandiri, tidak mau merepotkan orangtua," terang Ni Made Ratni saat ditemui Suara.com, belum lama ini.

Ratni yang dulu lebih memilih belajar sendiri dan ikut kejar paket kesetaraan, memulai tantangan baru dan mendaftar ke sekolah formal.

Di sekolah, cerita klasik dimulai. Ia mendapatkan banyak kesusahan karena menjadi target perundungan teman-temannya.

"Tapi mereka nge-bully-nya secara halus. Jadi, pas saya naik kelas 2 SMA kan ada seleksi untuk dapat kelas favorit. Kebetulan saya berhasil masuk di kelas favorit. Teman-teman yang tadinya enggak mau ngajak saya ngobrol dan suka menghindar kalau saya dekati, malah ngedeketin saya," papar perempuan yang kini berusia 24 tahun tersebut.

Ni Made Ratni,atlet rugby nasional. [Suara.com/Risna Halidi]

Foto: Ni Made Ratni, atlet rugby nasional. [Suara.com/Risna Halidi]

Baca Juga: KPU Dikecam Diskriminatif Terhadap Warga Penyandang Disabilitas

Memasuki 2014, Ratni kembali membuat keputusan besar. Ia bergabung dengan Bali Sports Foundation dan bermain rugby, sebuah olahraga fisik yang cenderung keras.

Perlahan tapi pasti, Ratni berhasil masuk ke tim nasional Rugby Indonesia dan didaulat menjadi Kapten. Tak hanya itu, ia juga tengah bersiap mengikuti seleksi bermain di tim Rugby Kursi Roda New South Wales, Australia.

"Dulu, di desa banyak anggapan, 'Dia (Ratni) disabilitas tidak bisa apa-apa. Kerjaannya hanya di rumah dan menyusahkan orangtua saja'," kata Ratni.

Tapi kini persepsi tersebut berubah, keputusan mengamputasi kedua kaki membuatnya lebih mandiri dan percaya diri.

Keberhasilan Retni tak terlepas dari pola pikir positif yang selalu ia terapkan. Karenanya, ia selalu menekankan pentingnya rasa percaya diri bagi para penyandang disabilitas dan tidak terkubur dalam sekat-sekat keterbatasan.

"Banyak teman disabilitas yang belum percaya diri keluar rumah tanpa orangtua. Penting sekali memupuk kepercayaan diri," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI