Susi Pudjiastuti Curhat Enaknya Wanita Jadi Menteri KKP

Sabtu, 21 April 2018 | 05:54 WIB
Susi Pudjiastuti Curhat Enaknya Wanita Jadi Menteri KKP
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. [Suara.com/Lily Handayani]

Suara.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menceritakan kinerjanya selama tiga tahun menjabat dengan kenyataan bahwa dirinya adalah seorang wanita.

Ia tidak tahu seberapa signifikan fakta keperempuanan dirinya dalam meletakkan sendi-sendi dan penegakan hukum di bidang kelautan dan perikanan.

Namun, ujarnya, ia melihat bahwa mungkin sebagai wanita, ada beberapa privilage yang jauh lebih memudahkan dalam bekerja sebagai Menteri KKP dibandingkan bila dirinya adalah seorang laki-laki.

"Tiga tahun kementerian kelautan dan perikanan memerangi illegal fishing dalam mengawal visi presiden menjadi laut masa depan bangsa Indonesia," ujarnya dalam seminar Peran Perempuan Dalam Pengembangan Budaya Hukum, di gedung pasca sarjana universitas Pancasila, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (20/4/2018).

Indonesia merupaka negara besar dengan laut yang luas dan bibir pantai yang panjang. Ini terpanjang nomor dua di dunia dan nomor satu di Asia Tenggara.

Namun, ujarnya, selama zaman itu tidak pernah terjadi angka neraca perdagangan. Indonesia nomor belakang di Asia tenggara sedangkan Thailand, Malaysia, Vietnam lebih unggul dibanding Indonesia.

Begitu menjadi menteri, baginya itu merupakan satu kehormatan luar biasa yang diberikan seorang Joko Widodo kepadanya. Apalagi tingkat pendidikan yang ia miliki paling rendah dibandingkan menteri lain.

"Saya diberikan tanggung jawab lebih besar karena luas laut itu 3/4 dari Indonesia," katanya.

Sejak itu ia berniat menghormati kehormatan dan kepercayaan yang diberikan Joko Widodo dan bangsa Indonesia kepada dirinya.

"Komtimen saya, utamakan untuk mendedikasikan laut yang besar ini menjadi kemakmuran bangsa kita," ujarnya.

Sejak saat itu, lanjut dia, dimulailah investigasi dan analisa terhadap apa yang menyebabkan Indonesia tidak brhasil dibidang kelautan dan perikanan.

Ia menanamkan tiga pilar untuk mengawal visi-misi presien dengan satu kedaulatan dua keberlanjutan tiga kesejahteraan.

"Saya pikir tidak masuk akal, kalau saya anggap kegilaan orang pikir saya gila menenggelamkan kapal praktek. Yaang terjadi, lebih gila dari segi kegilaan saya menenggelamkan kapal," ujarnya.

Ribuan kapal mencuri melakukan transhipmen. Namun ternyata ada human traffiking di sana.

Banyak sekali praktek kejahatan yang terjadi dilaut. Mulai pencurian ikan, masuknya narkoba melalui perairan, dan masuknya kapal asing ilegal. Lalu ia menginginkan semua kejahatan itu dihentikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI