Koperasi Mantan Napi Terorisme Siap Produk Unggulan dan Perluas Pasar

Fabiola Febrinastri | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Kamis, 18 April 2019 | 16:00 WIB
Koperasi Mantan Napi Terorisme Siap Produk Unggulan dan Perluas Pasar
Koperasi Mantan Napi Terorisme. (Dok : Kemenkop).

Suara.com - Walau belum genap berusia 2 tahun, Koperasi Komunitas Mantan Narapidana Teroris dan Gerakan Aktivis Radikal (Kontantragis) telah siap dengan produk unggulan dan mempeluas pasar. Koperasi yang  didirikan di Bandung pada 28 Oktober 2017ini telah menghasilkan kopi, sabun, dan cokelat.

“Kami memproduksi kopi, sabun cuci muka zaitan, sabun pembersih lantai atau karbol dari sereh wangi,  hingga cokelat bubuk,” kata Ketua Umum Koperasi Kontantragis, Asep H Arsyad Alsadaad (53), di Garut, Jawa Barat.

Ia mengaku pernah tiga kali berurusan dengan aparat penegak hukum, lantaran tersangkut kasus kekerasan dan terorisme.

Koperasi yang beranggota sekitar 200 mantan napi terorisme dan aktivis gerakan radikal itu memiliki kapasitas produksi untuk kopi, sabun, cokelat dalam jumlah yang masih terbatas. Namun demikian, permintaan dan kebutuhan masyarakat pada barang-barang itu masih sangat besar.

“Kami terkendala keterbatasan modal dan perlu pendampingan serta pelatihan,” katanya, yang juga sempat terjun langsung dalam konflik di Maluku dan Poso.

Ia mencontohkan, untuk memproduksi 5.000 bungkus kopi saja diperlukan modal hingga Rp 60 juta. Koperasinya bekerja sama dengan pesantren-pesantren untuk memasarkan produknya. 

Pasarnya semakin berkembang lantaran koperasi itu ditumbuhkan dan dirintis di Kontantragis Sejahtera di Garut, Kontantragis Bahagia di Tasikmalaya, Kontantragis Damai di Cianjur, dan Kontantragis Eureka di Purwokerto. Komunitas itu juga merintis koperasi serupa di Sumedang, Subang, dan Blitar.

Pemberdayaan Ekonomi dengan Koperasi
Terbentuknya Koperasi Kontantragis berawal dari pertemuan Asep dengan Budi, korban pemboman Hotel JW Marriot, Jakarta, beberapa waktu lalu. Budi yang mengalami luka bakar di badannya membuat Asep prihatin.

"Saya mulai berpikir menegakkan (syariat Islam) tidak dengan kekerasan lagi," ujarnya.

Pertemuan dengan Budi tersebut tidak lain atas jasa Abu Luqman, mantan kombatan Afganistan asal Indonesia, yang mengajaknya menghadiri seminar yang diadakan Prof Sarliro Wirawan terkait terorisme dan radikalime pada 2013, dan di situlah ia dipertemukan dengan Budi, korban JW Marriot. 

“Setelah itu, kami mendengar dari korban tentang hal-hal yang membuat kami prihatin, trenyuh dan setelah itu, kami berkumpul dengan rekan-rekan untuk mengubah paradigma perjuangan dari kekerasan menjadi lebih baik, yaitu dengan dakwah dan memberi contoh kegiatan Islami kepada mereka. Saya berpikir untuk membuat komunitas, yang kemudian diberi nama Kontantragis  pada 28 Oktober 2017. Ketika itu dihadiri bukan hanya Kombatan, tapi juga para bomber dan napi lain juga aktivis gerakan radikal yang sepakat gabung,” katanya.

Ia lantas berkoordinasi dengan sejumlah rekannya dari berbagai faksi atau kabilah Negara Islam Indonesia (NII). Asep memang sempat menjadi bagian atau anggota NII.

Mereka sepakat mendirikan Komunitas Mantan Narapidana Teroris dan Gerakan Aktivis Radikal (Kontantragis) di Bandung. Setelah berdirinya komunitas tersebut, kemudian bertemu dengan ‎Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Barat dan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) pusat pada 2018.

"Kami disarankan untuk membentuk koperasi atas bimbingan Dekopin, Lapenkop, dan Koperasi Mitra Malabar,” katanya.

Sebelum membentuk koperasi, mereka sebetulnya telah merintis usaha di bidang peternakan, yakni ternak domba dan ayam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bisnis Komponen Otomotif Indonesia Tergolong Menjanjikan

Bisnis Komponen Otomotif Indonesia Tergolong Menjanjikan

Otomotif | Rabu, 10 April 2019 | 08:00 WIB

Pasar Rakyat Dinilai Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Pasar Rakyat Dinilai Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Bisnis | Selasa, 02 April 2019 | 19:19 WIB

Menkop dan UKM : Reformasi Koperasi Merupakan Gagasan Presiden

Menkop dan UKM : Reformasi Koperasi Merupakan Gagasan Presiden

Bisnis | Selasa, 02 April 2019 | 18:46 WIB

Sulit Tembus Ekspor, Menkop dan UKM : Pemerintah Kini Beri Kemudahan

Sulit Tembus Ekspor, Menkop dan UKM : Pemerintah Kini Beri Kemudahan

Bisnis | Minggu, 31 Maret 2019 | 09:27 WIB

Terkini

Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam

Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:09 WIB

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:04 WIB

Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun

Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 18:59 WIB

Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina

Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 18:58 WIB

Dinilai Wajar Naik, Perbandingan Harga BBM RI dengan Negara Tetanga

Dinilai Wajar Naik, Perbandingan Harga BBM RI dengan Negara Tetanga

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 18:56 WIB

DJP Hapus Sanksi Administratif Jika Lapor SPT Pajak Telat Lewati 31 Maret 2026

DJP Hapus Sanksi Administratif Jika Lapor SPT Pajak Telat Lewati 31 Maret 2026

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 17:35 WIB

IHSG Masih Merosot Hari Ini, Saham-saham Energi Membara

IHSG Masih Merosot Hari Ini, Saham-saham Energi Membara

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 17:15 WIB

B-LOG Bukukan Kinerja Positif di 2025, Perkuat Arah Pertumbuhan Berkelanjutan

B-LOG Bukukan Kinerja Positif di 2025, Perkuat Arah Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 17:09 WIB

Purbaya Ungkap Alasan Coretax Eror, Ada Pegawai Pajak Nakal Sengaja Dibuat Rumit

Purbaya Ungkap Alasan Coretax Eror, Ada Pegawai Pajak Nakal Sengaja Dibuat Rumit

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 16:57 WIB

Purbaya Ungkap Prabowo Mau Bikin Kawasan Ekonomi Khusus Baru buat Tarik Investor Asing

Purbaya Ungkap Prabowo Mau Bikin Kawasan Ekonomi Khusus Baru buat Tarik Investor Asing

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 16:41 WIB