alexametrics

Astra Agro Lestari Rilis 3 Varietas Bibit Unggul Sawit

Iwan Supriyatna
Astra Agro Lestari Rilis 3 Varietas Bibit Unggul Sawit
Ilustrasi kelapa sawit. (Shutterstock)

Astra Agro Lestari merelease tiga varietas bibit unggul.

Suara.com - Bibit yang memiliki banyak keunggulan menjadi salah satu kunci dalam industri perkebunan kelapa sawit. Demi mencapai produktivitas tanaman yang tinggi, Astra Agro Lestari merelease tiga varietas bibit unggul.

Ketiga bibit karya tim Research and Development itu dapat menghasilkan produksi Tandan Buah Segar (TBS) tidak kurang dari 30 tons/ha/tahun dengan produksi minyak sekitar 8,5 - 9 ton/ha/tahun.

“Inovasi ini sekaligus untuk menjawab tantangan di masa depan,” ujar CEO Astra Agro Lestari, Santosa dalam acara Talk to the CEO yang kali ini berlangsung secara virtual, Rabu (10/2/2021).

Dengan temuan tersebut, menurutnya, industri kelapa sawit akan semakin efektif dan efisien sehingga daya saing di pasar minyak nabati juga diharapkan akan semakin tinggi.

Baca Juga: Astra Agro Lestari Terus Kembangkan Program Digitalisasi

Selain produksi TBS dan kandungan minyak yang lebih banyak, varietas ini juga memiliki pertumbuhan meninggi yang lambat, rata rata hanya 40 cm/tahun.

Dengan pertumbuhan selambat itu, ketika umur tanaman mencapai 25 tahun, tinggi maksimal hanya 10 meter.

Jauh lebih pendek dibanding varietas yang saat ini beredar. Dengan demikian, umur ekonomisnya bisa diperpanjang sampai 30 tahun, dengan produktivitas yang masih cukup baik. Kebanyakan varietas lainnya harus direplanting pada umur 25 tahun.

Demikian pula dengan sex ratio atau perbandingan bunga betina dengan total bunga yang ada. Sex ratio varietas ini cukup ideal, sekitar 70 – 80 persen sehingga mampu melakukan penyerbukan secara alamiah di lapangan tanpa bantuan secara manual.

Varietas yang dihasilkan Astra Agro Lestari ini merupakan buah dari perjalanan panjang yang dimulai tahun 2008 pada saat mulai kerja sama dengan pihak Kamerun.

Baca Juga: Heboh Kudeta Demokrat, Petani Sawit Ramai-ramai Bela Moeldoko

Kerja sama tersebut ditindak lanjuti dengan evaluasi lapangan dan uji progenik yang di tanam tahun 2013.

Komentar