Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Arab Saudi Tolak Tambah Pasokan, Harga Minyak Dunia Langsung Melambung

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 15 Oktober 2021 | 08:17 WIB
Arab Saudi Tolak Tambah Pasokan, Harga Minyak Dunia Langsung Melambung
Ilustrasi harga minyak dunia [Shutterstock]

Suara.com - Harga minyak dunia meningkat 1 persen pada perdagangan Kamis, setelah produsen minyak utama Arab Saudi menolak desakan untuk menambah pasokan OPEC Plus.

Mengutip CNBC, Jumat (15/10/2021) minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup melonjak 82 sen atau 1 persen menjadi USD84 per barel.

Sementara itu, patokan Amerika, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), melesat 87 sen menjadi USD81,31 per barel, mencatat penutupan tertinggi tujuh tahun lainnya.

Pasar sebagian besar mengabaikan lonjakan besar yang tak terduga dalam persediaan minyak mentah Amerika Serikat ketika perusahaan penyulingan memangkas produksi dalam periode yang umumnya lebih lambat bagi fasilitas tersebut.

Permintaan minyak akan meningkat setengah juta barel per hari karena sektor listrik dan industri berat beralih dari sumber energi yang lebih mahal, kata IEA, memperingatkan bahwa krisis energi dapat memicu inflasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia.

Dalam laporan bulanannya, IEA meningkatkan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global pada 2022 sebesar 210.000 barel per hari, dan sekarang memperkirakan total permintaan minyak pada 2022 mencapai 99,6 juta barel per hari, sedikit di atas tingkat pra-pandemi.

Gedung Putih berdiskusi dengan produsen minyak dan gas tentang biaya bahan bakar, dengan harga bensin eceran mencapai level tertinggi dalam tujuh tahun, dan tagihan pemanas musim dingin diperkirakan melesat. Gedung Putih juga mendesak OPEC Plus untuk meningkatkan produksi.

Arab Saudi menolak seruan untuk peningkatan produksi tambahan OPEC Plus, dengan mengatakan penghentian pengurangan produksi kelompok itu melindungi pasar minyak dari perubahan harga yang liar, seperti terlihat di pasar gas alam dan batu bara.

OPEC Plus, Organisasi Negara Eksportir Minyak ( OPEC ) dan sekutu yang dipimpin Rusia, telah melakukan pekerjaan "luar biasa" sebagai pengatur pasar minyak, kata Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman dalam sebuah forum di Moskow.

Pada pertemuannya bulan ini, OPEC Plus bertahan pada kesepakatan sebelumnya untuk meningkatkan produksi sebesar 400.000 barel per hari per bulan.

Stok minyak mentah Amerika meningkat secara mengejutkan 6 juta barel, lebih tinggi dari ekspektasi kenaikan 702.000 barel yang diperkirakan analis. Produksi naik, mencapai 11,4 juta barel per hari.

Produsen sahle-oil Amerika enggan berinvestasi dalam meningkatkan produksi setelah bertahun-tahun return yang lemah, sehingga produksi AS masih jauh dari rekor akhir 2019 di hampir 13 juta barel per hari. Rabu, EIA mengatakan produksi akan rebound menjadi 11,7 juta barel per hari pada 2022.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga BBM Indonesia Termurah Kedua di Asia Tenggara, Siapa Paling Murah?

Harga BBM Indonesia Termurah Kedua di Asia Tenggara, Siapa Paling Murah?

Bisnis | Kamis, 14 Oktober 2021 | 11:29 WIB

Usai Catat Rekor Tertinggi, Harga Minyak Dunia Berangsur Turun

Usai Catat Rekor Tertinggi, Harga Minyak Dunia Berangsur Turun

Bisnis | Kamis, 14 Oktober 2021 | 07:28 WIB

Imbas Krisis Energi, Harga Minyak Naik ke Level Tertingginya

Imbas Krisis Energi, Harga Minyak Naik ke Level Tertingginya

Bisnis | Rabu, 13 Oktober 2021 | 08:02 WIB

Terkini

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:27 WIB

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:15 WIB

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:05 WIB

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB