Jababeka Morotai Gandeng Asparindo Kembangkan Kawasan Pusat Industri Kelautan di KEK Morotai

Iwan Supriyatna

Jum'at, 30 September 2022 | 08:59 WIB
Jababeka Morotai Gandeng Asparindo Kembangkan Kawasan Pusat Industri Kelautan di KEK Morotai
Jababeka Morotai baru saja melebarkan sayap kemitraan lagi dengan Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (ASPARINDO).

Suara.com - Aksi strategis Jababeka Morotai dalam mewujudkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Morotai- Maluku Utara menjadi green island melalui penggunaan energi terbarukan terus berlanjut.

Berbagai kemitraan telah dijalin Jababeka Morotai sebagai bentuk komitmen nyata dalam mencapai hal tersebut. Sebelumnya, Jababeka Morotai telah menjalin kerja sama dengan QDJAPAN CO.,LTD yang merupakan perusahaan yang mengembangkan panel surya khusus, yakni QD (Quantam Dot) Solar System atau CROAS.

Terbaru, Jababeka Morotai baru saja melebarkan sayap kemitraan lagi dengan Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (ASPARINDO). Hal itu menyusul penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilakukan antara Jababeka Morotai dengan ASPARINDO untuk kerja sama pengembangan kawasan pusat industri kelautan di KEK Morotai.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Basuri Tjahaja Purnama selaku Direktur Utama PT Jababeka Morotai dan Setiawan Mardjuki selaku Direktur PT Jababeka Morotai serta Y. Joko Setiyanto selaku Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (ASPARINDO).

Upaya kembangkan kawasan pusat industri kelautan

Rencananya, melalui kerja sama ini, kedua belah pihak akan mengembangkan kawasan pusat industri kelautan mencakup industri pengolahan, perdagangan, budidaya, pemasaran, distribusi hasil laut dan fasilitas hasil laut serta pelatihan peningkatan sumber daya manusia di KEK Morotai.

Dalam sambutannya, Y. Joko Setiyanto amat menyambut baik kerja sama ini dan berharap bisa berjalan dengan lancar. Hal itu karena saat ini kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap konsumsi ikan cukup tinggi. Tapi, menurut Joko, Indonesia distatistikan berada dalam posisi ke sembilan untuk produksi ikan dunia dan harapannya dengan kerja sama ini lima tahun kemudian Indonesia menjadi negara dengan produksi ikan ke enam atau tujuh di dunia.

“Kami berharap di sana (KEK Morotai) hadir pusat industri kawasan kelautan, mulai dari pelatihan dan segala macamnya, “ kata Joko, dalam sambutannya.

Potensi KEK Morotai sangat besar

baca juga

Mendengar hal itu, Antonius Setiadi selaku Ketua Dewan Pembina ASPARINDO pun mengamini bahwa pengembangan maritim, terutama hasil laut, belum dikelola dengan baik. Harapannya, dengan kerja sama dengan Jababeka Morotai – salah satu anak usaha dari PT Jababeka Tbk – bisa mencapai target itu bersama sama.

Menurut Setiadi, untuk mencapai posisi kedua di dunia dalam tangkap ikan sangat mungkin. Karena, potensi KEK Morotai yang sangat besar dari segi sumber daya perikanan dan letaknya yang strategis di mana sering menjadi kapal-kapal besar luar negeri masuk ke daerah Pulau Morotai.

“Yang dikatakan Pak Joko betul, (kerja sama) ini scope-nya tidak hanya membantu para penjual dan penangkap ikan, tapi juga memberi nilai tambah bagi mereka. Kami berharap di KEK Morotai, mulai processing, penangkapan, dan kebutuhan semuanya tersedia di sana,” kata Setiadi.

Morotai menuju green island

Sementara itu, Basuri Tjahaja Purnama mengaku antusias terhadap proyek ini dan berharap bisa memulai proyek ini berjalan lancar demi menuntaskan pengembangaan industri perikanan end to end di Indonesia. Karena, kolaborasi menjadi kunci penting dalam upaya pengembangan industri perikanan indonesia pada umumnya, dan mengoptimalkan perikanan di KEK Morotai demi kesejahteraan masyarakat Morotai pada khususnya.

“Saya setuju, bahwa kita kekurangan penangkapan ikan besar. Karenanya, kami baru saja buat konsorsium untuk bisa memaksimalkan ikan di Pasifik,” ungkap pria yang akrab dipanggil Basuri ini.

Di hadapan puluhan anggota ASPARINDO dan PERUM Perikanan Indonesia (PERINDO) , Basuri menjelaskan bahwa pihak ASPARINDO dan PERINDO tidak perlu khawatir mengenai infrastruktur, terutama supply listrik, dalam realisasi pusat industri kelautan di KEK Morotai nantinya.

Pasalnya, Jababeka Morotai saat ini dalam tahap instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya dengan perangkat panel surya CROAS yang akan rampung pada Oktober 2022. Dengan pemakaian panel surya CROAS, aku Basuri, pihaknya bisa men-supply listrik selama 24 jam dengan kapasitas besar dengan harga yang bersaing.

“Saya tahu ketua pembina (ASPARINDO) pasti pusing tentang listrik, berapa panjang jaringan listrik harus masuk ke daerah kami (agar proyek ini jalan). Karena, setelah ikan ditangkap perlu cold storage agar ikan tidak mudah busuk dan bisa tetap fresh. Tapi, dengan PLTS ini, berapapun (energi listrik) yang dibutuhkan, kita bisa jalan. Ini benar-benar sebuah breakthrough. Karena kita bisa jalankan (proyek ini) tanpa perlu ada jaringan listrik dari luar,” kata Basuri dalam sambutannya.

“Teknologi (PV CROAS) ini sudah terbukti, maka, kalau ASPARINDO mau bangun pasar dan PERINDO mau bangun cold storage di KEK Morotai, tidak perlu pusing-pusing lagi dengan sambungan transmisi yang mahal. Nanti langsung bisa pasang dan jalan,” tambah Basuri

KEK Morotai, pungkas Basuri, akan pihaknya jadikan green island di mana benar-benar 100 persan memakai renewable energy. Saat ini suku cadang dan mesinnya sedang perjalanan dan pada awal minggu awal Oktober 2022 sudah bisa dimulai proses instalasi panel surya. Begitu semua terpasang dan supply energi listik bisa disalurkan, maka – otomatis – percepatan proyek pusat industri perikanan juga bisa dilakukan.

“Kalau proses lancar, sampai ke pelaksanaannya. Ini bakal game changing,” kata Basuri.

Adapun sekadar informasi, PT Jababeka Morotai merupakan badan usaha pembangun dan pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Morotai yang bergerak dibidang pariwisata, industri, logistik dan pengolahan ekspor di Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara. Di mana KEK Morotai memiliki keunggulan geostrategis, historis dan wisata bahari dengan keindahan pantai dan bawah laut yang mempesona.

Sementara ASPARINDO merupakan asosiasi nasional yang beranggotakan Pengelola Pasar di seluruh Indonesia yang bergerak dalam bidang Pengelolaan Pasar, Konsultasi, Pelatihan, Sertifikasi dan Transfer Pengetahuan mengenai peluang bisnis seperti Pasokan / Permintaan Komoditas dan Manajemen Gedung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banten West Java dan IPB Teken MoU untuk Laksanakan Tridharma Perguruan Tinggi di KEK Tanjung Lesung

Banten West Java dan IPB Teken MoU untuk Laksanakan Tridharma Perguruan Tinggi di KEK Tanjung Lesung

Bisnis | Rabu, 21 September 2022 | 19:52 WIB

Jababeka Golf Sukses Gelar Turnamen Asian Development Tour

Jababeka Golf Sukses Gelar Turnamen Asian Development Tour

Press Release | Minggu, 18 September 2022 | 15:34 WIB

Jababeka Morotai dan QDJapan Teken Kerja Sama Proyek Percontohan PLTS PV CROAS di KEK Morotai

Jababeka Morotai dan QDJapan Teken Kerja Sama Proyek Percontohan PLTS PV CROAS di KEK Morotai

Bisnis | Jum'at, 16 September 2022 | 08:59 WIB

Terkini

Tilap Dana Desa Rp585 Juta demi Bayar Utang Pribadi, Kades di Lampung Selatan Dijebloskan ke Sel

Tilap Dana Desa Rp585 Juta demi Bayar Utang Pribadi, Kades di Lampung Selatan Dijebloskan ke Sel

Lampung | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:59 WIB

AI Makin Canggih, Humas Dituntut Jaga Kepercayaan Publik dan Tangkal Disinformasi

AI Makin Canggih, Humas Dituntut Jaga Kepercayaan Publik dan Tangkal Disinformasi

Surakarta | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:54 WIB

Facelift BYD Atto 1 Meluncur Kapan? Bagasi Besar, Ada Lidar

Facelift BYD Atto 1 Meluncur Kapan? Bagasi Besar, Ada Lidar

Otomotif | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:40 WIB

Jalur Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Ditutup Imbas Kebakaran Hutan

Jalur Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Ditutup Imbas Kebakaran Hutan

Jatim | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:38 WIB

Potret Kumuh Kampung Pelangi di Selatan Jakarta: Dihantui Banjir Saat Hujan Deras

Potret Kumuh Kampung Pelangi di Selatan Jakarta: Dihantui Banjir Saat Hujan Deras

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:29 WIB

Cara Bikin Masker Bedak Marcks untuk Hempas Jerawat dan Beruntusan

Cara Bikin Masker Bedak Marcks untuk Hempas Jerawat dan Beruntusan

Lifestyle | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Mengenal Kuliner Thailand Tak Cuma Lewat Tom Yum, Nasi Goreng Nanas Jadi Cara Berbeda

Mengenal Kuliner Thailand Tak Cuma Lewat Tom Yum, Nasi Goreng Nanas Jadi Cara Berbeda

Lifestyle | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:07 WIB

Capek Ditanya Kapan Nikah? Ini Alasan Main Aplikasi Kencan Malah Terasa Kayak Interview Kerja

Capek Ditanya Kapan Nikah? Ini Alasan Main Aplikasi Kencan Malah Terasa Kayak Interview Kerja

Your Say | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:05 WIB

Menteri Lingkungan Singapura Perintahkan Bos 7 Perusahaan Indonesia Padamkan Karhutla

Menteri Lingkungan Singapura Perintahkan Bos 7 Perusahaan Indonesia Padamkan Karhutla

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Apa Itu Femisida? Bahaya Nyata Toxic Relationship yang Sering Dianggap Sepele

Apa Itu Femisida? Bahaya Nyata Toxic Relationship yang Sering Dianggap Sepele

Video | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:00 WIB

×