Antam Optimistis Kembangkan Hilirisasi Nasional Melalui Potensi Nikelnya

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Selasa, 06 Desember 2022 | 19:00 WIB
Antam Optimistis Kembangkan Hilirisasi Nasional Melalui Potensi Nikelnya
Ilustrasi pengelolaan nikel. (Dok: Antam)

Suara.com - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menyatakan optimismenya untuk mampu mengembangkan hilirisasi nasional melalui nikelnya. Saat ini, Antam tengah memposisikan diri sebagai penyedia bahan baku EV Battery.

Hal tersebut merupakan bentuk dukungan Antam sebagai salah satu produsen nikel terbesar di Indonesia terhadap proyek kendaraan listrik yang tengah diinisiasi pemerintah.

Antam yang merupakan anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID memiliki cadangan dan sumber daya nikel yang sangat besar dan berkualitas tinggi. Apalagi Antam juga merupakan pemegang saham IBC.

Beberapa waktu lalu, Sekretaris Perusahaan Antam Syarif Faisal Alkadrie menyebut, pada 2021, perusahaannya memiliki cadangan bijih nikel sebesar 381,91 juta wet metric ton (wmt) dan sumber daya sebesar 1.408,72 juta wmt.

“Dengan jumlah cadangan dan sumber daya nikel yang solid ini, kami yakin Antam bisa fokus pada hilirisasi yang telah dilakukan sejak tahun 1974,” katanya.

Faisal menambahkan, sebagai perusahaan yang mempunyai saham dwi-warna, Antam telah melakukan inisiasi hilirisasi sejak tahun 1974 melalui pembangunan Pabrik Feronikel (FeNi) di Pomalaa, Sulawesi Tenggara.

“Hal ini sejalan dengan semangat Menteri BUMN untuk meningkatkan value chain nikel di Indonesia yang melimpah. Antam senantisa mengoptimalkan pengolahan komoditas nikel dan melakukan hilirisasi,” tambahnya.

Besarnya potensi komoditas nikel yang diiliki Antam menjadikan anggota MIND ID ini sebagai salah satu perusahaan pengelola besar di Indonesia. Hal ini menjadikan Antam berkomitmen untuk terus melakukan hilirisasi di komoditas nikel.

Saat ini, Antam melakukan berbagai penjajakan kerjasama dengan calon mitra strategis lainnya guna memaksimalkan nilai tambah komoditas nikel melalui berbagai proyek hilirisasi.

“Melalui komitmen hilirisasi, yang salah satunya diwujudkan dalam keterlibatan Antam pada rantai EV Battery Indonesia, maka kami ingin mendukung komitmen pemerintah dalam mewujudkan green energy. Hal ini diharapkan dapat membantu mewujudkan upaya pemerintah dalam mencapai net zero emission di tahun 2060,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usulan RI Bentuk Organisasi Sekelas OPEC untuk Negara Penghasil Nikel Disorot Asing

Usulan RI Bentuk Organisasi Sekelas OPEC untuk Negara Penghasil Nikel Disorot Asing

Bisnis | Selasa, 06 Desember 2022 | 09:24 WIB

Jadi Kekuatan Besar Kendaraan Listrik Dunia, DPR: Indonesia Miliki Posisi Tawar Tinggi

Jadi Kekuatan Besar Kendaraan Listrik Dunia, DPR: Indonesia Miliki Posisi Tawar Tinggi

Bisnis | Sabtu, 03 Desember 2022 | 15:54 WIB

Harga Emas Antam Tembus Lagi Rp 1 Jutaan per Gram, Yuk Hitung Cuan

Harga Emas Antam Tembus Lagi Rp 1 Jutaan per Gram, Yuk Hitung Cuan

Bisnis | Jum'at, 02 Desember 2022 | 10:35 WIB

Indonesia Siap-siap Naikkan Pajak Ekspor Nikel Usai Kalah dari Uni Eropa di WTO

Indonesia Siap-siap Naikkan Pajak Ekspor Nikel Usai Kalah dari Uni Eropa di WTO

Bisnis | Kamis, 01 Desember 2022 | 10:30 WIB

Bantu Korban Gempa Cianjur, ANTAM Turunkan Tim Emergency Response Group

Bantu Korban Gempa Cianjur, ANTAM Turunkan Tim Emergency Response Group

News | Rabu, 23 November 2022 | 16:43 WIB

Untuk Tingkatkan Perekonomian Masyarakat Cisangku, Ini Sejumlah Upaya Antam

Untuk Tingkatkan Perekonomian Masyarakat Cisangku, Ini Sejumlah Upaya Antam

Bisnis | Rabu, 23 November 2022 | 16:07 WIB

Terkini

Pertamina Tegaskan Harga BBM Pertamax Cs Belum Naik pada 1 April

Pertamina Tegaskan Harga BBM Pertamax Cs Belum Naik pada 1 April

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:27 WIB

WFH ASN Daerah: Lokasi Ponsel Akan Dipantau, Wajib Respons Sebelum 5 Menit

WFH ASN Daerah: Lokasi Ponsel Akan Dipantau, Wajib Respons Sebelum 5 Menit

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:20 WIB

Konflik Timur Tengah Paksa Pemerintah Terapkan B50 di Juli Tahun Ini

Konflik Timur Tengah Paksa Pemerintah Terapkan B50 di Juli Tahun Ini

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:18 WIB

Rincian 8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global

Rincian 8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:16 WIB

Bahlil: RI Dapat Pasokan Minyak Baru Pengganti Timur Tengah

Bahlil: RI Dapat Pasokan Minyak Baru Pengganti Timur Tengah

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:55 WIB

Skema MBG Diatur Ulang untuk Menghemat Rp20 Triliun di Tengah Krisis Energi

Skema MBG Diatur Ulang untuk Menghemat Rp20 Triliun di Tengah Krisis Energi

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:48 WIB

Usai ASN, Menaker Segera Berlakukan WFH untuk Karyawan Swasta

Usai ASN, Menaker Segera Berlakukan WFH untuk Karyawan Swasta

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:38 WIB

ASN Wajib WFH Sehari Mulai 1 April Besok

ASN Wajib WFH Sehari Mulai 1 April Besok

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:37 WIB

Rupiah Terus Melemah Akibat Konflik Timur Tengah, Kemenperin: Gunakan Skema LCT

Rupiah Terus Melemah Akibat Konflik Timur Tengah, Kemenperin: Gunakan Skema LCT

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:31 WIB

Pemerintah Hemat Rp 260 Triliun dari Kebijakan WFH Hingga Pembatasan BBM

Pemerintah Hemat Rp 260 Triliun dari Kebijakan WFH Hingga Pembatasan BBM

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:28 WIB