Tengah Hadapi Kesulitan, Anak Usaha Pupuk Indonesia Tetap Jalankan TJSL

M Nurhadi, Achmad Fauzi

Senin, 02 Januari 2023 | 13:31 WIB
Tengah Hadapi Kesulitan, Anak Usaha Pupuk Indonesia Tetap Jalankan TJSL
PT Rekayasa Industri (Rekind) ikut berperan aktif guna membantu meringankan beban korban gempa Cianjur, Jawa Barat/Dokumentasi Rekind

Suara.com - PT Rekayasa Industri (Rekind) ikut berperan membantu meringankan beban korban gempa Cianjur, Jawa Barat lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau TJSL.

Direktur Utama Rekind Triyani Utaminingsih mengatakan,  meskipun tengah dihadapkan pada situasi sulit, Rekind tetap berupaya untuk bisa berperan aktif guna membantu meringankan beban yang dihadapi para korban di Cianjur, Jawa Barat.  

Untuk diketahui, Gempa yang terjadi pada 21 November 2022 itu, menelan korban jiwa 600 orang. Meluluhlantakkan 17.864 bangunan, seperti rumah, fasilitas umum, perkantoran, sekolah dan tempat ibadah. Akibatnya 104 ribu warga Kabupaten Cianjur terpaksa mengungsi di 224 posko pengungsian, baik yang terpusat maupun mandiri.

"Bantuan yang diberikan ini merupakan bentuk komitmen kami  dalam mengedepankan program TJSL, sebagai salah satu bentuk aspek keberlanjutan perusahaan," ujarnya di Jakarta, Senin (2/1/2023).

Program ini, lanjut Triyani, juga merupakan salah satu wujud nyata hadirnya Rekind bagi masyarakat dan kepedulian dalam menanggulangi bencana.

Melalui Tim TJSL, Rekind berupaya bisa menyalurkan bantuan bagi korban bencana gempa sesuai dengan target yang direncanakan, sehingga bantuan yang disalurkan bisa tepat sasaran dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya.

Bantuan yang diberikan oleh anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) ini difokuskan  kepada warga Cugenang dan sekitarnya. Bantuan ini disalurkan melalui Posko PT Pupuk Indonesia (Persero)  Group di bawah ‘komando’ Tim PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC).

Melalui posko ini, bantuan yang diberikan digunakan untuk meringankan beban pengungsi melalui pemenuhan satu unit tenda pengungsi  berukuran 6x12 meter. Selain itu ada juga bantuan berupa sembako dan pakaian layak pakai.

"Kenapa Cugenang yang kami pilih? Karena desa ini merupakan lokasi terparah dan sulit dijangkau oleh tim SAR karena lokasi pemukimannya padat dan akses jalan yang sempit ditambah tertutup puing-puing bangunan yang hampir semuanya rata dengan tanah. Untuk itu PI Group menjadikan Desa Cugenang sebagai lokasi posko," ungkap VP Comdev & TJSL Rekind, Herman Susatyo.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekind Mulai Bangun Pabrik CO2 Cair Kapasitas 50 Ribu Ton Milik KPI di Bontang

Rekind Mulai Bangun Pabrik CO2 Cair Kapasitas 50 Ribu Ton Milik KPI di Bontang

Bisnis | Jum'at, 16 Desember 2022 | 15:27 WIB

Rekind Siapkan Pabrik Percontohan Limbah Kelapa Sawit Modern

Rekind Siapkan Pabrik Percontohan Limbah Kelapa Sawit Modern

Bisnis | Jum'at, 02 Desember 2022 | 08:59 WIB

Rekind dan Kaltim Parna Industri Sepakat Bangun Pabrik CO2 Cair Kapasitas 50 Ribu Ton di Bontang

Rekind dan Kaltim Parna Industri Sepakat Bangun Pabrik CO2 Cair Kapasitas 50 Ribu Ton di Bontang

Bisnis | Jum'at, 25 November 2022 | 15:36 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×