Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.750.000
IHSG 7.094,526
LQ45 719,628
Srikehati 343,829
JII 483,464
USD/IDR 17.017

SPAM Semarang Barat: Bukti Gotong Royong Pemerintah dan Swasta Hadirkan Air Terjangkau

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah | Suara.com

Sabtu, 20 Juli 2024 | 07:05 WIB
SPAM Semarang Barat: Bukti Gotong Royong Pemerintah dan Swasta Hadirkan Air Terjangkau
Waduk Jatibarang Semarang. (Dok: Restu Fadilah/Suara.com)

Suara.com - Program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semarang Barat melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang digagas oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berhasil membawa dampak positif bagi masyarakat. Salah satu masyarakat yang telah menuai manfaat dari program ini adalah Sumarjo. Pria berusia 77 tahun itu mengaku terbantu dengan adanya akses air bersih yang mencapai ke pemukimannya.

Warga Kelurahan Kembang Arum, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah itu bercerita, daerahnya menjadi salah satu kawasan yang sulit mendapatkan air bersih. Hal ini lantaran tanah aluvial di sebagian Semarang mudah terkikis air akibat beban bangunan dan penggunaan air tanah yang terlalu dalam.

Selama ini, untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari, dia menggunakan air tanah. Namun, itu belum mencukupi karena air yang mampu dikeluarkan sangat sedikit. Apalagi jika kemarau tiba, mau tidak mau dia mengandalkan sumber lainnya seperti menggunakan air sungai yang kualitasnya buruk atau membeli air setiap hari dengan rupiah yang tidak sedikit.

Sementara jika musim penghujan tiba, Semarang sering banjir dan air sungainya tercemar. Alhasil air pun tak bisa digunakan. Dengan kata lain, baik di musim kemarau pun hujan, dia tidak bisa dengan nyaman menggunakan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun, kondisi tersebut tak lagi ditemuinya setelah SPAM Semarang Barat hadir. Kini, Sumarjo cukup membuka keran rumahnya untuk memenuhi kebutuhan air. Dia menyebut, air yang didistribusikan SPAM Semarang Barat jernih dan tidak berbau, sehingga layak untuk digunakan memasak, mandi, mencuci pakaian dan lainnya.

"Alhamdulillah setelah ada SPAM Semarang Barat, saya tidak perlu repot-repot lagi. Cukup buka keran, siang maupun malam hari airnya mengalir terus," tutur Sumarjo ketika ditemui awak media dalam Press Tour Kemenkeu, di Semarang, Kamis, (18/7/2024).

Secara harga, air SPAM Semarang Barat masih terjangkau. Selama sebulan, dia hanya membayar tagihan air sekitar Rp150.000. Dia berharap, kelancaran dan kualitas air bersih yang sudah baik ini terus dijaga.

Harga Terjangkau Berkat Skema KPBU

Presiden Direktur PT Air Semarang Barat (ASB), Yudi Nurpriyantoro. (Dok: Restu Fadilah/Suara.com)
Presiden Direktur PT Air Semarang Barat (ASB), Yudi Nurpriyantoro. (Dok: Restu Fadilah/Suara.com)

Presiden Direktur PT Air Semarang Barat (ASB), Yudi Nurpriyantoro menjelaskan, harga air terjangkau yang dinikmati masyarakat tidak lain berkat adanya skema KPBU. Skema KPBU membuat perusahaan berhasil menghemat biaya investasi infrastruktur karena adanya prinsip gotong royong.

Dalam proyek SPAM Semarang Barat, biaya investasi yang dibutuhkan adalah sebesar Rp1,2 triliun. Namun, berkat skema KPBU, PT ASB hanya mengeluarkan biaya investasi 38% atau sekitar Rp458 miliar, sisanya ditanggung oleh Perumda Air Minum Tirta Moedal Rp198 Miliar (16%), Pemkot Semarang Rp224 Miliar (19%) dan Pemerintah Pusat Rp324 Miliar (27%).

"Jadi dengan konsep KPBU inikan sebenarnya pendanaan bisa disharing ya," tutur Yudi.

Lebih jauh Yudi menjelaskan, dengan skema KPBU tersebut, PT ASB bisa menjual air ke Perumda Air Minum Tirta Moedal Rp2.500 per meter kubik. Harga ini masih menguntungkan bagi Perumda Air Minum Tirta Moedal yang harga rata-rata jualnya berada di angka Rp5.000 hingga Rp5.500 per meter kubik.

"Dengan harga Rp2.500 per meter kubik, tentunya masyarakat masih bisa mendapatkan air yang layak. Dan untuk PDAM (Perumda Air Minum Tirta Moedal-red) dengan harga seperti itu mereka juga masih leluasa jualnya," kata Yudi.

Sebagai informasi, KPBU merupakan bentuk kerjasama antara pemerintah dan badan usaha dalam penyediaan infrastruktur jangka panjang yang melibatkan transfer risiko dari pemerintah kepada badan usaha, serta penyediaan insentif berdasarkan kinerja badan usaha.

Dalam skema ini, pihak badan usaha umumnya bertanggung jawab atas desain, pembiayaan, pembangunan, pengoperasian, dan pemeliharaan infrastruktur selama masa kerjasama, dan pada akhir periode, aset tersebut akan diserahkan kembali kepada pemerintah. Investasi yang dilakukan oleh badan usaha akan mendapatkan pengembalian beserta keuntungan melalui pembayaran tarif dari masyarakat (user charge) atau pembayaran berkala dari pemerintah (availibility payment).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Satgas Infrastruktur Sebut IKN Sudah Punya Sumber Air Baku: Penghuni Tak Akan Kekurangan Air

Satgas Infrastruktur Sebut IKN Sudah Punya Sumber Air Baku: Penghuni Tak Akan Kekurangan Air

News | Minggu, 21 Juli 2024 | 19:01 WIB

Krisis Air Jadi Lumbung Bisnis Oligarki Hingga Pelecehan Seksual di KRL Tidak Ditindak

Krisis Air Jadi Lumbung Bisnis Oligarki Hingga Pelecehan Seksual di KRL Tidak Ditindak

News | Minggu, 21 Juli 2024 | 05:00 WIB

Warga Terancam Krisis Air, HNW: Jangan Sampai IKN Berdiri, Tapi Dampaknya Negatif Buat Rakyat Setempat

Warga Terancam Krisis Air, HNW: Jangan Sampai IKN Berdiri, Tapi Dampaknya Negatif Buat Rakyat Setempat

News | Jum'at, 19 Juli 2024 | 19:37 WIB

4 Manfaat Air Kelapa untuk Kesehatan Rambut, Bisa Atasi Berbagai Permasalahan

4 Manfaat Air Kelapa untuk Kesehatan Rambut, Bisa Atasi Berbagai Permasalahan

Lifestyle | Jum'at, 19 Juli 2024 | 19:15 WIB

Air dan Listrik Sudah Siap, Presiden Jokowi Bakal Segera Ngantor di IKN Bulan Juli?

Air dan Listrik Sudah Siap, Presiden Jokowi Bakal Segera Ngantor di IKN Bulan Juli?

News | Jum'at, 19 Juli 2024 | 17:39 WIB

Pakar Ungkap Tantangan Geologi IKN: Air Tanah Jadi Masalah Serius

Pakar Ungkap Tantangan Geologi IKN: Air Tanah Jadi Masalah Serius

News | Jum'at, 19 Juli 2024 | 17:22 WIB

Terkini

Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon

Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 21:40 WIB

Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel

Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 20:05 WIB

Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih

Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 18:38 WIB

IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global

IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 18:05 WIB

Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini

Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:58 WIB

Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?

Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:44 WIB

RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital

RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:41 WIB

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:46 WIB

Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga

Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:39 WIB

Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?

Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:20 WIB