Upayakan Harga Obat Lebih Terjangkau, GPFI dan BPOM Ungkap Strategi Terkini

M Nurhadi

Sabtu, 14 September 2024 | 09:06 WIB
Upayakan Harga Obat Lebih Terjangkau, GPFI dan BPOM Ungkap Strategi Terkini
Audiensi yang dilakukan oleh GPFI dengan Kepala Badan POM RI Taruna Ikrar yang didampingi Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif di Badan POM RI Rita Endang beserta jajaran pada 12 September 2024, di Kantor Badan POM, Jakarta. [Ist/Suara.com]

Suara.com - Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) bersama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) RI berkomitmen untuk meningkatkan kemandirian obat dalam negeri.

Komitmen ini diwujudkan melalui upaya menjaga ketersediaan obat, menyediakan obat dengan harga yang terjangkau, serta memanfaatkan potensi bahan obat alami untuk memperkuat sektor farmasi nasional.

Hal ini disampaikan dalam audiensi antara GPFI dan Kepala Badan POM RI, Taruna Ikrar, yang didampingi Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif, Rita Endang, pada 12 September 2024 di Kantor Badan POM, Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Taruna Ikrar menyoroti pentingnya mempercepat akses obat baru, termasuk obat berbasis biologi yang sudah diakui di Eropa dan Amerika, tetapi belum tersedia di Indonesia. Ia menegaskan bahwa keterlibatan GPFI akan membantu mempercepat proses ini, dan Badan POM siap memberikan dukungan penuh untuk mewujudkan hal tersebut.

"Bertahun-tahun sampai disini belum masuk ke Indonesia dan itu menyebabkan semakin mahalnya obat. Nah, ternyata ada aspek dalam jangkauan tersebut yang perlu di-trick secara spesifik dengan dukungan GPFI akan makin mempercepat keinginan itu. Karenanya Badan POM siap mendukung dan berdiri bersama dengan GPFI,” tegas Taruna Ikrar. 

Taruna Ikrar juga menjelaskan program prioritas Badan POM yang sejalan dengan arahan Presiden Jokowi. Program ini meliputi pengembangan inovasi, terutama untuk obat biologi, percepatan masuknya obat baru ke Indonesia, dan pembuatan regulasi obat yang diakui secara internasional.

Selain obat, pengembangan makanan, minuman, dan produk lainnya juga menjadi perhatian utama, dengan tujuan agar produk dalam negeri bisa lebih murah dan berkualitas dibandingkan produk impor.

“Dengan melibatkan 160 pabrik farmasi yang memproduksi kurang lebih 2.000 jenis zat obat dan kekuatan saluran distribusi anggota, kami optimistis dapat berkontribusi dalam mengurangi ketergantungan obat-obatan impor,” ujar Ketua Umum GP Farmasi Tirto Kusnadi.

Ketua Umum GP Farmasi, Tirto Kusnadi, menambahkan bahwa industri farmasi Indonesia memiliki peran penting dalam memastikan ketersediaan obat yang terjangkau bagi masyarakat. Dengan 160 pabrik yang memproduksi sekitar 2.000 jenis zat obat, sektor farmasi lokal mampu memenuhi lebih dari 80% kebutuhan obat nasional.

baca juga

Kapasitas produksi yang besar ini memungkinkan Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada obat impor, serta meningkatkan ketahanan terhadap krisis kesehatan global.

Menurut data Kementerian Kesehatan RI, industri farmasi lokal memiliki kapasitas produksi hingga 40 miliar tablet per tahun, sehingga mampu memenuhi kebutuhan domestik secara mandiri. Selain itu, kekayaan alam Indonesia yang memiliki lebih dari 30.000 spesies tumbuhan, dengan 940 di antaranya berkhasiat obat, memberikan peluang besar untuk mengembangkan produk fitofarmaka sebagai bagian dari Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Penggunaan fitofarmaka ini juga mendukung keberlanjutan industri farmasi lokal dan mengurangi ketergantungan pada impor bahan baku obat kimia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Temuan BPOM, Masih Amankah Minum Air Kemasan Dalam Galon?

Usai Temuan BPOM, Masih Amankah Minum Air Kemasan Dalam Galon?

Bisnis | Rabu, 11 September 2024 | 17:23 WIB

Kasus Pemerasan dan Gratifikasi, Rumah Mantan Pegawai BPOM Digeledah Bareskrim Polri

Kasus Pemerasan dan Gratifikasi, Rumah Mantan Pegawai BPOM Digeledah Bareskrim Polri

News | Rabu, 28 Agustus 2024 | 22:15 WIB

Kontroversi Taruna Ikrar, Gelar Profesor Dicabut, Klaim Nominasi Nobel Diragukan

Kontroversi Taruna Ikrar, Gelar Profesor Dicabut, Klaim Nominasi Nobel Diragukan

News | Senin, 19 Agustus 2024 | 11:24 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×