Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 6.037,842
LQ45 602,373
Srikehati 296,769
JII 356,005
USD/IDR 18.126

Profil Pembeli SPBU Shell di Seluruh Indonesia: Citadel dan Sefas

M Nurhadi

Jum'at, 23 Mei 2025 | 15:45 WIB
Profil Pembeli SPBU Shell di Seluruh Indonesia: Citadel dan Sefas
Petugas memberikan informasi kepada konsumen di SPBU Shell Mampang Prapatan, Jakarta [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - PT Shell Indonesia secara resmi mengumumkan kesepakatan pengalihan kepemilikan seluruh bisnis Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mereka di Indonesia. Pembeli bisnis SPBU Shell ini adalah sebuah perusahaan patungan (joint venture) baru yang dibentuk oleh Citadel Pacific Limited dan Sefas Group.

Langkah strategis ini menandai babak baru bagi operasional SPBU berlogo kerang di Tanah Air, meskipun merek dan produk Shell akan tetap hadir.

Informasi penting ini disampaikan langsung oleh Vice President Corporate Relations Shell Indonesia, Susi Hutapea. Susi menjelaskan bahwa pengalihan kepemilikan ini secara spesifik tidak mencakup unit bisnis pelumas Shell, yang akan tetap menjadi bagian dari operasi Shell di Indonesia. Ini berarti, para konsumen pelumas Shell masih dapat menemukan dan membeli produk pelumas kesayangan mereka seperti biasa.

Proses transisi kepemilikan ditargetkan akan selesai pada tahun depan. Selama masa transisi ini, Shell memastikan bahwa seluruh operasional jaringan SPBU Shell akan tetap berjalan normal tanpa adanya perubahan terhadap pelayanan yang diberikan kepada pelanggan. Hal ini penting untuk memastikan kelancaran pasokan bahan bakar dan kenyamanan konsumen.

Salah satu poin penting dalam kesepakatan ini adalah bahwa setelah pengalihan rampung, merek Shell akan tetap digunakan di SPBU-SPBU tersebut melalui perjanjian lisensi merek antara Shell dan perusahaan patungan baru. Melalui skema ini, para pelanggan akan tetap bisa menikmati produk bahan bakar Shell yang dipasok langsung oleh Shell, dengan standar mutu yang sama seperti sebelumnya.

"Shell menggunakan model lisensi merek untuk bisnis Mobility & Convenience di lebih dari 50 pasar di seluruh dunia, sehingga para pelanggan akan terus memiliki akses untuk menggunakan produk BBM berkualitas tinggi," ujar Susi.

Model bisnis lisensi ini memungkinkan Shell untuk tetap mempertahankan jejak merek globalnya sambil memberikan fleksibilitas operasional kepada mitra lokal. Dalam perjanjian lisensi tersebut, penerima lisensi diberikan hak untuk menggunakan merek Shell di wilayah tertentu, dengan kewajiban untuk memenuhi standar kualitas dan operasional yang telah ditetapkan oleh Shell. Model seperti ini disebut memungkinkan penerima lisensi memanfaatkan nilai merek global Shell untuk tetap bersaing secara efektif di pasar lokal.

Terkait kekhawatiran mengenai kemungkinan penutupan SPBU atau perubahan pelayanan, Shell menegaskan bahwa tidak ada perubahan dalam operasional. Kegiatan bisnis di seluruh jaringan SPBU Shell akan tetap berlangsung seperti biasa, dengan tim pelayanan yang tidak mengalami pergantian.

"Kegiatan operasional jaringan SPBU Shell di Indonesia tidak akan berubah sebagai akibat dari pengumuman pengalihan kepemilikan ini," jelas Susi, memberikan jaminan kepada para pelanggan dan karyawan.

baca juga

Profil Citadel Pacific Limited dan Sefas Group

Keputusan pengalihan ini melibatkan dua entitas bisnis yang memiliki rekam jejak cukup panjang dan beragam: Citadel Pacific Limited dan Sefas Group.

Citadel Pacific Limited (CPL) adalah perusahaan induk swasta terdiversifikasi dengan operasi di berbagai negara seperti Filipina, Hong Kong, Makau, Republik Palau, Persemakmuran Kepulauan Mariana Utara, dan Wilayah AS Guam.

Kepemilikan perusahaan ini mencakup saham pengendali di berbagai sektor, termasuk telekomunikasi, ritel, distribusi bahan bakar dan gas, LPG, pengembangan dan pengelolaan properti, layanan penerbangan, manajemen fasilitas terintegrasi, pergudangan, dan penempatan tenaga kerja. CITADEL Pacific Ltd. dimiliki oleh keluarga Delgado dari Filipina.

Anak perusahaannya memiliki usaha patungan dengan mitra global terkemuka seperti ITOCHU Corporation (salah satu rumah perdagangan terkemuka Jepang), Gate Gourmet (perusahaan katering maskapai terbesar di dunia), dan SK Telecom (operator nirkabel terbesar Korea Selatan). Selama bertahun-tahun, perusahaan ini tumbuh melalui akuisisi, pertumbuhan organik, dan kombinasi keduanya, menunjukkan pertumbuhan yang kuat dalam satu dekade terakhir.

Sementara itu, Sefas Group adalah perusahaan yang didirikan pada tahun 1997 oleh pengusaha asal Indonesia, Herman Soegeng dan Ricky Roesly, dengan kantor pusat di Jakarta. Perjalanan Sefas Group dimulai dengan PT Sefas Pelindotama sebagai distributor resmi pelumas Shell Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa Sefas Group sudah memiliki sejarah panjang dan kemitraan yang kuat dengan merek Shell, khususnya di segmen pelumas.

Sefas Pelindotama mengalami pertumbuhan pesat dari Kota Balikpapan hingga ke berbagai kawasan strategis industri pertambangan dan lainnya di Kalimantan, dengan kantor cabang dan gudang yang tersebar di Balikpapan, Banjarmasin, Samarinda, Berau, Tarakan, serta gudang pendukung di Surabaya.

Saat ini, Sefas Pelindotama memiliki portofolio pelanggan dari berbagai sektor industri, mulai dari pertambangan hingga konstruksi alat berat, tidak hanya menyediakan produk berkualitas tetapi juga memberikan rangkaian pelayanan unggul yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Selain Sefas Pelindotama, Sefas Group juga memiliki perusahaan lainnya seperti Sefias Keliantama, Trinina Panutan, dan Blue Coolant Indonesia, yang menunjukkan diversifikasi bisnis di berbagai sektor.

Pengalihan kepemilikan ini merupakan perkembangan signifikan dalam lanskap industri ritel bahan bakar di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kepemilikan Shell Indonesia Berubah, SPBU Tetap Buka

Kepemilikan Shell Indonesia Berubah, SPBU Tetap Buka

Bisnis | Jum'at, 23 Mei 2025 | 11:20 WIB

Di Depan DPR, Petinggi Pertamina Bongkar Penyebab Kelangkaan BBM di Kota Minyak Balikpapan

Di Depan DPR, Petinggi Pertamina Bongkar Penyebab Kelangkaan BBM di Kota Minyak Balikpapan

News | Kamis, 22 Mei 2025 | 19:18 WIB

BBM Langka di Balikpapan, Legislator PDIP 'Semprot' Dirut Pertamina: Ingat Asta Cita Pak Prabowo!

BBM Langka di Balikpapan, Legislator PDIP 'Semprot' Dirut Pertamina: Ingat Asta Cita Pak Prabowo!

News | Kamis, 22 Mei 2025 | 18:19 WIB

Kota Minyak Krisis BBM, Anak Wali Kota Balikpapan Diduga Doxing Netizen Pengkritik!

Kota Minyak Krisis BBM, Anak Wali Kota Balikpapan Diduga Doxing Netizen Pengkritik!

News | Kamis, 22 Mei 2025 | 17:04 WIB

Geram, Warganet Spill Gaya Hidup Mewah Keluarga Wali Kota Balikpapan di Tengah Krisis BBM

Geram, Warganet Spill Gaya Hidup Mewah Keluarga Wali Kota Balikpapan di Tengah Krisis BBM

News | Kamis, 22 Mei 2025 | 16:12 WIB

Promo Isi BBM di SPBU Vivo dengan Kejutan Eksklusif BRImo

Promo Isi BBM di SPBU Vivo dengan Kejutan Eksklusif BRImo

Bri | Selasa, 20 Mei 2025 | 13:26 WIB

Terkini

Kas Seret, Pos Indonesia Tunda Bayar Imbal Jasa Sukuk Rp24,11 Miliar

Kas Seret, Pos Indonesia Tunda Bayar Imbal Jasa Sukuk Rp24,11 Miliar

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:42 WIB

Neraca Dagang RI Berbalik Tekor, Mendag: Harga Minyak Lagi Tinggi-tingginya!

Neraca Dagang RI Berbalik Tekor, Mendag: Harga Minyak Lagi Tinggi-tingginya!

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:37 WIB

Produksi Emas Freeport 2026 Masih Tertahan, Target Baru 21 Ton Meski Tambang Belum Mulai Pulih

Produksi Emas Freeport 2026 Masih Tertahan, Target Baru 21 Ton Meski Tambang Belum Mulai Pulih

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:30 WIB

Purbaya Janji Tak Naikkan Pajak Meski Ada Ancaman Shortfall Rp 46,9 Triliun

Purbaya Janji Tak Naikkan Pajak Meski Ada Ancaman Shortfall Rp 46,9 Triliun

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:27 WIB

Ekonomi Global Masuk Fase 'New Normal' Krisis, Pemerintah Waspadai Ancaman ke Indonesia

Ekonomi Global Masuk Fase 'New Normal' Krisis, Pemerintah Waspadai Ancaman ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:26 WIB

Prospek Cerah MDKA, Sahamnya Bisa Tembus Rp3.100

Prospek Cerah MDKA, Sahamnya Bisa Tembus Rp3.100

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:23 WIB

Freeport Masih Tertatih, Produksi Tambang Baru Capai 65 Persen Sepanjang 2026

Freeport Masih Tertatih, Produksi Tambang Baru Capai 65 Persen Sepanjang 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:16 WIB

S&P Pertahankan Rating Indonesia, Pemerintah Sebut Jadi Sinyal Positif bagi Ekonomi

S&P Pertahankan Rating Indonesia, Pemerintah Sebut Jadi Sinyal Positif bagi Ekonomi

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 14:07 WIB

Investor Asing Kabur Lagi Rp501 Miliar di Sesi I, BUMI Jadi Sasaran

Investor Asing Kabur Lagi Rp501 Miliar di Sesi I, BUMI Jadi Sasaran

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:37 WIB

Rupiah Bergejolak, Pemerintah Bakal Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal

Rupiah Bergejolak, Pemerintah Bakal Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 13:13 WIB

×