Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.715.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 5.902,376
LQ45 589,478
Srikehati 287,394
JII 351,837
USD/IDR 17.966

Mendag Akui Banyak Ritel Modern Bangkrut, Ini Penyebabnya

Dythia Novianty, Achmad Fauzi

Kamis, 05 Juni 2025 | 12:14 WIB
Mendag Akui Banyak Ritel Modern Bangkrut, Ini Penyebabnya
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso, belum lama ini. (Suara.com/Bagaskara)

Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengakui bahwa saat ini memang banyak ritel modern yang bangkrut dan Ia membeberkan beberapa faktor utama penyebab kondisi tersebut.

Busan sapaan akrabnya mengungkapkan, sebagian besar ritel modern terlalu terpaku pada model bisnis konvensional yang hanya fokus pada transaksi penjualan barang, tanpa memberikan pengalaman tambahan bagi konsumen.

"Kalau kami diskusi dengan (Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia) APPBI. Itu ternyata kalau ritel modern itu hanya jualan ya, tidak ada experience di situ, tidak ada journey disitu, ya dia pasti akan kalah dengan UMKM," ujar dia di Kantor Kementerian Perdagangan yang ditulis, Kamis (5/6/2025).

Menurutnya, konsumen saat ini lebih mencari nilai tambah dalam pengalaman berbelanja. Hal ini memberikan keunggulan tersendiri bagi UMKM yang kerap menawarkan interaksi yang lebih personal dan lingkungan yang lebih akrab.

Ritel modern, apabila tidak berinovasi dan memberikan pengalaman berbeda, lambat laun akan ditinggalkan.

Selain itu, perubahan pola konsumsi masyarakat juga menjadi penyebab utama lain dari runtuhnya bisnis ritel modern.

Busan menerangkan, masyarakat kini tidak lagi melakukan belanja bulanan dalam jumlah besar seperti dulu, melainkan lebih memilih belanja mingguan atau bahkan harian, dengan jumlah yang lebih sedikit dan praktis.

"Sekarang itu belanjanya kadang untuk kebutuhan sehari dua hari. Akhirnya apa? Akhirnya belanja yang terdekat saja. Retail-retail yang terdekat saja," ungkapnya.

Tren ini menyebabkan ritel besar yang biasanya berada di pusat perbelanjaan atau lokasi-lokasi tertentu mulai kehilangan daya tarik, terutama karena masyarakat cenderung mencari alternatif belanja yang lebih cepat dan mudah dijangkau, seperti warung, toko kelontong, atau minimarket yang berada dekat dengan tempat tinggal.

Tak hanya ritel, pusat perbelanjaan seperti mal dan department store juga turut terdampak. Busan menuturkan, jika mal tidak mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan hiburan dan gaya hidup masyarakat, maka mereka pun berisiko mengalami nasib serupa.

"Misalnya tidak ada tempat untuk makan, untuk nongkrong, untuk ngumpul, ya akan sepi pengunjung," beber dia.

Untuk diketahui, GS Supermarket diketahui akan menutup gerainya yang beroperasi di Indonesia. Informasi ini setelah, GS Supermarket meminta pelanggannya untuk menghabiskan seluruh poin untuk potongan belanja sebelum tanggal 31 Mei 2025.

Informasi itu diumumkan oleh GS Supermarket lewat instagram resminya @gssupermarketid.

Panggilan khusus untuk para member nih, jangan lupa gunakan poin membership kamu saat belanja di GS The Fresh ya! karena masa berlaku poin sebentar lagi akan hangus pada 31 Mei 2025," tulis GS The Fresh Supermarket.

Sayangnya, GS Supermarket tidak memberi informasi secara gamblang kabar penutupan seluruh gerai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banjir Bikin Distribusi Pangan saat Ramadan Tersendat, Ini Kata Mendag

Banjir Bikin Distribusi Pangan saat Ramadan Tersendat, Ini Kata Mendag

Bisnis | Selasa, 04 Maret 2025 | 17:44 WIB

Mendag siap Sanksi Distributor Lini 2 MinyaKita yang Terbukti Nakal

Mendag siap Sanksi Distributor Lini 2 MinyaKita yang Terbukti Nakal

Bisnis | Senin, 03 Maret 2025 | 17:13 WIB

Indonesia Menang Lawan Uni Eropa, di WTO Diskriminasi Sawit Terbukti!

Indonesia Menang Lawan Uni Eropa, di WTO Diskriminasi Sawit Terbukti!

Bisnis | Jum'at, 17 Januari 2025 | 15:35 WIB

Kemendag Sebut Kebijakan Sri Mulyani Biang Kerok Harga Minyakita Mahal

Kemendag Sebut Kebijakan Sri Mulyani Biang Kerok Harga Minyakita Mahal

Bisnis | Selasa, 14 Januari 2025 | 11:46 WIB

Mendag Promosikan Kualitas Produk Lokal di Shopee Live Spesial Harbolnas 12.12

Mendag Promosikan Kualitas Produk Lokal di Shopee Live Spesial Harbolnas 12.12

Bisnis | Jum'at, 13 Desember 2024 | 11:23 WIB

Mendag Zulhas Sebut Tak Ada Impor, Stok Beras Bulog 2 Juta Ton

Mendag Zulhas Sebut Tak Ada Impor, Stok Beras Bulog 2 Juta Ton

Bisnis | Senin, 09 Desember 2024 | 17:45 WIB

Terkini

Rupiah Melemah ke Rp17.988, Dipicu 'Ulah' Trump dan Rapor Merah Ritel Domestik

Rupiah Melemah ke Rp17.988, Dipicu 'Ulah' Trump dan Rapor Merah Ritel Domestik

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:10 WIB

Hunian Tapak Masih Jadi Primadona di Tengah Lesunya Pasar Properti

Hunian Tapak Masih Jadi Primadona di Tengah Lesunya Pasar Properti

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:05 WIB

Masyarakat RI Masih Malas Belanja, Penjualan Eceran Anjlok 11,6% di April

Masyarakat RI Masih Malas Belanja, Penjualan Eceran Anjlok 11,6% di April

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 15:56 WIB

Rupiah Nyaris Kembali ke Level Rp18.000 per Dolar AS, BI Sudah Siap-siap

Rupiah Nyaris Kembali ke Level Rp18.000 per Dolar AS, BI Sudah Siap-siap

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 15:37 WIB

Harga Pertamax Naik, Grab Akan Naikkan Tarif?

Harga Pertamax Naik, Grab Akan Naikkan Tarif?

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 15:15 WIB

Inflasi Tembus 4 Persen Akibat Perang Iran, Donald Trump: Saya Suka Inflasi!

Inflasi Tembus 4 Persen Akibat Perang Iran, Donald Trump: Saya Suka Inflasi!

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:45 WIB

Mantan Kapolri Era SBY dan Jokowi Jadi Komisaris Utama Bukalapak

Mantan Kapolri Era SBY dan Jokowi Jadi Komisaris Utama Bukalapak

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:40 WIB

Dari Cibubur ke Kantor, Kenaikan Harga Pertamax Buat Warga Kelas Menengah Mengelus Dada

Dari Cibubur ke Kantor, Kenaikan Harga Pertamax Buat Warga Kelas Menengah Mengelus Dada

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:30 WIB

Negara Berpotensi Boncos Rp12 Triliun Imbas Jual Beli Titik Dapur MBG

Negara Berpotensi Boncos Rp12 Triliun Imbas Jual Beli Titik Dapur MBG

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:01 WIB

Derita Pekerja Setelah Harga Pertamax Naik: Sekarang Uang Rp50.000 Tak Cukup

Derita Pekerja Setelah Harga Pertamax Naik: Sekarang Uang Rp50.000 Tak Cukup

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 13:07 WIB