Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Aneh Bin Ajaib! Pertumbuhan Ekonomi 5,12% Diragukan, Menko Airlangga Pasang Badan Bela BPS

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 06 Agustus 2025 | 09:09 WIB
Aneh Bin Ajaib! Pertumbuhan Ekonomi 5,12% Diragukan, Menko Airlangga Pasang Badan Bela BPS
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tak tinggal diam. Ia pasang badan membela data tersebut dan menepis keras tudingan adanya 'permainan data'.

Suara.com - Data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,12 persen secara tahunan pada kuartal II-2025 kini tengah menjadi sorotan. Angka yang melampaui ekspektasi pasar ini justru memicu keraguan dari beberapa pihak, yang menyebutnya sebagai aneh bin ajaib.

Namun, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tak tinggal diam. Ia pasang badan membela data tersebut dan menepis keras tudingan adanya 'permainan data'.

"Kan sudah diumumin dan tadi sudah dijelaskan," kata Airlangga dengan nada tegas di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (5/8/2025), saat dimintai tanggapan oleh para wartawan mengenai pihak-pihak yang tidak percaya dengan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Ketika didesak lebih jauh, Airlangga Hartarto dengan yakin mengklaim bahwa pertumbuhan ekonomi yang fantastis itu sesuai dengan kondisi riil di lapangan. "Mana ada!" jawabnya singkat namun penuh penekanan, setelah ditanya berkali-kali oleh wartawan terkait kemungkinan adanya manipulasi data.

Airlangga tidak hanya bicara tanpa dasar. Ia membeberkan sejumlah data konkret yang menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2025 diantaranya konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,97%, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya tumbuh 4,93%. Ini menunjukkan masyarakat mulai berbelanja lebih banyak.

Selain itu Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) dimana investasi di sektor ini melesat dengan pertumbuhan sebesar 6,99%. Angka ini menjadi indikasi kuat bahwa kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia meningkat.

Disisi lain aktivitas digital dan pariwisata mencatat adanya transaksi di marketplace naik 7,55% dari kuartal I-2025. Selain itu, kebijakan diskon dari pemerintah juga membuahkan hasil. "Perjalanan wisatawan Nusantara tumbuh 22,3%," imbuh Airlangga.

Tak hanya itu, bukti pertumbuhan juga terlihat dari sisi ketenagakerjaan. "Dari Februari (2024) ke Februari (2025) mendekati 3,6 juta," kata Airlangga, merujuk pada jumlah lapangan pekerjaan baru yang tercipta.

Meskipun menuai keraguan, pemerintah tetap berpegang teguh pada data yang dirilis oleh BPS. Airlangga Hartarto menegaskan bahwa angka-angka tersebut adalah hasil dari metodologi yang terukur dan valid.

baca juga

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2025 mencapai 5,12 persen secara tahunan (year-on-year) di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Selasa (5/8/2025) mengatakan angka pertumbuhan ini melampaui ekspektasi banyak pihak dan menjadi sinyal kuat bahwa fondasi ekonomi Indonesia masih sangat kokoh.

"Ekonomi Indonesia berdasarkan besaran produk domestik bruto (PDB) pada triwulan II 2025 atas dasar harga berlaku sebesar Rp5.947 triliun. Atas dasar harga konstan sebesar Rp3.396,3 triliun, sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2025 bila dibandingkan dengan triwulan II 2024 atau secara year-on-year tumbuh sebesar 5,12 persen," kata Edy.

Tak hanya itu, kinerja ekonomi Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan yang sangat kuat jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Edy Mahmud mencatat, jika dibandingkan kuartal I 2025 (quarter-to-quarter), pertumbuhan ekonomi melonjak sebesar 4,04 persen.

Angka ini mengindikasikan adanya momentum akselerasi ekonomi yang sangat positif. Setelah sempat melambat di beberapa kuartal sebelumnya, pertumbuhan 5,12 persen ini bisa jadi menjadi yang tertinggi dalam setahun terakhir. Hal ini menunjukkan efektivitas kebijakan pemerintah dalam menstimulus perekonomian, serta ketahanan sektor-sektor kunci dari guncangan eksternal.

Meskipun BPS belum merilis data perinci mengenai sektor-sektor mana saja yang menjadi pendorong utama pertumbuhan ini, dapat diprediksi bahwa sektor konsumsi domestik dan investasi memiliki peran krusial.

Momentum libur Lebaran dan berbagai program pemerintah yang berfokus pada peningkatan daya beli masyarakat kemungkinan besar menjadi salah satu faktor penentu. Selain itu, investasi, baik dari dalam maupun luar negeri, juga diyakini terus mengalir, seiring dengan sentimen positif terhadap stabilitas politik dan ekonomi Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonomi Indonesia Q2 2025 Tumbuh 5,12 Persen, Ini Prediksi Pengamat Hingga Akhir Tahun

Ekonomi Indonesia Q2 2025 Tumbuh 5,12 Persen, Ini Prediksi Pengamat Hingga Akhir Tahun

Bisnis | Selasa, 05 Agustus 2025 | 21:16 WIB

Ekonomi Tumbuh, Rakyat Merana? Istana Akui 'Rojali' dan 'Rohana' Jadi Cambuk Keras!

Ekonomi Tumbuh, Rakyat Merana? Istana Akui 'Rojali' dan 'Rohana' Jadi Cambuk Keras!

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 21:06 WIB

MEXC Suntik Dana Rp3,2 Triliun ke Bursa Kripto Indonesia

MEXC Suntik Dana Rp3,2 Triliun ke Bursa Kripto Indonesia

Bisnis | Selasa, 05 Agustus 2025 | 19:48 WIB

Terkini

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB

Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS

Rupiah Meriang Lagi! Ditutup ke Level Rp17.859 per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:06 WIB