Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyerupai perdagangan sebelumnya dengan menguat pada pembukaan, Jumat, 8 Agustus 2025. IHSG dibuka terapresiasi ke level 7.649.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia, IHSG hingga pukul 09.04 WIB masih betah di zona hijau menuju level 7.550 atau 60,38 poin, secara presentase naik 0,81 persen dibanding penutupan pada perdagangan Kamis.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,02 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,15 triliun, serta frekuensi sebanyak 198.700 kali.
![Layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/04/16/41711-ihsg-indeks-harga-saham-gabungan-bursa-efek-ilustrasi-bursa-ilustrasi-ihsg-ilustrasi-idx.jpg)
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 171 saham bergerak naik, sedangkan 280 saham mengalami penurunan, dan 505 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menghijau pada waktu itu diantaranya, AMMS, BBLD, BRPT, CUAN, DSSA, IBOS, IMPC, ISAP, KBLV, KPIG.
Sementara saham-saham yang mengalami penurunan tajam di perdagangan waktu itu diantaranya, AEGS, BMBL, COIN, FORU, HGII, IKAN, KEJU, MANG, MBMA, PTSP.
Pilarmas Invetindo Sekuritas dalam riset hariannya menyatakan IHSG berpotensi mengalami penguatan terbatas pada perdagangan Jumat ini (8/8), setelah sehari sebelumnya ditutup melemah tipis.
Pada penutupan Kamis (7/8), IHSG terkoreksi sebesar 13,57 poin atau 0,18 persen ke posisi 7.490, dengan sektor basic materials menjadi penopang utama lewat penguatan 1,21 persen, sementara sektor teknologi menjadi pemberat terbesar usai turun hingga 4,46 persen.
Analis memperkirakan IHSG hari ini akan bergerak dalam rentang support 7.440 dan resistance 7.600, mencerminkan ruang kenaikan yang terbatas di tengah pasar yang masih mencermati sejumlah sentimen global.
Pelaku pasar global kini menanti arah kebijakan moneter lanjutan dari Federal Reserve (The Fed) dan Bank of England (BoE), yang akan sangat menentukan arah suku bunga ke depan.
Sentimen pasar juga tertekan oleh implementasi tarif perdagangan baru yang mulai berlaku Kamis kemarin, seiring langkah Presiden AS Donald Trump untuk mengenakan bea masuk tambahan terhadap produk teknologi, farmasi, dan semikonduktor dari sejumlah negara mitra dagang utama.
Ketidakpastian global inilah yang menjadi penghambat penguatan IHSG secara agresif, meskipun masih ada peluang teknikal untuk pemulihan jangka pendek.