Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Merasa Terlindungi, Guru di Sukabumi Ceritakan Pengalaman Positif dengan JKN

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Senin, 22 September 2025 | 16:33 WIB
Merasa Terlindungi, Guru di Sukabumi Ceritakan Pengalaman Positif dengan JKN
Testimoni Budi Supeni. (Dok: BPJS Kesehatan)
  • Advert
  • Advert
  • Advert

Suara.com - Biaya kesehatan yang semakin mahal kini bukan lagi menjadi momok besar bagi masyarakat. Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan hadir sebagai jaminan perlindungan, memastikan semua warga negara memiliki akses layanan kesehatan yang adil dan merata. Dari pengobatan ringan hingga perawatan di rumah sakit, semua ditanggung melalui mekanisme gotong royong.

Salah satu peserta JKN yang turut merasakan manfaat tersebut adalah Budi (49), seorang guru sekolah dasar di Sukabumi. Ia mengaku banyak terbantu dengan adanya Program JKN, baik untuk dirinya maupun keluarganya. Baginya, JKN bukan hanya sekadar perlindungan kesehatan, tetapi juga bentuk kepastian di saat-saat tak terduga. Kehadiran program ini membuatnya merasa lebih tenang dalam menjalani aktivitas sehari-hari sebagai pendidik dan kepala keluarga.

“Saat ini saya sedang mengurus perubahan kepesertaan, sebelumnya saya mandiri karena sekarang saya sudah ada ikatan dinas, jadi saya mau ganti jadi segmen Pekerja Penerima Upah (PPU),” tutur Budi.

Dalam proses administrasi, ia mengaku sempat menemui kendala. Awalnya ia mencoba memanfaatkan layanan non tatap muka seperti Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (Pandawa) dan Mobile JKN. Namun, karena status kepesertaan sebelumnya tidak aktif dan masih memiliki tunggakan, ia pun diarahkan untuk datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan. Di sana, ia baru memahami bahwa ada beberapa berkas yang memang harus ditandatangani langsung oleh peserta.

“Awalnya saya sudah mencoba layanan non tatap muka seperti Pandawa dan Mobile JKN, namun tidak bisa karena waktu itu status saya masih peserta mandiri dan tidak aktif. Akhirnya saya diarahkan datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan. Di loket memang ada berkas yang harus ditandatangani sehingga tidak bisa dilakukan secara daring,” jelasnya.

Selain soal administrasi, Budi juga menceritakan pengalamannya ketika harus berobat ke fasilitas kesehatan (faskes). Ia menilai pelayanan sekarang jauh lebih praktis dibandingkan sebelumnya. Dulu, peserta harus membawa berbagai dokumen fisik dan mengisi banyak formulir, namun kini prosesnya cukup dengan menunjukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau nomor kepesertaan BPJS Kesehatan.

“Alhamdulillah faskes mitra BPJS Kesehatan melayani dengan sangat baik. Sekarang lebih mudah mendaftar berobat, cukup menunjukkan NIK atau nomor peserta, tidak perlu lagi membawa berkas fisik dan mengisi formulir macam-macam. Jadi lebih cepat dan efisien,” ungkapnya.

Sebagai peserta, ia juga sempat mendengar stigma di masyarakat tentang perbedaan layanan antara pasien umum dan pasien BPJS Kesehatan. Ada anggapan bahwa layanan untuk peserta JKN lebih ribet atau lambat. Namun, berdasarkan pengalaman pribadinya, ia justru mendapatkan pelayanan yang sama baiknya tanpa pembedaan.

“Dulu saya sering dengar kabar kalau peserta BPJS Kesehatan dipersulit atau dibedakan dengan pasien umum. Tapi alhamdulillah, selama saya jadi peserta, saya tidak pernah mengalami hal itu. Dari awal pendaftaran sampai pulang berobat, semua pelayanan diberikan dengan baik dan profesional,” katanya.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Budi adalah ketika ia harus menjalani rawat inap di rumah sakit karena infeksi saluran kemih. Kondisi tersebut muncul akibat kebiasaan buruk menahan buang air kecil dan kurang minum. Ia masih ingat betul, malam itu dirinya harus segera ditangani oleh tim medis.

“Saya pernah dirawat inap di salah satu rumah sakit di Sukabumi karena infeksi saluran kemih. Awalnya saya diperiksa di klinik lalu dirujuk ke rumah sakit. Malam itu juga saya langsung ditangani. Alhamdulillah, sampai sembuh saya mendapat pelayanan yang baik tanpa harus mengeluarkan biaya sama sekali,” ceritanya.

Tak hanya dirinya, keluarganya pun turut merasakan manfaat JKN. Istrinya pernah dua kali menjalani operasi caesar dan seluruh biayanya ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan. Bagi Budi, hal itu menjadi salah satu momen yang membuatnya sangat bersyukur karena terbebas dari beban biaya besar.

“Istri saya dua kali melahirkan secara caesar dengan BPJS Kesehatan. Saya sangat bersyukur, karena semua biaya ditanggung. Kalau membayar secara umum, mungkin sudah habis puluhan juta. Alhamdulillah, kami sama sekali tidak keluar uang,” ujarnya.

Meski begitu, ia menyadari masih ada sebagian masyarakat yang menganggap rugi ketika rutin membayar iuran tapi jarang menggunakan layanan kesehatan. Menurut Budi, justru di situlah letak nilai gotong royong yang sebenarnya. Ia sendiri selalu menganggap pembayaran iuran sebagai bentuk tabungan sekaligus amal.

“Saya pernah dengar ada yang bilang, ‘saya rutin bayar iuran tapi tidak pernah pakai BPJS Kesehatan, jadi rugi’. Kalau saya justru menganggap itu tabungan. Iuran yang saya bayar bisa membantu orang lain yang sedang membutuhkan layanan. Saya anggap sebagai amal dan sodaqah. Selama hidup, saya baru dua kali dirawat di rumah sakit,” jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PDIP: BPJS Bukan Asuransi tapi Hibah Negara buat Rakyat!

PDIP: BPJS Bukan Asuransi tapi Hibah Negara buat Rakyat!

News | Rabu, 17 September 2025 | 17:42 WIB

Blusukan ke RSUD Budi Asih, Gubernur Pramono Soroti 95 Persen Pasien BPJS dan Janjikan Renovasi IGD

Blusukan ke RSUD Budi Asih, Gubernur Pramono Soroti 95 Persen Pasien BPJS dan Janjikan Renovasi IGD

News | Selasa, 16 September 2025 | 16:58 WIB

Peserta JKN di Aceh Selatan Rasakan Manfaat Layanan Kesehatan Tanpa Hambatan

Peserta JKN di Aceh Selatan Rasakan Manfaat Layanan Kesehatan Tanpa Hambatan

Bisnis | Senin, 15 September 2025 | 18:52 WIB

Warga Sumatera Utara Bisa Berobat Pakai KTP Mulai Oktober 2025

Warga Sumatera Utara Bisa Berobat Pakai KTP Mulai Oktober 2025

News | Rabu, 10 September 2025 | 15:16 WIB

Tahapan Skrining BPJS Kesehatan Via Aplikasi dan Online

Tahapan Skrining BPJS Kesehatan Via Aplikasi dan Online

Health | Rabu, 10 September 2025 | 06:00 WIB

Skrining BPJS Kesehatan: Panduan Lengkap Deteksi Dini Penyakit di Tahun 2025

Skrining BPJS Kesehatan: Panduan Lengkap Deteksi Dini Penyakit di Tahun 2025

Health | Selasa, 09 September 2025 | 09:21 WIB

Terkini

Hanya Berlangsung 3 Hari, IHSG Pekan Ini Akan Dibayangi Rebalancing MSCI

Hanya Berlangsung 3 Hari, IHSG Pekan Ini Akan Dibayangi Rebalancing MSCI

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 08:06 WIB

Suku Bunga Kredit Bank Resmi Turun ke 8,76 Persen, OJK Ungkap Proyeksinya

Suku Bunga Kredit Bank Resmi Turun ke 8,76 Persen, OJK Ungkap Proyeksinya

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 07:55 WIB

Saham Lagi 'Diskon' atau Jebakan? Cek Analisis IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Saham Lagi 'Diskon' atau Jebakan? Cek Analisis IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 07:41 WIB

Alasan Server Judi Online Mulai Bergeser dari Kamboja ke Indonesia

Alasan Server Judi Online Mulai Bergeser dari Kamboja ke Indonesia

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 07:25 WIB

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:31 WIB

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:14 WIB

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:58 WIB

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:48 WIB

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:36 WIB

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:31 WIB