OJK: Aset Dana Pensiun Tembus Rp 1.593 Triliun

Jum'at, 24 Oktober 2025 | 09:39 WIB
OJK: Aset Dana Pensiun Tembus Rp 1.593 Triliun
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta. [Suara.com/Dicky Prastya]
Baca 10 detik
  • Aset dana pensiun Indonesia mencapai Rp1.593,18 triliun, tumbuh 8,72% (yoy) dengan total peserta 29,09 juta orang.

  • OJK memperkuat pengawasan dan reformasi sistem pensiun nasional untuk menjaga stabilitas keuangan dan kesejahteraan masyarakat.

  • Pengembangan sektor dana pensiun sejalan dengan standar OECD dan menjadi bagian dari upaya menuju Indonesia Emas 2045

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya mendorong peran industri dana pensiun dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Salah satunya menjamin kesejahteraan masyarakat di masa pensiun.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra menyampaikan bahwa OJK berkomitmen untuk menjaga stabilitas sektor jasa keuangan melalui penguatan pengawasan, pendalaman pasar keuangan domestik.

Hingga memastikan sektor keuangan berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Kinerja intermediasi terus dioptimalkan untuk mendukung pembiayaan sektor prioritas, termasuk UMKM dan proyek-proyek berkelanjutan agar kontribusi sektor jasa keuangan semakin nyata," kata Mahendra.

Menurutnya, industri dana pensiun memiliki peran strategis menopang ketahanan ekonomi nasional dan memastikan kesejahteraan masyarakat di masa tua.

Tabung Dana Pensiun di BRImo dan Dapatkan Bonus Saldo (freepik)
Ilustrasi dana pensiun. (freepik)

Saat ini, aset dana pensiun mencapai Rp 1.593,18 triliun atau tumbuh 8,72 persen (yoy).

Rinciannya, program pensiun wajib sebesar Rp 1.200,62 triliun, program sukarela Rp 392,56 triliun, dan total peserta 29,09 juta orang.

Mahendra juga menambahkan bahwa kemajuan sektor ini sejalan dengan proses aksesi Indonesia menuju OECD mengingat kerangka hukum dan kebijakan Indonesia, dinilai telah sejalan dengan prinsip-prinsip OECD dan terus diperkuat untuk memastikan kesesuaian dengan standar internasional.

Baca Juga: Aset Dana Pensiun Indonesia Tertinggal Jauh dari Malaysia

"Ini untuk menghadapi tekanan ekonomi global," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menyanpaikan bahwa melalui IPFS 2025 diharapkan menjadi forum strategis nasional yang memperkuat ekosistem dana pensiun dan mendorong reformasi sistem pensiun nasional.

“Pembangunan sistem pensiun bukan hanya tentang menyiapkan masa depan individu, tetapi juga memastikan masa depan bangsa yang berketahanan dan sejahtera,” kata Ogi.

Ogi meyakini bahwa dengan semangat sinergi dan komitmen yang kuat, Indonesia dapat mewujudkan sistem pensiun nasional yang inklusif, digital, dan berkelanjutan, sekaligus berperan aktif dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI