Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.813.000
Beli Rp2.675.000
IHSG 7.101,226
LQ45 684,142
Srikehati 332,003
JII 470,939
USD/IDR 17.319

Menavigasi Revolusi Kendaraan Listrik ASEAN: Peran VinFast di Pasar Global Baru

Fabiola Febrinastri | RR Ukirsari Manggalani | Suara.com

Rabu, 29 Oktober 2025 | 18:40 WIB
Menavigasi Revolusi Kendaraan Listrik ASEAN: Peran VinFast di Pasar Global Baru
Kariyanto Hardjosoemarto, Chief Executive Officer (CEO) VinFast Indonesia sebagai salah satu panelis Diskusi HSBC bertajuk "Navigating the New Global Trade Order: Seizing New Corridors in ASEAN and China" (Suara.com/CNR ukirsari)

Suara.com - VinFast adalah brand mobil listrik (Electric Vehicle, EV) dari Vietnam yang dimiliki Vingroup, konglomerasi nomor satu di Vietnam. Perusahaan otomotif ini tergolong muda, baru lahir pada 2017, dengan produksi awal mobil jenis Internal Combustion Engine (ICE) kemudian mulai 2021 beralih total menjadi electric car company.

Setelah market share mencapai 40 persen, VinFast memutuskan ekspansi pasar di luar Vietnam. Mulai Amerika, Kanada, Eropa, dan seterusnya. Akan tetapi beberapa kondisi global seperti pergeseran geopolitik melahirkan keputusan bahwa pasar prioritas mengarah ke Asia, dan salah satu yang dipilih adalah Indonesia.

Hadir sebagai salah satu panelis dalam Diskusi HSBC bertajuk “Navigating the New Global Trade Order: Seizing New Corridors in ASEAN and China” di The Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Kariyanto Hardjosoemarto, Chief Executive Officer (CEO) VinFast Indonesia memaparkan pentingnya strategi perusahaan dalam menguak dan menembus pasar otomotif EV di Tanah Air.

Kariyanto Hardjosoemarto, Chief Executive Officer (CEO) VinFast Indonesia saat menerima plakat sebagai salah satu panelis HSBC Business Dialogue 2025 (Suara.com/CNR ukirsari)
Kariyanto Hardjosoemarto, Chief Executive Officer (CEO) VinFast Indonesia saat menerima plakat sebagai salah satu panelis HSBC Business Dialogue 2025 (Suara.com/CNR ukirsari)

"Indonesia adalah pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara, dengan jumlah penjualan mobil pada 2018 mencapai 1,1 juta. Pada 2024 mengalami penurunan sehingga jumlah total menjadi 850 ribu, dan tahun ini--senada dengan kondisi ekonomi--mengalami penurunan hingga 11,9 persen. Namun di balik penurunan penjualan mobil ini, penjualan mobil listrik justru meningkat tajam. EV baru masuk ke Indonesia pada 2021, dan porsinya hanya 0,1 persen dari total volume penjualan. Kemudian 4 persen pada 2024, per September 2025 sudah 10 persen. Jadi adopsi sangat tinggi,” papar Kariyanto Hardjosoemarto, yang akrab disapa Kerry.

Di sisi lain, Pemerintah RI mencanangkan bahwa pada 2030 dari seluruh mobil yang beredar di Indonesia, 50 persen adalah EV.

“Pemerintah membuat berbagai insentif, baik fiskal maupun non-fiskal, termasuk mempermudah masuknya investasi produk mobil listrik ke negara kita. Potensi pasar yang besar, dukungan pemerintah ini, dan sumber daya alam kita seperti nikel, menjadi faktor pendorong mengapa VinFast memutuskan untuk berinvestasi di Indonesia,” tandasnya.

Fokus bukan hanya menjual produk, atau menganalisa persaingan harga, akan tetapi mengembangkan strategi agar VinFast bisa resilient dan survive di pasar nasional.

VinFast Indonesia siap melaju di pasar EV Tanah Air lewat investasi membangun ekosistem (Dok: VinFast Indonesia)
(Dok: VinFast Indonesia)

“Kalau kita hanya berkompetisi dengan produk dan harga, tidak ada habisnya. Brand akan terus berinovasi dengan fitur-fitur produk menerapkan teknologi baru, dan sebagainya. Nah kami melihat ekosistem adalah kunci supaya masyarakat loyal kepada brand kami,” jelas Kerry.

Strategi dengan menerapkan ekosistem ini memerlukan biaya besar, dan komitmen jangka panjang.

Lewat ekosistem ini, VinFast menjawab dan mengatasi kekhawatiran para konsumen dalam beralih menggunakan produk EV. Apalagi menyimak brand baru, yang mungkin saja coba-coba, mengingat ada beberapa merek masuk ke negara kita lantas menghilang.

Jadi, sebagai realisasi menciptakan ekosistem, Vingroup menjawab dengan berinvestasi membangun pabrik sendiri di Cibogo, Subang, Jawa Barat seluas 170 hektare. Tidak sebatas produksi mobil listrik, di saat mendatang produksi skuter atau kendaraan roda dua, serta bus listrik akan dibuat di sini.

“Ekosistem pertama adalah pabrik karena ini menunjukkan komitmen kami bahwa VinFast ada di Indonesia, ingin berkembang bersama bangsa Indonesia, dengan menciptakan lapangan kerja. Bukan hanya menjadikan Indonesia sebagai pasar, namun menciptakan lapangan kerja, dan alih teknologi karena pabrik kami di Subang menggunakan tenaga kerja lokal. Karena itu kami juga menjalin kerja sama misalnya dengan politeknik, dengan STM-STM di sekitar pabrik untuk mempersiapkan tenaga-tenaga terampil yang berikutnya nanti bisa bekerja di perusahaan kami,” jelas Kariyanto Hardjosoemarto.

Selaras ketentuan pemerintah, begitu buka pada 2026 Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) VinFast minimal 40 persen, kemudian 2027 harus naik menjadi 60 persen.

“Road map kami dengan mengoptimalkan local sourcing. Kami terus potensi-potensi yang ada di sini, banyak supplier yang bagus-bagus, dan kami mematuhi aturan pemerintah supaya tetap berkualifikasi untuk mendapatkan insentifnya. Itu prioritas kami,” lanjutnya.

Ditambahkannya, secara teknis pabrik VinFast di Cibogo, Subang akan selesai tahun ini, sedangkan mass production dimulai 2026 dengan produk VF3. Kapasitas produksi terpasang 50 ribu unit per tahun apabila digunakan secara maksimal.

Bagian kedua dari ekosistem VinFast adalah melengkapi infrastruktur terpenting bagi EV, yaitu stasiun pengisian ulang baterai atau recharging station. Kelengkapan ini menjawab ketakutan para calon pembeli bahwa infrastruktur yang ada saat ini dirasa tidak mencukupi. Apalagi dalam kondisi mudik, bakal terjadi antrean panjang dan seterusnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dukung Kreator & UMKM, Shopee Hadirkan Pengalaman Belanja Baru Bersama Meta

Dukung Kreator & UMKM, Shopee Hadirkan Pengalaman Belanja Baru Bersama Meta

News | Rabu, 29 Oktober 2025 | 08:00 WIB

BRI Perkuat Desa BRILiaN Lewat Bantuan Infrastruktur dan UMKM

BRI Perkuat Desa BRILiaN Lewat Bantuan Infrastruktur dan UMKM

Bisnis | Sabtu, 25 Oktober 2025 | 13:40 WIB

Koperasi dan UMKM Jadi Prioritas Kelola Tambang, Pemerintah Dorong Pemerataan Ekonomi

Koperasi dan UMKM Jadi Prioritas Kelola Tambang, Pemerintah Dorong Pemerataan Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 16:49 WIB

TEI 2025: Punya 7 Sertifikasi, Permen Jahe Produksi Binaan LPEI Ini Berjaya di Amerika

TEI 2025: Punya 7 Sertifikasi, Permen Jahe Produksi Binaan LPEI Ini Berjaya di Amerika

Bisnis | Rabu, 22 Oktober 2025 | 20:00 WIB

Kacang Mete Indonesia Sukses Jadi Camilan Penerbangan Internasional

Kacang Mete Indonesia Sukses Jadi Camilan Penerbangan Internasional

Bisnis | Rabu, 22 Oktober 2025 | 17:56 WIB

TEI 2025: LPEI & KemenkeuSatu Perkuat Ekspor UMKM Lewat Pameran dan Business Matching

TEI 2025: LPEI & KemenkeuSatu Perkuat Ekspor UMKM Lewat Pameran dan Business Matching

Bisnis | Selasa, 21 Oktober 2025 | 10:08 WIB

Terkini

Emiten Sawit SSMS Tebar Dividen Rp 800 Miliar

Emiten Sawit SSMS Tebar Dividen Rp 800 Miliar

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:53 WIB

DJP Perpanjang Lapor SPT PPh Badan hingga Akhir Mei 2026

DJP Perpanjang Lapor SPT PPh Badan hingga Akhir Mei 2026

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:46 WIB

Tekan Emisi 286 Ribu Ton CO2, PLN NP Genjot Cofiring Biomassa

Tekan Emisi 286 Ribu Ton CO2, PLN NP Genjot Cofiring Biomassa

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:41 WIB

Panas! Menteri Ara Siap Lawan Hercules Demi Bangun Rusun di Tanah Abang

Panas! Menteri Ara Siap Lawan Hercules Demi Bangun Rusun di Tanah Abang

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:31 WIB

UMKM Digenjot Naik Kelas lewat Pemanfaatan Teknologi AI

UMKM Digenjot Naik Kelas lewat Pemanfaatan Teknologi AI

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:27 WIB

Bos Bio Farma Temui Kepala BPOM, Bahas Strategi Kuasai Pasar Global

Bos Bio Farma Temui Kepala BPOM, Bahas Strategi Kuasai Pasar Global

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:21 WIB

Pemerintah Yakin B50 Bikin Hemat Negara Rp 139,8 Triliun

Pemerintah Yakin B50 Bikin Hemat Negara Rp 139,8 Triliun

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:12 WIB

Agar Subsidi Tepat Sasaran, QR Code BBM Kini Diawasi Lebih Ketat

Agar Subsidi Tepat Sasaran, QR Code BBM Kini Diawasi Lebih Ketat

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:07 WIB

Akses Sanitasi Masih Minim, Industri Arsitektur Mulai Cari Solusi

Akses Sanitasi Masih Minim, Industri Arsitektur Mulai Cari Solusi

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:03 WIB

Pemerintah Bentuk Satgas Baru untuk Pertumbuhan Ekonomi, Ini Tugasnya

Pemerintah Bentuk Satgas Baru untuk Pertumbuhan Ekonomi, Ini Tugasnya

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:02 WIB