Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Toyota Investasi Bioetanol Rp 2,5 T di Lampung, Bahlil: Semakin Banyak, Semakin Bagus!

Dythia Novianty | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Selasa, 11 November 2025 | 11:26 WIB
Toyota Investasi Bioetanol Rp 2,5 T di Lampung, Bahlil: Semakin Banyak, Semakin Bagus!
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia. (Suara.com/Novian)
  • Toyota dan Pertamina akan bangun pabrik bioetanol di Lampung dengan investasi Rp 2,5 triliun dan target produksi 60.000 kiloliter per tahun.

  • Pabrik ini mendukung program mandatori E10 2027, untuk memenuhi kebutuhan bioetanol dalam negeri sekitar 4 juta kiloliter.

  • Proses investasi sudah melalui kajian matang, termasuk kesiapan infrastruktur dan regulasi, dengan perusahaan patungan ditargetkan terbentuk awal 2026

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia buka suara soal rencana pembangunan pabrik bioetanol di Lampung oleh Toyota yang bermitra dengan PT Pertamina Persero.

Adapun nilai investasi dari pembangunan pabrik itu mencapai Rp 2,5 triliun.

"Semakin banyak yang membangun, semakin bagus," kata Bahlil kepada wartawan di Jakarta dikutip pada Selasa (11/11/2025).

Pabrik yang akan dibangun diproyeksikan memiliki volume produksi sebesar 60.000 kiloliter per tahun.

Ditargetkan pada awal tahun 2026 perusahaan patungan sudah terbentuk.

Sementara Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri menyebut bahwa rencana investasi itu telah melalui proses kajian yang panjang.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].

"Jadi tentunya kita melihat semua kesiapan infrastruktur, regulasi, dan tentunya semua keputusan yang kita ambil sudah melalui kajian yang panjang. Dan mendapat dukungan dari semua pihak," ujarnya.

Pembangunan pabrik bioetanol di Lampung, sebelumnya diungkap Wakil Menteri investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu.

Pembangunan itu bagian dari rencana pemerintah yang akan memberlakukan mandatori E10 pada 2027

Dia memaparkan bahwa kebutuhan BBM dalam negeri mencapai 40 juta kiloliter per tahun.

Dengan pembangunan pabrik bioetanol itu diharapkan dapat meningkatkan produksi bahan bakar dalam negeri.

"Dengan kewajiban E10 maka setidaknya Indonesia membutuhkan sekitar 4 juta kiloliter bioetanol di 2027, agar tidak kehilangan momentum maka persiapan pembangunan pabrik pendukung harus dimulai dari sekarang," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

ESDM Masih Hitung Kuota Impor BBM untuk SPBU Swasta, Kemungkinan Naik

ESDM Masih Hitung Kuota Impor BBM untuk SPBU Swasta, Kemungkinan Naik

Bisnis | Jum'at, 07 November 2025 | 17:33 WIB

Belum Ada Kata Sepakat, Shell Indonesia Mau Temui Pemerintah Lagi Bahas Stok BBM

Belum Ada Kata Sepakat, Shell Indonesia Mau Temui Pemerintah Lagi Bahas Stok BBM

Bisnis | Jum'at, 07 November 2025 | 16:37 WIB

Nego Alot, SPBU Vivo Dekati Kesepakatan Beli BBM 100 Ribu Barel dari Pertamina

Nego Alot, SPBU Vivo Dekati Kesepakatan Beli BBM 100 Ribu Barel dari Pertamina

Bisnis | Jum'at, 07 November 2025 | 15:49 WIB

Bos Pertamina Patra Niaga Cek Kualitas BBM di Yogyakarta, Begini Hasilnya

Bos Pertamina Patra Niaga Cek Kualitas BBM di Yogyakarta, Begini Hasilnya

Bisnis | Jum'at, 07 November 2025 | 15:22 WIB

ESDM:  Meski Sudah Diuji BBM Bobibos Belum Tersertifikasi

ESDM: Meski Sudah Diuji BBM Bobibos Belum Tersertifikasi

Bisnis | Jum'at, 07 November 2025 | 14:31 WIB

Menteri Bahlil Kebut 18 Proyek Hilirisasi Energi, Target 2026 Jalan

Menteri Bahlil Kebut 18 Proyek Hilirisasi Energi, Target 2026 Jalan

Bisnis | Jum'at, 07 November 2025 | 13:48 WIB

Terkini

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:43 WIB

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:27 WIB

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:40 WIB

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:55 WIB

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:50 WIB

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:39 WIB

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:32 WIB

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:24 WIB

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:10 WIB

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:00 WIB