Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.778.000
Beli Rp2.653.000
IHSG 6.162,045
LQ45 620,444
Srikehati 309,367
JII 386,908
USD/IDR 17.712

Jadi Penyumbang Produksi Terbesar, Kapan Tambang Bawah Tanah Freeport Bisa Operasi Kembali

Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 24 November 2025 | 16:55 WIB
Jadi Penyumbang Produksi Terbesar, Kapan Tambang Bawah Tanah Freeport Bisa Operasi Kembali
Tim Penyelamat Freeport Temukan Dua Korban, Pencarian 5 Pekerja Masih Berlanjut [Istimewa]
  • PT Freeport Indonesia mempersiapkan operasi tambang bawah tanah Grassberg Block Caving menyusul penghentian akibat longsor menewaskan tujuh pekerja.
  • Target operasi bertahap tambang tersebut ditetapkan pada triwulan pertama tahun 2026, dengan pemulihan total tahun 2027.
  • Penghentian tambang ini berdampak signifikan karena menyumbang sekitar 70 persen dari total produksi emas dan tembaga Freeport.

Suara.com - PT Freeport Indonesia (PTFI) mulai melakukan persiapan untuk mengoperasikan kembali tambang bawah tanah Grassberg Block Caving Tembagapura, Mimika, Papua Tengah. Operasional tambang tersebut sebelumnya diberhentikan imbas longsor yang menyebabkan 7 pekerja meninggal dunia.

Direktur Utama Freeport Indonesia, Tony Wenas, mengakui butuh waktu yang panjang untuk bisa kembali mengoperasikan tambang bawah tanah tersebut. Diproyeksikan, Grassberg Block Caving bisa beroperasi di pada Maret 2026.

"Kita terus melakukan pemulihan tambang Grassberg Block Caving dengan target untuk dapat mulai mengoperasikan tambang ini pada 3 bulan pertama 2026," ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta, Senin (24/11/2025).

Pekerja  menyusuri tunnel tambang bawah tanah DOZ PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Papua, Selasa (19/8). PT Freeport Indonesia mengoptimalkan penambangan underground DOZ dan Deep MLZ sebagai transisi produksi mineral Grasberg open pit yang akan berhenti pada awal tahun 2017. [Antara/Puspa Perwitasari]
Pekerja menyusuri tunnel tambang bawah tanah DOZ PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Papua, Selasa (19/8). PT Freeport Indonesia mengoptimalkan penambangan underground DOZ dan Deep MLZ sebagai transisi produksi mineral Grasberg open pit yang akan berhenti pada awal tahun 2017. [Antara/Puspa Perwitasari]

"Kalau dilihat dari timeline-nya, kejadian di tanggal 8 September, kita fokus pada pencarian karyawan yang terperangkap. Kemudian setelah ditemukan semuanya, di minggu pertama bulan Oktober kita melakukan proses investigasi bersama dengan main inspektur atau inspektur tambang, dengan kementerian SDM, dan beberapa ahli-ahli kita melakukan investigasi dan juga evaluasi," tambah Tony.

Selanjutnya, Ia mengungkapkan, Freeport akan melakukan pembersiahan material longsor di Grassberg Block Caving pada bulan November-Desember.

Kemudian, Tony menuturkan, manajemen juga akan memperbaiki infrastruktur tambang bawah tanah yang rusak.

"Karena pada saat longsoran terjadi, banyak infrastrukturnya yang juga rusak, dan membutuhkan waktu sebelum kami bisa memulai operasional di tambang, tapi hanya sebagian besar karena sebagian kecil yang terkena dampak tersebut masih akan kita verifikasi secara bertahap untuk dapat memulainya kembali," ucapnya.

Namun begitu, Tony menyebut, meskipun telah beroperasi, tapi produksi tambang bawah tanah tersebut belum bisa maksimal. Dia menargetkan operasional bisa kembali normal pada tahun 2027.

"Jadi, maret 2026 secara betahap. Operasi full di tahun 2027," bebernya.

Jadi Penyumbang Produksi Terbesar

Menurut Tony, berhentinya tambang bawah tanah Grassberg Block Caving ini berdampak pada produksi Freeport. Pasalnya, tambang tersebut penyumbang terbesar dari nilai produksi emas maupun tembaga.

Dia memaparkan, kontribusi produksi dari tambang bawah tanah tersebut mencapai 70 persen dari total produksi Freeport.

"Grassberg Block Caving, ini yang paling besar, ini yang terdampak dengan luncuran material basah tersebut, ini memproduksi dari bijihnya sekitar 150 ribu ton per hari," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Freeport Pede Setoran ke Negara 2025 Rp 70 Triliun di Tengah Produksi Turun, Kok Bisa?

Freeport Pede Setoran ke Negara 2025 Rp 70 Triliun di Tengah Produksi Turun, Kok Bisa?

Bisnis | Senin, 24 November 2025 | 16:27 WIB

Hanya Produksi 2 Tambang, Produksi Emas Freeport di 2025 Meleset 50 Persen dari Target

Hanya Produksi 2 Tambang, Produksi Emas Freeport di 2025 Meleset 50 Persen dari Target

Bisnis | Senin, 24 November 2025 | 12:41 WIB

Proses Evaluasi Longsor di Tambang PT Freeport Selesai Antara Maret atau April

Proses Evaluasi Longsor di Tambang PT Freeport Selesai Antara Maret atau April

Bisnis | Jum'at, 14 November 2025 | 19:06 WIB

Terkini

Daftar Lokasi dan Jadwal Perbaikan Tol Jakarta - Tangerang Periode Mei 2026

Daftar Lokasi dan Jadwal Perbaikan Tol Jakarta - Tangerang Periode Mei 2026

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:13 WIB

5 Cara Amankan Cicilan KPR saat Suku Bunga Naik

5 Cara Amankan Cicilan KPR saat Suku Bunga Naik

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 19:10 WIB

Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?

Daftar Negara dengan Utang Paling Ekstrem, Indonesia Termasuk?

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:52 WIB

Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking

Awas Aksi Jual Asing! Saham Perbankan Jadi Sasaran Empuk Profit Taking

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 18:01 WIB

Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD

Ekonom Ramal Rupiah Susah Turun ke Level Rp 16.000/USD

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:46 WIB

Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%

Bos GoTo Lapor ke Seskab Teddy, Telah Turunkan Potongan Komisi Ojol 8%

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:39 WIB

Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!

Prabowo Diminta Evaluasi PLN Imbas Insiden Blackout Sumatra: Rakyat Rugi Besar!

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:35 WIB

Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital

Tekanan Ekonomi Bikin Investor RI Mulai Lirik Aset Kripto dan Emas Digital

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:28 WIB

Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?

Begini Kondisi Listrik di Sumatra, Masih Banyak yang Padam?

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:16 WIB

OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja

OJK Lihat Bisnis BPD Masih Baik-baik Saja

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 17:05 WIB