Jadi Penyumbang Produksi Terbesar, Kapan Tambang Bawah Tanah Freeport Bisa Operasi Kembali

Achmad Fauzi

Senin, 24 November 2025 | 16:55 WIB
Jadi Penyumbang Produksi Terbesar, Kapan Tambang Bawah Tanah Freeport Bisa Operasi Kembali
Tim Penyelamat Freeport Temukan Dua Korban, Pencarian 5 Pekerja Masih Berlanjut [Istimewa]
baca 10 detik
  • PT Freeport Indonesia mempersiapkan operasi tambang bawah tanah Grassberg Block Caving menyusul penghentian akibat longsor menewaskan tujuh pekerja.
  • Target operasi bertahap tambang tersebut ditetapkan pada triwulan pertama tahun 2026, dengan pemulihan total tahun 2027.
  • Penghentian tambang ini berdampak signifikan karena menyumbang sekitar 70 persen dari total produksi emas dan tembaga Freeport.

Suara.com - PT Freeport Indonesia (PTFI) mulai melakukan persiapan untuk mengoperasikan kembali tambang bawah tanah Grassberg Block Caving Tembagapura, Mimika, Papua Tengah. Operasional tambang tersebut sebelumnya diberhentikan imbas longsor yang menyebabkan 7 pekerja meninggal dunia.

Direktur Utama Freeport Indonesia, Tony Wenas, mengakui butuh waktu yang panjang untuk bisa kembali mengoperasikan tambang bawah tanah tersebut. Diproyeksikan, Grassberg Block Caving bisa beroperasi di pada Maret 2026.

"Kita terus melakukan pemulihan tambang Grassberg Block Caving dengan target untuk dapat mulai mengoperasikan tambang ini pada 3 bulan pertama 2026," ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta, Senin (24/11/2025).

Pekerja  menyusuri tunnel tambang bawah tanah DOZ PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Papua, Selasa (19/8). PT Freeport Indonesia mengoptimalkan penambangan underground DOZ dan Deep MLZ sebagai transisi produksi mineral Grasberg open pit yang akan berhenti pada awal tahun 2017. [Antara/Puspa Perwitasari]
Pekerja menyusuri tunnel tambang bawah tanah DOZ PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Papua, Selasa (19/8). PT Freeport Indonesia mengoptimalkan penambangan underground DOZ dan Deep MLZ sebagai transisi produksi mineral Grasberg open pit yang akan berhenti pada awal tahun 2017. [Antara/Puspa Perwitasari]

"Kalau dilihat dari timeline-nya, kejadian di tanggal 8 September, kita fokus pada pencarian karyawan yang terperangkap. Kemudian setelah ditemukan semuanya, di minggu pertama bulan Oktober kita melakukan proses investigasi bersama dengan main inspektur atau inspektur tambang, dengan kementerian SDM, dan beberapa ahli-ahli kita melakukan investigasi dan juga evaluasi," tambah Tony.

Selanjutnya, Ia mengungkapkan, Freeport akan melakukan pembersiahan material longsor di Grassberg Block Caving pada bulan November-Desember.

Kemudian, Tony menuturkan, manajemen juga akan memperbaiki infrastruktur tambang bawah tanah yang rusak.

"Karena pada saat longsoran terjadi, banyak infrastrukturnya yang juga rusak, dan membutuhkan waktu sebelum kami bisa memulai operasional di tambang, tapi hanya sebagian besar karena sebagian kecil yang terkena dampak tersebut masih akan kita verifikasi secara bertahap untuk dapat memulainya kembali," ucapnya.

Namun begitu, Tony menyebut, meskipun telah beroperasi, tapi produksi tambang bawah tanah tersebut belum bisa maksimal. Dia menargetkan operasional bisa kembali normal pada tahun 2027.

"Jadi, maret 2026 secara betahap. Operasi full di tahun 2027," bebernya.

baca juga

Jadi Penyumbang Produksi Terbesar

Menurut Tony, berhentinya tambang bawah tanah Grassberg Block Caving ini berdampak pada produksi Freeport. Pasalnya, tambang tersebut penyumbang terbesar dari nilai produksi emas maupun tembaga.

Dia memaparkan, kontribusi produksi dari tambang bawah tanah tersebut mencapai 70 persen dari total produksi Freeport.

"Grassberg Block Caving, ini yang paling besar, ini yang terdampak dengan luncuran material basah tersebut, ini memproduksi dari bijihnya sekitar 150 ribu ton per hari," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Freeport Pede Setoran ke Negara 2025 Rp 70 Triliun di Tengah Produksi Turun, Kok Bisa?

Freeport Pede Setoran ke Negara 2025 Rp 70 Triliun di Tengah Produksi Turun, Kok Bisa?

Bisnis | Senin, 24 November 2025 | 16:27 WIB

Hanya Produksi 2 Tambang, Produksi Emas Freeport di 2025 Meleset 50 Persen dari Target

Hanya Produksi 2 Tambang, Produksi Emas Freeport di 2025 Meleset 50 Persen dari Target

Bisnis | Senin, 24 November 2025 | 12:41 WIB

Proses Evaluasi Longsor di Tambang PT Freeport Selesai Antara Maret atau April

Proses Evaluasi Longsor di Tambang PT Freeport Selesai Antara Maret atau April

Bisnis | Jum'at, 14 November 2025 | 19:06 WIB

Terkini

6 Krim Pagi Wardah untuk Kulit Cerah dan Terawat, Harga Mulai Rp33 Ribuan

6 Krim Pagi Wardah untuk Kulit Cerah dan Terawat, Harga Mulai Rp33 Ribuan

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 12:57 WIB

Cangkang Rajungan Menumpuk, Peneliti Kembangkan Limbahnya Menjadi Material Baterai

Cangkang Rajungan Menumpuk, Peneliti Kembangkan Limbahnya Menjadi Material Baterai

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 12:55 WIB

Review Dark Matter Season 1: Menjelajah Multiverse Demi Menyelamatkan Cinta Sejati

Review Dark Matter Season 1: Menjelajah Multiverse Demi Menyelamatkan Cinta Sejati

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 12:49 WIB

Jadwal SIM Keliling Medan hingga 20 September 2026: Lokasi, Syarat dan Jam Pelayanan

Jadwal SIM Keliling Medan hingga 20 September 2026: Lokasi, Syarat dan Jam Pelayanan

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 12:46 WIB

Jejak Kelam Fahd A Rafiq: Eks Narapidana Korupsi yang Kini Kembali Ditangkap KPK

Jejak Kelam Fahd A Rafiq: Eks Narapidana Korupsi yang Kini Kembali Ditangkap KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 12:46 WIB

Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth untuk Market B2B ICT di Indonesia

Telkom Solution Raih Penghargaan Business Impact & Industry Growth untuk Market B2B ICT di Indonesia

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 12:46 WIB

Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Maret Paling Banyak Tanggal Merah

Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Maret Paling Banyak Tanggal Merah

News | Selasa, 15 September 2026 | 12:45 WIB

Jangan Lewatkan, TPJF 2026 di Bandung Bakal Tampilkan Deretan Kolaborasi Ekslusif

Jangan Lewatkan, TPJF 2026 di Bandung Bakal Tampilkan Deretan Kolaborasi Ekslusif

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 12:44 WIB

Masih Dikepung Kabut Asap, Pekanbaru Terapkan Sekolah Tatap Muka Terbatas

Masih Dikepung Kabut Asap, Pekanbaru Terapkan Sekolah Tatap Muka Terbatas

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 12:44 WIB

Eks Google DeepMind Memperingatkan AI Bikin Manusia Punah

Eks Google DeepMind Memperingatkan AI Bikin Manusia Punah

News | Selasa, 15 September 2026 | 12:42 WIB

×